<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148</id><updated>2012-01-27T10:38:35.320+07:00</updated><category term='aturan nggak jelas'/><category term='asal usul'/><category term='astacala'/><category term='asalasalan'/><category term='rupa-rupa'/><category term='railfans'/><category term='Teknologi'/><category term='puisi'/><category term='Penelusuran'/><category term='Lingkungan'/><title type='text'>pantai keempat</title><subtitle type='html'>Kalau suatu saat aku putuskan untuk berangkat,
mendaki puncak gunung tinggi,&lt;br&gt;
menembus belantara hutan lebat,
atau menelusuri pantai sepi&lt;br&gt;
maka, aku hanya sedang mencoba menemukan sesuatu&lt;br&gt;
yang mampu menghadirkan ingatan kepadamu&lt;br&gt;
dan bisa kujadikan alasan&lt;br&gt;
rindu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>125</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8324356130968628439</id><published>2011-11-25T10:25:00.006+07:00</published><updated>2011-11-25T11:28:06.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usul'/><title type='text'>Fotokopian Sang Guru</title><content type='html'>Suatu pagi di salah satu ruang kelas sekolah menengah di jakarta, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia - sebut saja Sang Guru - memberikan tugas kepada siswa-siswanya. Tidak seperti biasanya memang, karena kelas tak didahului dengan pemberian materi pelajaran, melainkan langsung mengerjakan tugas. Tugasnya sederhana dan sudah sering diberikan pada pelajaran Bahasa Indonesia sejak di bangku Sekolah Dasar, yaitu tugas membuat tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada syarat khusus, setiap siswa bebas memilih tema. Bentuk tulisan pun bebas, boleh berbentuk prosa maupun puisi. Waktu yang diberikan relatif lama, dua jam pelajaran (satu jam pelajaran 45 menit). Setelah siswa memahami tugas yang diberikan, Sang Guru meninggalkan kelas dan kembali ke ruang guru. Suasana kelaspun berubah menjadi riuh, mirip suasana ketika jam kosong (kondisi ketika guru tak hadir pelajaran di kelas). Ada siswa yang sibuk meminjam alat tulis, atau melanjutkan obrolan yang sempat terputus karena kehadiran guru. Ada siswa yang beranjak dari kursinya dan berkeliaran dengan tujuan tak jelas di dalam kelas. Tapi kebanyakan siswa sibuk bicara dengan teman di dekatnya tentang tugas tersebut. Saling bertanya tentang apa yang hendak di tulis. Sebagian kecil saja yang sudah mulai menulis, sebagian besar masih sibuk berdiskusi saol tulisan yang hendak dibuat. Diskusi yang seringkali melebar hingga lupa pada tugas yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam pelajaran berlalu hampir tak terasa ketika Sang Guru kembali memasuki kelas dan meminta semua siswa mengumpulkan hasil tulisan mereka. Tanpa memeriksa, Sang Guru membawa pergi tumpukan tulisan hasil karya murid-muridnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pekan berlalu, ketika Sang Guru kembali masuk kelas yang sama. Kali ini biasa saja, tak ada yang istimewa. Ia memberikan materi pelajaran sesuai acuan kurikulum. Ia tidak menyinggung soal tugas pekan sebelumnya. Biasa saja. Padahal sebagian murid sudah berharap bahwa Sang Guru akan membahas tugas pekan lalu, sambil berharap cemas pada nilai yang akan diperolehnya. Sebagian murid pun suyang lain mungkin sudah melupakannya, dan berpikiran bahwa tugas menulis itu hanya akan menambah nilai untuk mata pelajaran bahasa indonesia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan kedua setelah tugas menulis diberikan, Sang Guru Bahasa Indonesia masuk kelas dengan membawa satu ikat tumpukan buku. Buku itu tak terlalu tebal, dan hanya berupa fotokopian kertas ukuran A-4 yang dilipat menjadi buku ukuran A-5. Empatpuluh eksemplar buku sderhana yang kemudian diberikan ke semua siswa di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata buku tersebut berisi seluruh tulisan hasil karya siswa-siswa yang ditugaskan menulis dua pekan sebelumnya. Ya, seluruh tulisan, tak terkecuali. Semua diketik rapi. Ada cerpen, opini, puisi, maupun sekedar sebaris kalimat berisi curahan hati seorang siswa yang menyukai siswi di kelas sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak akan memberikan nilai secara langsung untuk tugas menulis ini. Tapi saya telah menyalin seluruh tulisan ke dalam buku ini. Silakan kalian baca, dan nilai sendiri hasil tulisan kalian." Kelas menjadi riuh. Sebagian tertawa, sebagian tersenyum penuh pengertian membaca tulisan karya kawannya yang berisi curahan hatinya. Sebagian lagi menjadi malu karena tulisannya dibaca oleh lainnya dan menganggap tulisannya tak layak dibaca orang lain. Ada pula yang saling bercanda dan mengejek karya yang lain, saling menertawakan satu sama lain. Tentu ada pula tulisan-tulisan yan mengundang decak kagum dari siswa yang lain.&lt;br /&gt;"Beneran ini tulisan, loe? Ga nyangka loe berbakat nulis. Atau jangan-jangan loe nyontek dari koran?"&lt;br /&gt;Tugas yang tak biasa tadi ternyata mendapat respon yang luar biasa ketika hasilnya disampaikan kepada para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semester berlalu dan pelajaran dimulai dengan semester baru, pada suatu kesempatan Sang Guru kembali memberi tugas yang sama, yaitu tugas menulis. Namun reaksi berbeda muncul kali ini, ketika Sang Guruberanjak dari kelas. Suasana tak lagi terlalu riuh. Semua tampak serius menghadapi kertas, sibuk menulis. Hanya ada sedikit saja siswa yang bercakap-cakap satu sama lainnya. Tak ada canda tawa berlebihan, tak ada yang main-main. Tak ada siswa yang ingin tulisannya menjadi bahan ejekan seperti di tugas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh juga ternyata, kalau mengetahui tulisannya akan dibaca orang lain, seseorang bisa menjadi penulis yang serius. Dalam artian tidak menulis sekedarnya saja, tidak main-main lagi dengan aktiifitas menulis dengan membuat karya tulis yang asal jadi. Apa yang dilakukan Sang Guru sangat sederhana. Ia hanya mengetik ulang semua tulisan karya murid-muridnya (saat itu masih menggunakan mesin tik manual), lalu diperbanyak dan dijilid menjadi fotokopian buku yang sederhana dan dikembalikan lagi kepada murid-muridnya. Tapi fotokopian Sang Guru yang bentuknya sangat bersahaja itu ternyata memberi dampak luar biasa. Ia telah membangkitkan dan menumbuhkan minat dan budaya menulis kepada murid-muridnya. Bahkan ada beberapa muridnya yang kini menjadi penulis. Baik yang menjadikan menulis sebagai profesinya, maupun sebagai penulis lepas waktu. Ada yang menjadi penulis buku-buku serius semacam buku acuan, penulis fiksi, penulis warta, hingga penulis skenario film yang cukup terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Terima kasih kepada semua guru yang selalu menjadi motivator, inspirasi, dan sosok terbaik untuk di-gugu dan ditiru. Terima kasih juga untuk Guru Bahasa Indonesia saya, yang telah memotivasi saya untuk menuliskan apa saja dan di mana saja, tanpa perlu merasa malu dan takut menghadapi kritikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Guru Nasional, 25 November 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8324356130968628439?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8324356130968628439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8324356130968628439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8324356130968628439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8324356130968628439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2011/11/fotokopian-sang-guru.html' title='Fotokopian Sang Guru'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3394212261269909231</id><published>2011-05-11T16:45:00.007+07:00</published><updated>2011-09-16T08:55:26.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astacala'/><title type='text'>Astacala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tak mau diatur. Barangkali itulah alasan beberapa mahasiswa STTTelkom angatan 1991 kemudian berkumpul dan membentuk organisasi sendiri dan bukannya bergabung dengan organisasi UKM bentukan petinggi kampus. Apalagi UKM-UKM yang ditawarkan tersebut belum ada yang mampu menampung hobi dan kesenangan beberapa mahasiswanya. Salah satunya adalah hobi dan kesenangan berkegiatan di alam terbuka.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menempuh pendidikan di sekolah yang tak punya kakak kelas memang terasa aneh. Hal-hal yang harusnya bisa dipelajari atau diikuti dari kakak kelas tidaklah terjadi. Bukan saja dalam urusan kuliah seperti mencari referensi materi, ataupun tata tertib dan tradisi praktikum yang belum ada, tapi bahkan gaya hidup dan perilaku di kampus tak ada contohnya. Semua dari titik nol. Demikian juga kehidupan organisasi mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak kampus, dalam hal ini pihak Puket III bidang kemahasiswaan, memang menawarkan beberapa UKM di bidang olah raga maupun kesenian. Tapi tidak ada UKM yang sifatnya bermain di dunia kepecintaalaman. Mahasiswa baru yang menyukai kegiatan alam terbuka, baik yang sejak masa SLTA sudah menyukainya, maupun yang baru belajar menyukainya, merasakan kebutuhan untuk berkumpul dan berorganisasi. Alasannya sederhana saja, dengan berkumpul kekuatan akan bertambah. Bisa saja kita pergi naik gunung sendiri, tapi kalau ada temannya, apalagi dalam jumlah banyak, maka banyak keuntungan yang bisa didapat. Meminjam barang, misalnya, atau ongkos sewa kendaraan yang bisa ditekan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka ketika ide untuk duduk bersama dan berkumpul itu muncul dari saudara Yadi Supriadi, cukup banyak yang tertarik. Saya tak ingat jumlah persis hadirin saat itu, tapi dari kelas saya saja jumlahnya sudah belasan. Ide yang diusung: bikin organisasi pecinta alam. Itu saja. Bagaimana organisasi ini ke depannya, itu urusan nanti, yang penting ada wadah untuk menyatukan mahasiswa yang menyukai kegiatan alam terbuka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oaT-dH-HgZM/TcpbjqCLK8I/AAAAAAAAB5U/JnRalddH7S8/s1600/2044_Blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 338px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oaT-dH-HgZM/TcpbjqCLK8I/AAAAAAAAB5U/JnRalddH7S8/s400/2044_Blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605393354352962498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang bertanya soal mimpi yang berseliweran? Saat itu tak banyak yang mau mengungkapkan mimpi-mimpi mereka tentang organisasi yang kemudian benama Astacala ini. Karena para Perintis Astacala memang orang-orang sederhana, sangat bersahaja (tapi kok narsis gini, ya? :p ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mimpipun tak begitu saja mencuat tinggi ke angkasa. Barangkali memang ada mimpi yang melambung tinggi, tapi tak terungkap saat itu. Bukankah berkumpul bersama orang-orang sehobi di tengah suasana kampus yang gersang, kemudian berkenalan, membentuk kepengurusan organisasi dari orang-orang yang baru dikenal beberapa jam saja, merundingkan nama, logo, AD/ART, dan lain sebagainya, itu sudah seperti mimpi yang terwujud? Kalaupun harus menyebut mimpi, kita ingin Astacala tumbuh besar, lebih besar dari organisasi maupun perkumpulan pecinta alam yang namanya sudah lama terdengar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun soal mimpi ini, saya kira dia memliki kaki sendiri. Setelah Astacala bisa berdiri, punya "pakaian", maka mimpipun berjalan. Awalnya pasti sederhana, misalnya punya peralatan mendaki gunung yang meskipun dibeli dengan uang pribadi, tapi anggota lain boleh memakainya. Atau mimpi punya sepatu gunung, punya ransel, punya kernmantel dan carabinner, dan mimpi-mimpi sederhana lain yang terus berjalan seiring waktu. Tapi saya tak pernah lupa ide awal pendirian Astacala, yaitu sebagai wadah untuk mahasiswa yang senang berkegiatan di alam terbuka. Maka Astacala adalah juga organisasi pertama di lingkungan kampus STTTelkom yang inisiatif pendiriannya datang dari mahasiswa sendiri, bukan bentukan dari kampus. Kalau ditanya, kenapa tidak ikut saja di UKM yang sudah ada? Barangkali jawabnya karena anggota Astacala tak mau diatur kampus, selain karena kebutuhan berorganisasi yang belum tertampung tadi. Kalau mau sedikit arogan, anggota Astacala hanya mau diatur alam! Bukan diatur orang lain, apalagi diatur lingkungan sekecil kampus STT Telkom.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3394212261269909231?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3394212261269909231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3394212261269909231' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3394212261269909231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3394212261269909231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2011/05/astacala.html' title='Astacala'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oaT-dH-HgZM/TcpbjqCLK8I/AAAAAAAAB5U/JnRalddH7S8/s72-c/2044_Blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3867651723360118572</id><published>2011-02-09T09:27:00.003+07:00</published><updated>2011-02-09T09:42:14.863+07:00</updated><title type='text'>Melintas Sebentar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/TVH-i0QOo0I/AAAAAAAAB3o/2GtrwrFrGtQ/s1600/melintas_sebentar2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/TVH-i0QOo0I/AAAAAAAAB3o/2GtrwrFrGtQ/s400/melintas_sebentar2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571514088129733442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3867651723360118572?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3867651723360118572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3867651723360118572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3867651723360118572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3867651723360118572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2011/02/melintas-sebentar.html' title='Melintas Sebentar'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/TVH-i0QOo0I/AAAAAAAAB3o/2GtrwrFrGtQ/s72-c/melintas_sebentar2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6214571526594568860</id><published>2009-05-26T19:59:00.004+07:00</published><updated>2009-05-26T20:21:48.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Kebun (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Tulisan ini sebenarnya pernah dipublikasikan di blog saya yang lain pada tanggal 24 Juli 2007. Saat ini blog tersebut sudah almarhum, karena memang merupakan blog yang emosional saja sifatnya, dan saya bikin hanya untuk satu orang saja  - terimakasih untuk T karena telah membuat saya semakin dewasa menghadapi kehidupan ini - Tapi tulisan ini saya masukkan lagi di blog ini, sebab saya terlanjur memposting &lt;a href="http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/04/kebun-2.html"&gt;Kebun (2)&lt;/a&gt; dan lupa kalau Kebun (1) saya posting di blog lain.&lt;br /&gt;Yah, selamat membaca, semoga bisa menikmatih....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami punya kebun. Tidak luas. Berukuran sekitar 800 meter persegi. Letaknya di belakang rumah kami. Ada jalan setapak kecil yang membelah kebun persis di tengah. Ujung satunya berada persis di muka pintu belakang rumah. Ujung lainnya menuju keramaian pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami baru pindah ke sana, ke rumah kami itu, jalan tersebut masih jarang dilalui. Kebunnya juga masih penuh dengan ilalang, semak-semak, dan rumput liar. Ada juga jenis tanaman bunga. Tapi itu bukan dari jenis yang biasa dikomersilkan. Hanya sejenis semak dengan bunga berwarna kuning berbentuk seperti lonceng kecil. Tak ada orang yang akan sengaja menanam bunga itu, sebab ia bisa sangat liar pertumbuhannya. Sekali tumbuh, tahu-tahu seluruh halaman bisa dipenuhi semak bunga itu. Walupun cantik, tak ada yang mau merawat bunga liar. "Tantangannya terlalu besar. Cantik memang, tapi liar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada yang berinisiatif untuk membersihkan lahan tersebut. Awalnya hanya di sekitar pintu belakang rumah. Tak nyaman rasanya saat membuka pintu belakang, lalu pemandangan pertama yang terlihat adalah rumput dan ilalang liar. Kami bekerja sendiri (yang sebenarnya ada beberapa orang juga). Tak ada yang mau membantu. Tentu saja, tak ada yang tertarik untuk membabat ilalang, membersihkan rumput liar, atau berupaya mengendalikan semak bunga kuning berbentuk lonceng yang cantik tapi liar tadi. Apalagi ini sejenis kerja suka rela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu awalnya saja. Lama kelamaan, ada juga yang tertarik. Ikut membabat rumput liar, ilalang tinggi, dan mengatur semak-semak agar tumbuh menjadi pagar. Tidak itu saja, kegiatan bertambah dengan aktifitas menanam. Pengikutpun bertambah, karena pada dasarnya, kami sekeluarga memang senang dengan kegiatan menanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadilah sebuah rutinitas baru. Setiap sore, setelah melakukan aktifitas rutin harian, kami membabat ilalang dan rumput liar. Kalau biasanya hanya memegang pinsil, pulpen, buku, atau mouse komputer, maka di sore hari semua itu berganti menjadi cangkul, parang, sabit, serta ember dan selang air. Kalau di pagi dan siang hari menggunakan kemeja rapi dan bersih, maka di sore hari berganti menjadi kaos oblong yang menyerap keringat dengan celana lusuh yang penuh jejak-jejak lumpur kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan terberat selain membersihkan ilalang liar, adalah membersihkan lahan calon kebun dari batu-batu. Tipikal tanahnya yang keras sangat menguras tenaga saat menggali lubang di sana. Terlebih bagi yang tidak terbiasa pegang cangkul atau kerja berat. Padahal saat itu musim kemarau. Tak heran jika pada awalnya, banyak tangan yang lecet dan kulit yang menjadi gelap, seperti warna tangan dan kaki petani layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ingin menanam sebuah pohon, kami semua diwajibkan menggali lubang berukuran 1 x 1 x 1 meter kubik. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat tanahnya sama sekali bukan tanah gembur melainkan tanah yang berbatu dan berpasir. Kalau ditanam tanpa menyiapkan ruang luas berisi tanah gembur, bisa dipastikan tanaman itu akan layu. Setelah lubang dibuat, barulah bibit yang sudah disiapkan dimasukkan dan ditimbun dengan tanah gembur yang dicari dari pinggir kali atau lokasi subur lainnya. Sehabis ditanam, bibit tadi harus selalu diperhatikan. Air menjadi syarat mutlak untuk urusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal dan untuk tetap menjaga semangat, dipilihlah jenis tanaman buah-buahan. Bibitnya didapat dari mana saja: memungut di pinggir jalan, meminta, atau bahkan membeli. Diharapkan dengan menanam pohon buah-buahan, "pekerja-pekerja dadakan" ini mendapat tambahan energi saat menanam karena janji akan buah-buahan yang kelak bisa dipetik. Bukankah menyenangkan jika memetik jambu air dari pohon yang kita tanam sendiri? Tapi kenapa harus jambu??? Tenang, bukan cuma jambu kok, yang kami tanam. Ada pohon nangka, jeruk, sukun, klengkeng, alpukat, belimbing, dan berbagai pohon lainnya. Oh ya, kami juga menanam semak bougenville di kedua sisi jalan setapak di tengah kebun. Jalan itu sendiri diperlebar menjadi sekitar satu setengah meter. Kami berharap bahwa kelak bougenville-bougenville dari kedua sisi jalan ini akan tumbuh membesar dan membentuk kanopi hingga jalan setapak tadi menjadi semacam koridor alami. Tentu saja ada kerangka bambu untuk sekedar mengarahkan semak berduri yang bunganya berwarna-warni cerah ini, agar tak salah arah dalam pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan pekerjaan berlalu. Kebun masih terlihat gersang. Tapi setidaknya sudah ada perubahan. Tak ada lagi ilalang dan rumput liar. Pokok-pokok baru memenuhi sudut lahan. Tak ada kekacauan pemandangan karena semak bunga kuning berbentuk lonceng yang cantik tapi liar. Mereka kini terkelompok di salah satu sudut kebun. Malah bisa berfungsi sebagai pagar. Padahal semula semak bunga ini ingin dibabat habis saja oleh beberapa oknum, tapi karena diprotes sambil ngotot dan pegang golok, mereka mengurungkan niat untuk menghabisi semak bunga liar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga manusia, tumbuhan juga membutuhkan makanan dan minuman. Kalau soal air, tidak menjadi masalah sebab cukup melimpah. Apalagi kami juga membuat sebuah kolam ikan dengan ukuran cukup besar berukuran 1,5 x 3 meter persegi dengan kedalaman sekitar satu meter. Ada teratai merah ungu kami letakkan di kolam tersebut yang sering kali terganggu karena kami memang suka iseng dengan menceburkan siapa saja yang berdiri dekat kolam. Saat ada yang berulang tahun, kami juga akan menceburkannya ke dalam kolam. Bahkan terkadang langsung diangkat saat masih terlelap di dalam kantung tidur, beserta kantung tidurnya sekalian. (waktu itu belom musim hp, jagi nggak ada kekhawatiran hp butuh hair dryer gara-gara nyemplung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk menyiram, kami sudah punya cadangan air di kolam kalau sewaktu-waktu kemarau membuat sumber-sumber air tanah berkurang debitnya. (ssttt...rahasia: gue juga pernah pipis di sana. hehehe... habisnya udah kebelet dan kamar mandinya lagi diisi orang lain. sepertinya bukan gue saja yang pernah melakukannya. makanya setiap ada yang nyemplung, kami tertawa sedemikian ikhlasnya. tapi kalau kecemplung, pasti akan berupaya sekuatnya agar orang lain ikutan nyemplung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu soal minuman untuk tanaman. Kalau soal makanannya lain lagi. Memang tanah di tempat tinggal kami cukup subur. Tapi khusus kebun kami yang tanahnya berbatu itu, pupuk tetap diperlukan. Lagipula, pengadaan pupuk bisa menjadi sarana pembelajaran dalam keluarga kami. Pupuk, sebagai makanan suplemen bagi tanaman, tidak kami beli. Kami membuatnya sendiri. Sengaja kami berkeliling kampung untuk mencari bahan baku pembuatan pupuk kandang. Iya, pupuk kandang berarti kotoran hewan. Kebetulan cukup banyak penduduk kampung yagn memelihara kambing dan kerbau. Mereka sangat akomodatif saat kami meminta ijin untuk mengambil kotoran di kandang hewan peliharaan mereka. Mungkin mereka merasa terbantu karena kebersihan kandangnya jadi lebih terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selain membabat rumput liar, menyiangi tanaman, menggali lubang dan menanam pohon, kami juga membuat pupuk. Tidak sulit. Kami hanya perlu mencampur kotoran hewan dengan sekam (kulit padi yang kering), tanah hitam dari sekitar sungai, serta serbuk arang sisa pembakaran kayu. Dengan tangan kami mencampurnya, dan meremas campuran tadi dengan penuh perasaan. Mencoba menghayati dan mencari hikmah dari beragamnya ciptaan Tuhan yang ternyata saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membuat pupuk, kami juga mengupayakan penyediaan bibit. Bibit apa saja. Setiap kali pergi dan menemui pohon di perjalanan, kami berusaha mendapatkan bijinya yang terserak begitu saja di bawahnya. Kalau ada pohon ketapang, maka kami akan memunguti biji ketapang, ada pohon tanjung, maka kami akan memungut biji tanjung. Begitu seterusnya. Sengaja memang untuk mengadakan bibit dari tanaman keras dan dicotyle, sebab memang lebih "terlihat" hasilnya. Begitu juga setiap kali ada yang makan buah seperti pepaya, mangga, pisang, jambu, (dibawa dari pasar minggu, di sana banyak pembelinya di si...kok jadi nyanyi?) Maka kami akan mengingatkan agar bijinya "dibuang" ke lahan persemaian supaya tumbuh jadi bibit. Tentu saja setelah dijemur dan dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya biji-biji beraneka ragam tadi setelah kering kami sebar di sebuah lahan kecil yang sengaja dibuat untuk penyemaian. Untuk menghindari dicaplok ayam, maka kami buat pagar bambu di sekelilingnya. Setelah tunasnya tumbuh, kemi pindahkan ke dalam polybag terkecil. Diawasi ketat setiap hari agar tidak layu sebelum berkembang. Setelah tumbuh lebih besar, barulah dipindah ke polybag lain. Dipilih dan dipilah menurut jenisnya. Pada awalnya, bibit kayu manis yang perkembangannya paling cepat. Jumlahnya juga paling banyak. Setelah itu ketapang dan asem kranji. Mereka memang sangat mudah untuk tumbuh. Tanpa dipelihara, disiram dan dipupukpun, mereka sanggup tumbuh sendiri. Bibit lainnya kemudian mulai bertunas, dan tumbuh menjangkau hati kami. Senang rasanya melihat mereka tumbuh membesar dan membuat hati ini ikut menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu, kebun kami sudah berubah sama sekali. Rimbun. Segar. Jalan setapak menjadi koridor dengan semak bougenville memagar sepanjang 15 meter itu. Bahkan di mulut jalan, sepasang bougenville di kedua sisi jalan telah menjadi gerbang alami. Saat melewatinya, seolah seperti melewati gerbang sebuah istana yang indah, dengan berbagai tanaman dan sebuah kolam ikan di dalamnya. Bibitpun melimpah, hingga tetangga dan penguasa di tempat tingal kami sering memintanya. Kami memberikannya secara cuma-cuma, bahkan membantu untuk urusan penanaman atau penyediaan alatnya. Memang sempat ada masalah kecil saat salah seorang anggota keluarga kami iseng dengan menanam ganja. Untunglah itu tidak berlanjut lama. Segera setelah dideteksi keberadaannya (tersembunyi di sela bibit kayu manis dan batang-batang vanili), tiga batang pohon daun neraka tadi dibabat habis. Dibakar. Dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, bertahun-tahun kebun itu jadi tempat bermain kami di waktu senggang; tempat peristirahatan kami di sore hari; tempatsembunyi dari aktifitas rutin harian yang membosankan. Sangat menyenangkan berada di sana, baik untuk berleha-leha, ataupun bekerja memegang cangkul di sana. Duduk di pinggir kolam dibuai angin sepoi-sepoi dan kicau burung yang singgah di pucuk pohon, sungguh suatu pengalaman yang tak akan kami tukar dengan harga berapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian musibah itu datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.... (gue terlalu sedih untuk menuliskannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami tak lagi tinggal di tempat kami yang lama itu. Kebun itu juga tebengkalai. Kolam tak tepelihara. Barangkali hanya setan dan raja iblis yang kini di sana. Sesekali kami masih melihat orang-orang gila datang dan memetik buah-buahan dari kebun kami, kerja kami, keringat kami. Nangka, sukun, mangga, pisang tanduk yang panjang, jeruk nipis, alpukat, dan buah lain yang terlalu panjang kalau harus disebut satu per satu di sini. Sangat menyakitkan melihat segalanya tak terawat. Tapi lebih menyakitkan lagi melihat orang-orang gila berperilaku seolah buah-buahan itu warisan nenek moyang mereka yang bisa diambil semaunya. Tentu saja pohon-pohon besar masih tumbuh di sana. Juga pohon jati yang menjulang tinggi hingga pucuknya bisa terlihat dari jarak seratus meter sekalipun. Bukannya kami tak setuju ada orang lain memetik buah di sana. Kami hanya menyayangkan tindakan masa bodoh dari orang-orang gila yang sekarang menguasai lahan itu. Mereka tak pernah merawat tanaman itu sebagaimana mestinya. Ilalang mulai tumbuh di sana-sini. Rumput-rumput liar mulai tinggi. Tak pernah terdengar lagi bibit tanaman yang diproduksi dan disediakan gratis di sana. Sama sekali tak terlihat kesan kasih sayang di sana. Suasana jadi sangat tidak nyaman untuk tempat jalan-jalan, apalagi istirahat. Kalau hanya berandal atau gelandangan, bisa dimaklumi jika mereka tak punya kepedulian. Tapi mereka yang tinggal di sana juga terdiri dari keluarga-keluarga terpelajar, dengan perempuan dan ibu yang harusnya bersikap mengayomi dan welas asih terhadap sesama, termasuk kepada tanaman dan bunga-bunga. Mereka sama sekali tak terlihat peduli. Mereka tak peduli keberadaan yang lain. Mereka menganggap tak penting makhluk lain di sekitar mereka dan memilih untuk mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mengherankan melihat manusia bisa sekejam itu terhadap sesama ciptaan Tuhan. Sekarang, saya tak tahu nasibnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- In Memoriam : Kebun A --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6214571526594568860?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6214571526594568860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6214571526594568860' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6214571526594568860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6214571526594568860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/05/kebun-1.html' title='Kebun (1)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3774770247447683241</id><published>2009-05-06T17:03:00.003+07:00</published><updated>2009-05-07T13:17:41.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelusuran'/><title type='text'>Suryakencana, Apa Adanya</title><content type='html'>Aku kembali masuk tenda untuk tidur. Di luar memang masih gelap, dengan bintang-bintang tampak begitu dekat. Berkilauan, seperti mengejap pada mata yang masih terasa berat. Pagi itu Alun-alun Suryakencana menawarkan keheningan yang utuh. Menuntunku ke dalam dunia yang asing. Tentu saja asing bagi diriku yang tiap hari berkutat di kesibukan kerja di kota yang bising. Udara dingin langsung menyeruak masuk ke dalam tenda saat pintunya terbuka. Membuat siapa saja akan dihinggapi rasa malas untuk meninggalkan kenyamanan dalam lelap. Tapi ada kewajiban yang tak bisa ditunda dan telah memaksaku keluar tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 - 3 Mei 2009, aku kembali melakukan perjalanan dengan Astacala. "Hanya" ke gunung Gede, memang. Tempat yang telah aku sambangi entah berapa kali sejak tahun 1988. Tapi tetap saja ini sebuah gunung, yang merupakan bagian dari alam. Gunung dengan hutan, tanjakan, lembah, dan misteri yang tak pernah lepas dari tubuhnya. Kita bisa saja mengatakan sudah mendaki gunung ratusan kali. Namun tetap saja, saat melakukan pendakian, kita tak pernah bisa tahu dengan persis, apa yang ada di dalam kepekatan rimba. Kita tak mampu menebak dengan pasti apa yang menanti di akhir setiap tanjakan; di balik setiap tikungan; atau di sela batang-batang pepohonan, karena kita memang bukan apa-apa di hadapan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat lagi dengan kata-kata Aconk di awal pendakian, bahwa dia belum lahir ketika aku pertama kali ke gunung Gede ini. Umur kami terpaut belasan tahun. Lebih dari satu dekade. Tapi tetap saja ini sebuah gunung, yang merupakan bagian dari alam. Alam tak pernah membedakan usia. Ia akan memberikan perlakuan yang sama, tak peduli apakah umur kita 21 tahun, 37 tahun, atau 71 tahun (Himawan Tedjomulyono lahir di Temanggung 12 September 1936, tercatat di MURI sebagai Pendaki Gunung tertua, 71 Tahun 3 Bulan saat mendaki Gunung Rinjani). Umur dan pengalaman akan sia-sia jika hanya untuk memanggul kesombongan menghadapi alam. Alam tetaplah sebuah misteri yang harus disikapi dengan jujur, termasuk kejujuran menyusun niat saat mencoba mengakrabinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa tujuanku ikut mendaki gunung Gede kali ini? Sekedar hunting foto? Melemaskan otot-otot yang sudah kaku, mencoba lebih dekat lagi dalam mengenal adik-adik di Astacala, atau ada niat-niat lain? Apapun itu, kita sama sekali tak bisa berbohong kepada alam. Ia akan memberi apa yang kita niatkan. Kalau hanya sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan alam, maka alam akan menyuguhkan keindahan yang memang kita inginkan. Karena alam selalu jujur dan tak pernah menyembunyikan apapun. Apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kondisi apa adanya itulah yang seringkali membuat manusia goyah. Sering manusia menipu diri sendiri, berusaha tampil dengan kondisi tertentu meski harus bersolek dan menutupi kekurangan. Padahal, itu beban yang akan memberatkan seumur hidup. Akibatnya, kepalsuan yang telah dipilih harus selalu dijaga dengan segenap kemampuan. Energi yang harusnya bisa dipakai untuk kegiatan yang lebih positif, malah habis dipakai untuk menambal kepalsuan-kepalsuan agar selalu utuh dan terlihat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keindahan alun-alun Surya Kencana&lt;br /&gt;yang batasnya memagar jiwa,&lt;br /&gt;kepalsuanpun kehilangan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keindahan alam akan mengajarkan pada setiap manusia, bahwa 'apa adanya' adalah sebuah keindahan. Berkali-kali perjalanan, ratusan kilometer lintasan yang akui jalanai bersama Astacala, semakin mengukuhkan keyakinan tadi. Ingin rasanya berbagi dengan teman-teman yang dulu sering bermain bersama di alam ini. Mereka pasti punya pelajaran lain yang diserap dari alam dan mungkin bisa sama-sama bertukar pikiran dan membagi pengetahuan. Tapi di dalam tenda ini, sebelah kiriku adalah Petong, dan di kanan Aconk, yang kebetulan baru kali ini aku merasakan perjalanan bersama mereka. Di tenda lain ada Somad, Singo, Rifki, Adek, Gimbal, dan Astaka. Bukan Gepeng, bukan Ewok bukan Isnanto, atau Irphan, yang dulu sering menemaniku berguru di alam dan terjebak dalam limpahan keindahan dan Rahmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Surya Kencana hanyalah alun-alun, yang keindahannya hanya sebingkai gambar&lt;br /&gt;atau menjadi semacam guru yang tak pernah kehabisan ilmu untuk ditebar. Sama seperti tempat-tempat lain di bumi ini. Sama seperti indahnya tempat pelelangan ikan, atau lapak-lapak tempat pemulung menukarkan ratusan gelas plastik bekas menjadi beberapa bilangan rupiah. Semua bisa menjadi indah, manakala hati kita terbuka menerima keindahannya, dan menyerapnya menjadi sesuatu yang berguna bagi kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3774770247447683241?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3774770247447683241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3774770247447683241' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3774770247447683241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3774770247447683241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/05/suryakencana-apa-adanya.html' title='Suryakencana, Apa Adanya'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-925550158013374464</id><published>2009-04-22T16:49:00.003+07:00</published><updated>2009-04-23T09:47:23.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asalasalan'/><title type='text'>Kebun (2)</title><content type='html'>Masih ada kebun lainnya. Ini kebun rahasia, karena tak ada orang lain dalam keluarga yang tahu keberadaan kebun itu (tiba-tiba aku ingat dengan The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett. Download aja di proyek gut**berg) ). Kebun itu terletak di sebuah tempat yang jauh dari rumah. Tentu, Kau pasti beranggapan bahwa 'jauh' itu satuan yang relatif. Berapa jauh kita melangkah, atau berapa jauh Kau sanggup pergi, adalah tipe pertanyaan yang jawabannya bisa memberi tafsiran yang beragam. Namun bisa disebutkan bahwa kebun itu jauh karena untuk mencapainya dibutuhkan waktu satu hari perjalanan dengan kendaraan. Bisa lebih cepat sih, kalau menggunakan pesawat terbang atau pakai transporter seperti yang ada di USS Enterprises milik Kapten Kirk dkk. di Star Trek. Tapi yang biasa dilakukan adalah perjalanan darat belasan jam. Oke, aku kira hal itu udah bisa menjelaskan kenapa kebun itu bisa dibilang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya cuma satu: kebun itu masih dikuasai orang lain. Lho?! Iya, sebab orang lain itulah yang pertama kali menemukan kebun itu lalu merawatnya di dunia ini. Catat: di dunia ini. Padahal, akulah yang menemukannya pertama kali, jauh sebelum dia lahir. Bahkan sebelum aku sendiri lahir. Ya, sebab akulah memang pemilik sah dari kebun itu sejak masih di alam arwah. *sok tau mode &amp;amp; nggak mau kalah mode: on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak papa. Keterpisahan kami itu tak akan lama (lagi-lagi, ukuran waktu adalah hal yang relatif). Setidaknya bila dibandingkan usia alam semesta ini, maka kepemilikan sementara itu tak akan lama. Kita akan segera mati, dan aku akan memiliki kebun itu. Selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku hanya bisa memandang kebun itu dari jauh. Mencium aromanya tiap kali angin menyusup di jendela dan membuat tirai berkibar-kibar. Kadang-kadang terbaca juga jejaknya dari ceceran tanah yang tersebar di berbagai tempat.  Pasti ada orang lain yang ikut melihat ceceran tanah itu, tapi aku tak peduli. Karena suatu saat, aku akan bertemu dan rebah di tengah kebun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 22 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-925550158013374464?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/925550158013374464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=925550158013374464' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/925550158013374464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/925550158013374464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/04/kebun-2.html' title='Kebun (2)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1068130075070204328</id><published>2009-04-22T16:39:00.000+07:00</published><updated>2009-04-22T16:41:13.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Kalau Marah</title><content type='html'>Sebagaimana manusia lainnya, saya juga pernah marah. Tidak ada manusia yang tidak pernah marah. Semua pasti pernah marah. Tidak berarti saya ini pemarah, lho. Lagipula, marah juga diperlukan, asalkan ada alasan yang benar dan sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, kadang ada yang marahnya berlebihan dan tidak proporsional lagi. Hanya karena satu masalah, marahnya merembet hingga ke masalah-masalah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, supaya marahnya nggak kebablasan, ada berbagai cara yang bisa dipakai. Sebelum menumpahkan kemarahan bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sedang berjalan, cobalah untuk berhenti&lt;br /&gt;Kalau sedang berdiri, cobalah untuk duduk&lt;br /&gt;Menarik napas beberapa kali&lt;br /&gt;Menghitung dari 1 - 100, kalau perlu sampai 1.000&lt;br /&gt;Cuci muka (untuk yang muslim, ambil air wudlu. kemarahan itu iblis, dan iblis itu terbuat dari api. maka usirlah marah denagn air wudlu)&lt;br /&gt;Mennyetel musik kesukaan&lt;br /&gt;Mengingat saat-saat kita sendiri melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;Hmmm.... mungkin ada cara-cara lain yang bisa dipakai. Kalau ada, boleh sharing di sini ;) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, sangat sulit mengendalikan kemarahan. Jangankan untuk cuci muka atau mendengarkan musik kesukaan, untuk menarik napas panjang saja sulit. Iya nggak? Tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1068130075070204328?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1068130075070204328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1068130075070204328' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1068130075070204328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1068130075070204328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/04/kalau-marah.html' title='Kalau Marah'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8660706094637871689</id><published>2009-01-23T16:07:00.001+07:00</published><updated>2009-01-23T16:09:53.430+07:00</updated><title type='text'>Hidup Untuk Memberi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SXmJIxZQp8I/AAAAAAAAA3Q/jWwx7cmZzCQ/s1600-h/gadisjeruk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SXmJIxZQp8I/AAAAAAAAA3Q/jWwx7cmZzCQ/s400/gadisjeruk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294413620741973954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku: Gadis Jeruk&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penulis: Jostein Gaarder&lt;br /&gt;Tebal: 242 halaman&lt;br /&gt;Penerbit: Mizan&lt;br /&gt;Cetakan: 1&lt;br /&gt;Tahun Terbit: 2005&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai makhluk hidup yang punya keterbatasan umur, setiap manusia normal yang berpikirian sehat akan berusaha meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, terutama keluarganya sendiri. Ada yang meninggalkan warisan berupa harta yang tak akan habis selama tujuh turunan. Ada juga yang mewariskan bekal ilmu pengetahuan dengan bantuan pendidikan yang setinggi-tingginya. Sebab riwayat hidup manusia memang punya keterbatasan dalam hal waktu dan ruang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterbatasan itu pula yang membuat manusia selalu bertanya tentang asal usul dan akhir kehidupan. Benarkah hanya saat ini saja kita hidup? Ataukah kita sebelumnya pernah hidup di alam lain? Atau benarkah saat kita mati nanti, riwayat kita memang benar-benar berakhir sampai di situ saja? Pertanyaan-pertanyaan serupa masih terus menggelitik alam pikiran manusia. Tentu saja, jawabannya kadang absurd. Jangankan untuk mengetahui kenyataan di luar hidup kita saat ini, bahkan mengetahui posisi kita dalam alam semesta yang luas ini pun kita belum mampu. Bukankah kita hanya bagian kecil saja dari semesta luas yang batasnya pun belum pernah terdeteksi?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu juga Jaan Olav, seorang dokter yang sedang mengidap penyakit yang membuatnya tak bisa hidup berumur panjang. Sebagai dokter, tak sulit baginya untuk mengetahui bahwa sakit yang dideritanya sangat parah dan ia hanya punya kesempatan hidup enam bulan saja. Maka selama enam bulan terakhir dalam hidupnya, ia menuliskan surat untuk Georg Roed, anaknya yang masih 3,5 tahun. Kesedihan terbesarnya adalah menyadari bahwa ia tak akan melihat anaknya tumbuh besar. Ia tahu, kalau hanya harta benda yang diwariskan, maka itu semua tak akan berumur panjang. Maka ia wariskan pandangannya mengenai kehidupan ini pada anaknya lewat sebuah surat panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu bukan surat biasa. Itu adalah kisah hidup Jan Olav sendiri, lengkap dengan pergulatan pikiran dan perasaan yang berkecamuk di dadanya. Jan Olav, yang terperangkap dalam tubuh manusia, lemah dan tak mampu menentang datangnya kematian, mungkn sedikit protes pada kehidupan ini. Kalau pada akhirnya kita hanya mati, adakah kita perlu melanjutkan kehidupan? Pertanyaan itu dijawab dengan menulis surat untuk Georg anaknya yang saat itu belum dewasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi tidak seperti surat wasiat biasa, ia malah menuliskan kisah tentang Gadis Jeruk, sebuah julukan bagi seorang gadis yang terlihat kali pertama saat membawa sekantung jeruk. Pertemuan pertama Jan Olav dengan Gadis Jeruk di sebuah trem membuka petualangan yang seru dan memikat dan mendominasi seluruh penuturan di buku ini. Sebagai kisah romantis, gaya penulisan buku ini mampu menjalin tema besar yang biasa diusung Jostein G dengan rapi. Pertanyaan-pertanyaan tentang Teleskop Hubble sekilas hanya sebagai pelengkap dan seolah kebetulan. Tapi bukankah kebetulan dalam kisah fiksi adalah kesengajaan yang dibuat oleh pengarang? Maka keberadaan teleskop raksasa yang diharapkan mampu mengetahui asal-usul jagat raya bukanlah hiasan pelengkap belaka. Namun merupakan instrumen yang sengaja dipasang untuk menggiring pembaca agar sampai pada tema besar yang dibawa Gardner.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara keseluruhan, kisah perburuan Gadis Jeruk oleh Jan Olav, yang disusun menjadi surat dan terbaca setelah belasan tahun kemudian, sangatlah memikat. Kita bisa saja membacanya hanya sebagai kisah romantis sepasang kekasih, tanpa harus terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis dari penulis. Terbukti, beberapa pembaca, dilihat dari review dan tinjauan buku yang ditulis di berbagai media, hanya membacanya sebatas kisah asmara romantis saja. Padahal, kandungan buku ini cukup berat. Tapi kepiawaian Jastein membungkus tema besar ini menjadikan buku ini terasa tipis bagi pembaca yang penasaran dengan akhir kisah asmara Jan Olav dengan Gadis Jeruk.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8660706094637871689?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8660706094637871689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8660706094637871689' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8660706094637871689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8660706094637871689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/01/hidup-untuk-memberi.html' title='Hidup Untuk Memberi'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SXmJIxZQp8I/AAAAAAAAA3Q/jWwx7cmZzCQ/s72-c/gadisjeruk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3948525391717667272</id><published>2009-01-21T08:23:00.000+07:00</published><updated>2009-01-21T08:24:49.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;br /&gt;Copyright 2009 michealheart. com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3948525391717667272?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3948525391717667272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3948525391717667272' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3948525391717667272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3948525391717667272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2009/01/we-will-not-go-down-song-for-gaza.html' title='WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4087714063164820202</id><published>2008-12-30T12:53:00.003+07:00</published><updated>2008-12-30T15:50:57.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Negriku Juga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah negri&lt;br /&gt;terhimpit bencana bertubi-tubi&lt;br /&gt;pengusiran, perampasan,&lt;br /&gt;membidani lahirnya generasi pejuang.&lt;br /&gt;pembunuhan, pembantaian,&lt;br /&gt;melahirkan generasi yang selalu siap perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tak pernah bisa memilih di negri mana&lt;br /&gt;kita ingin dilahirkan&lt;br /&gt;kita tak pernah meminta&lt;br /&gt;di tanah subur hijau permai ini kita dilahirkan.&lt;br /&gt;maka atas nama kemanusiaan, kita adalah saudara.&lt;br /&gt;atas nama kemanusiaan, kita merasakan ketidakadilan.&lt;br /&gt;bagaimana mungkin adil kalau batu dilawan lapis baja?&lt;br /&gt;bagaimana mungkin adil kalau kemiskinan ditindas sumber uang&lt;br /&gt;tak ada habisnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah negri&lt;br /&gt;bukan belas kasihan yang dinanti&lt;br /&gt;tapi ketulusan berjuang menegakkan keadilan.&lt;br /&gt;dari kejauhan aku cuma bisa mengirimkan doa&lt;br /&gt;semoga surga adanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 30 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4087714063164820202?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4087714063164820202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4087714063164820202' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4087714063164820202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4087714063164820202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/negriku-juga.html' title='Negriku Juga'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8970898293054640452</id><published>2008-12-18T09:28:00.001+07:00</published><updated>2008-12-18T11:45:29.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='railfans'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Serpong Malam Hari</title><content type='html'>sepulang dari kantor, terkadang saya tidak langsung menuju rumah, tapi berhenti agak lama di stasiun pemberhentian terakhir. apalagi kalau sedang sumpek dengan kerjaan kantor, sementara weekend masih jauh. niatnya sih, biar masalah kantor nggak kebawa ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stasiun nggak ngapa-ngapain selain nonton sepur, mendengarkan suara mesin dan peluitnya, menyimak pengumuman PPKA, atau menebak-nebak jenis lokomotif dari suara mesinnya yang khas. kadang-kadang, kalau lagi bawa kamera, suka saya sempatkan untuk motret juga, seperti foto-foto di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik gambar untuk melihat ukuran besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto #1:&lt;br /&gt;KA 370 (sudex = sudirman expres) yang saya tumpangi, duduk dengan manis di jalur 4. sesaat lagi dia akan menjelma menjadi KA 467 A (ciujung malam).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm6vpl7hRI/AAAAAAAAAxs/SBPvshLTkus/s1600-h/serpong_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm6vpl7hRI/AAAAAAAAAxs/SBPvshLTkus/s400/serpong_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280957365850178834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #2:&lt;br /&gt;pandangan ke arah timur, menunggu masuknya KA 378. hmm..... sepi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm7QMSd_3I/AAAAAAAAAx0/2yF7snmaunI/s1600-h/serpong_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm7QMSd_3I/AAAAAAAAAx0/2yF7snmaunI/s400/serpong_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280957924919607154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #3:&lt;br /&gt;wussh.... , KA 378 tiba&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm9AquOMrI/AAAAAAAAAx8/YwH7_C-BnFk/s1600-h/serpong_03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm9AquOMrI/AAAAAAAAAx8/YwH7_C-BnFk/s400/serpong_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280959857234424498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #4:&lt;br /&gt;kiri: KA 378 masuk di jalur 3. kanan: KA 467 A&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm9SjdkmsI/AAAAAAAAAyE/8uEXPdXWtfo/s1600-h/serpong_04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm9SjdkmsI/AAAAAAAAAyE/8uEXPdXWtfo/s400/serpong_04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280960164523186882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #5:&lt;br /&gt;ex KA 378 sedang langsir karena jalur 3 akan digunakan KA 974 (?) itu tuh...kereta langsam tujuan RK.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm_R_4-tII/AAAAAAAAAyM/1MiW2HFFLhM/s1600-h/serpong_05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm_R_4-tII/AAAAAAAAAyM/1MiW2HFFLhM/s400/serpong_05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280962353997722754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #6:&lt;br /&gt;hmm..... dinikmati aja deh. i love train&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm_-_ohZWI/AAAAAAAAAyU/B18M-CgXBHE/s1600-h/serpong_06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm_-_ohZWI/AAAAAAAAAyU/B18M-CgXBHE/s400/serpong_06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280963127022806370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #7:&lt;br /&gt;KA 378 selesai langsir.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnBVa6TqfI/AAAAAAAAAyc/sZ2ONkBzN8c/s1600-h/serpong_07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnBVa6TqfI/AAAAAAAAAyc/sZ2ONkBzN8c/s400/serpong_07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280964611813911026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;eh, wajah KA 467 A sudah berwarna hijau. penyebabnya pasti ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto #8.&lt;br /&gt;KA 467 A, ciujung malam&lt;br /&gt;jalur empat.&lt;br /&gt;aspek sinyal hijau, aman&lt;br /&gt;silakan berangkat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnCbHape9I/AAAAAAAAAyk/IN08_jTdOY0/s1600-h/serpong_08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnCbHape9I/AAAAAAAAAyk/IN08_jTdOY0/s400/serpong_08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280965809171692498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #9:&lt;br /&gt;ketika kereta berlalu, lampu sinyal berganti warna merah. jadinya hasil foto kayak gini, deh....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnCzRHv91I/AAAAAAAAAys/6bTl8dHKa5U/s1600-h/serpong_09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnCzRHv91I/AAAAAAAAAys/6bTl8dHKa5U/s400/serpong_09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280966224093640530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #10:&lt;br /&gt;kembali sunyi....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnElIjleHI/AAAAAAAAAy0/wk78ukLwN9M/s1600-h/serpong_10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnElIjleHI/AAAAAAAAAy0/wk78ukLwN9M/s400/serpong_10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280968180299561074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto #11:&lt;br /&gt;KA 974 di jalur 3. nggak sempet motret pas dia masuk stasiun.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnFct0cNHI/AAAAAAAAAy8/OwUHNKo1GPo/s1600-h/serpong_11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnFct0cNHI/AAAAAAAAAy8/OwUHNKo1GPo/s400/serpong_11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280969135195174002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dari rumah..., KDT telpon, "Honey, udah sampe mana?"&lt;br /&gt;waduh..., jawab apa, ya... bilang ini aja deh: "Iya, sebentar lagi sampe rumah. Serpong beszet nih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto #12:&lt;br /&gt;keluar lewat PJL sebelah barat stasiun. males kalau naik-turun tangga. motret lagi sebelum naik angkot.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnGMoIjl8I/AAAAAAAAAzE/jOqRC_2sN7k/s1600-h/serpong_12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnGMoIjl8I/AAAAAAAAAzE/jOqRC_2sN7k/s400/serpong_12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280969958302652354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oh iya, mohon maaf kalau fotonya nggak bagus dan beberapa tampak blur karena goyang. maklum, motretnya pulang kantor, dan saya nggak pernah nenteng-nenteng tripod ke kantor. sebagai gantinya, saya pake telponpod ini nih:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnQTPW1KpI/AAAAAAAAAzM/pb_OHnsR2to/s1600-h/tambah_box_telpon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 318px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUnQTPW1KpI/AAAAAAAAAzM/pb_OHnsR2to/s400/tambah_box_telpon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280981067026999954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cukup stabil untuk pengganti tripod, cuma kalau ada kereta lewat di sebelahnya, pasti goyang juga karena kesiur angin atau getaran yang timbul saat kereta lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh iya, semua gambar ini diambil di stasiun serpong. foto pertama dijepret pada pukul 19.36 dan foto terakhir pada 19.58. Hanya 22 menit di stasiun, dan hati kembali bergairah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8970898293054640452?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8970898293054640452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8970898293054640452' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8970898293054640452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8970898293054640452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/sepulang-dari-kantor-terkadang-saya.html' title='Serpong Malam Hari'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SUm6vpl7hRI/AAAAAAAAAxs/SBPvshLTkus/s72-c/serpong_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1015440122414156929</id><published>2008-12-11T15:58:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:59:35.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Setelah Empat Tahun</title><content type='html'>Setelah empat tahun&lt;br /&gt;masih saja ada yang tidak tepat.&lt;br /&gt;Kadang emosi bagai ombak mengalun&lt;br /&gt;kadang mengalir terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah empat tahun terlewati,&lt;br /&gt;aku pun sadar&lt;br /&gt;bahwa menjadi suami&lt;br /&gt;adalah proses untuk belajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1015440122414156929?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1015440122414156929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1015440122414156929' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1015440122414156929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1015440122414156929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/setelah-empat-tahun.html' title='Setelah Empat Tahun'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1927068624883704376</id><published>2008-12-04T17:10:00.001+07:00</published><updated>2008-12-04T17:24:16.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Blog Temen Lama</title><content type='html'>Biasanya saya seneng kalau menemukan blog seorang kawan yang udah lama nggak kontak komunikasi. Maklum, temen 1000 kurang sedangkan musuh 1 sudah kebanyakan.  Pasti saya senang dan langsung mencoba menghubunginya, dengan meninggalkan komentar, berlanjut ke japri dan tukeran nomer telpon.&lt;br /&gt;Tapi kali ini beda. Saya menemukan seorang &lt;a href="http://prihandoko-nge-blogjugaah.blogspot.com/"&gt;kawan lama&lt;/a&gt; yang nge-blog. Saya nggak langsung mencoba kontak dengan dia. Soalnya saya sebal karena saat saya klik gallery fotonya, kawan saya itu telah melemparkan saya pada kenyataan bahwa ada mimpi-mimpi saya yang belum terwujud. Khusus kawan yang satu ini, dia mengingatkan saya bahwa mimpi saya untuk punya sepeda gunung, masih sebatas angan-angan.&lt;br /&gt;Nanti, kalau kesal dan jengkel saya sudah hilang, saya akan hubungi lagi dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1927068624883704376?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1927068624883704376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1927068624883704376' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1927068624883704376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1927068624883704376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/blog-temen-lama.html' title='Blog Temen Lama'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8956631510533905865</id><published>2008-12-03T11:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T11:41:51.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Pemilu dan Kesibukan Kita</title><content type='html'>Tahun depan adalah Pemilu untuk memilih parlemen dan pemimpin nasional. Sejak beberapa bulan lalu, gairahnya sudah tampak. Di jalan-jalan, bendera-bendera partai sudah dipancangkan di tiang-tiang atau di pepohonan. Juga gambar-gambar caleg, terutama caleg tingkat daerah kabupaten/kota. Wajah-wajah asing bagi saya, terpampang dalam baliho yang terkadang ukurannya tidak masuk akal. Ini, memang bisa menjadi indikasi hidupnya demokrasi. Tapi, dari sisi lain, kita bisa melihatnya sebagai pemborosan, sekaligus upaya pembodohan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemborosan, itu sudah jelas. Berapa rupiah harus dikeluarkan untuk bendera-bendera, poster, stiker, ataupun baliho kayak layar tancep gitu? Apa tidak ada sasaran lain dalam daftar prioritas untuk menghabiskan uang? Bagi saya, pengeluaran uang untuk hal semacam itu merupakan pemborosan, sebab hsilnya sama sekali tidak ada jaminan. Belum ada penelitian yang menyimpulkan populer dan dipilihnya partai atau tokoh partai karena iklan yang disebarkan. Jadi, segala pengumuman yang menggunakan uang banyak itu sama sekali belum terbukti efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembodohan, sebab memang iklan lewat bendera, poster, ataupun bentuk-bentuk sejenis, akan membuat seseorang atau beberapa orang yang tertarik untuk terbawa iklan tersebut, menjadi orang-orang yang tidak rasional. Bagaimana mungkin seseorang memilih seorang tokoh hanya karena alasan iklan? Memang akan ada yang melakukan hal tersebut, dan jumlahnya belum pernah dihitung siapapun. Tapi, itu kan tidak rasional? Orang yang terjebak iklan tersebut sudah terjebak dalam pembodohan. Apa iya partai atau tokoh partai yang dipilihnya itu benar-benar dikenalnya? Paling-paling hanya karena "biasa ngeliat wajahnya di poster," atau "benderanya udah akrab, udah sering liat." Lha... ini kan pembodohan. Dan ini sudah berlangsung lama, serta tampaknya akan terus berlangsung lama. Jadi program berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang ingin memilih, ya harusnya dipilih dengan pertimbangan masak-masak, bukan karena sogokan iklan, dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebagian besar dari kita tampaknya memang tak peduli dengan berbagai atribut tadi. Hidup tetap berjalan sebagaimana biasa. Nggak ada yang peduli kecuali pengurus partai atau tim sukses caleg daerah yang dapet jatah kerja untuk sosialisasi, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya kecewa, sebab kebanyakan bendera, atau stiker, atau poster, atau baliho tadi, jadi mengesankan pemandangan yang berantakan. Masa di tengah-tengah hijau dan rimbunnya daun, ada bendera warna-warni? Tembok mana di pinggir jalan yang tidak ditempeli poster atau stiker gambar caleg daerah? Dengan kata lain: Merusak Pemandangan. Itu ajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8956631510533905865?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8956631510533905865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8956631510533905865' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8956631510533905865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8956631510533905865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/pemilu-dan-kesibukan-kita.html' title='Pemilu dan Kesibukan Kita'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6843689378262779588</id><published>2008-12-02T16:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T16:12:58.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Belajar Ikhlas</title><content type='html'>Kecewa bisa datang pada siapa saja. Kita semua pernah merasakannya. Kita kecewa karena ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, atau keinginan kita, atau target-target yang telah kita susun ternyata meleset. Hal-hal seperti ini ternyata bisa membuat kita kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya kekecewaan ini bisa dihindari. Ini hanya soal mengatur niat saja. Niat saat hendak melakukan sesuatu. Sebagai contoh, ketika saya memberikan sesuatu kepada seseorang. Jika niat tersebut bertujuan agar saya bisa mendapatkan ucapan terima kasih, maka saya pasti akan kecewa kalau orang tersebut menganggap pemberian saya biasa-biasa saja, dan tidak merasa perlu untuk mengucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, kalau saya melakukan pekerjaan semata diniatkan hanya untuk memperoleh gaji saja, maka saya akan kecewa kalau ternyata dalam melakukan pekerjaan (meskipun tetap mendapat gaji utuh), saya berkali-kali disalahkan atasan. Kenapa? karena niat tadi tidak saya atur dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak datang kekecewaan, maka niatkanlah segala sesuatu untuk mendapatkan Keridloan Allah SWT. Tidak boleh ada niat lain, selain ibadah tersebut. Ini bukan saja akan menjaga kita dari kekecewaan, tetapi akan tetap menjaga kita agar terus berada di jalan yang benar. (Bagaimana mungkin kita mencuri dengan niat mendapatkan Ridlo-Nya?) Ini bukan hanya dalam pekerjaan ritual ibadah saja, tetapi mencakup semua hal yang dilakukan (termasuk nge-blog). Nah, konon, itu salah satu bentuk keikhlasan, hanya mencari keridloan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih, masih belajar untuk ikhlas... masih jauh dari orang dengan status ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6843689378262779588?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6843689378262779588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6843689378262779588' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6843689378262779588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6843689378262779588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/12/belajar-ikhlas.html' title='Belajar Ikhlas'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4717135575953235036</id><published>2008-06-27T15:33:00.002+07:00</published><updated>2008-06-27T15:56:36.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Pesta Buku Jakarta</title><content type='html'>Biasanya, bulan Juni di Jakarta, selalu identik dengan Jakarta Fair. Acara tahunan yang menurut saya cocok buat yang senang hiburan tersebut, selalu dipadati pengunjung, (termasuk copet-copet, hehe). Namun, selain Jakarta Fair, ada juga acara lain yang menurut saya lebih menarik, yaitu Jakarta Book Fair, atau biasa dikenal sebagai Pesta Buku Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya info tentang acara ini sudah tersebar luas di mana-mana, tapi karena ada &lt;a href="http://profiles.friendster.com/8497648" target="_blank"&gt;kenalan saya &lt;/a&gt; yang selalu mengingatkannya (meskipun dengan cara menanyakannya kepada saya), maka saya tulis saja di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SGSnGdLjPnI/AAAAAAAAAPM/u4ZPona2FAk/s1600-h/pestabukujkt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SGSnGdLjPnI/AAAAAAAAAPM/u4ZPona2FAk/s400/pestabukujkt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216477997756006002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pesta Buku Jakarta kali ini diselenggarakan tanggal 28 Juni 2008 sampai dengan tanggal 6 Juli 2008. Penyelenggaranya adalah Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta Raya (Ikapi Jaya). Tempatnya, seperti biasa, di gedung Istora Senayan Jakarta. Itu tuh, tempat yang kemarenan jadi tempat perebutan Piala Thomas dan Piala Uber. Meskipun menurut saya, tempatnya masih kurang luas, tapi cukup nyaman juga kalau ke sana pas ketika tidak sedang ramai-ramainya. Karena diadakan di bulan Juni, maka penyelenggaraannya juga dikaitkan dengan perayaan ulang tahun kota Jakarta yang tahun ini berusia 481 tahun. Tidak heran kalau yang membuka pesta ini adalah (rencananya) Gubernur yang berkumis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, tema yang dipilih penyelenggara kali ini. Bayangkan saja, masa temanya adalah "Jakarta Banjir". Nah lho... aneh 'kan? Maksudnya, banjir itu... yeah, kita lihat saja sendiri, apa maksud banjir di situ. Yang jelas, sangat mudah menemukan buku-buku di sana. Iya dong, namanya aja pesta buku. Tentu saja akan ada potongan harga, mulai 10 % hingga 70 %. Saya sering membeli buku-buku murah di acara ini pada penyelenggaraan yang lalu-lalu. Biaasanya, buku-buku yang masuk kategori cuci gudang" atau cacat produk dijual dengan harga sanagt murah. Tapi jangan keliru, maksudnya cacat di sini, mungkin sampulnya ada yang cetakannya terbalik, atau sudutnya bolong, dsb., sehingga tidak layak untuk dijual di toko pada umumnya.  Selain itu, berkumpulnya berbagai penerbit di satu tempat akan memudahkan kita untuk mencari buku-buku dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya.... ada satu hal lagi, acara ini gratis. Datang saja, nggak dipungut bayaran, kok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4717135575953235036?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4717135575953235036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4717135575953235036' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4717135575953235036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4717135575953235036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/06/pesta-buku-jakarta.html' title='Pesta Buku Jakarta'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/SGSnGdLjPnI/AAAAAAAAAPM/u4ZPona2FAk/s72-c/pestabukujkt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5556403168166620450</id><published>2008-06-24T17:01:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T17:02:52.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aturan nggak jelas'/><title type='text'>Nggak Boleh Tepat Waktu</title><content type='html'>Hari ini di kantor beredar bocoran memo tentang jam kerja di kantorku. Dari desas desus, akan diatur agar karyawan tidak boleh datang dan pulang kantor tepat waktu. Lho!? Kok tepat waktu malah nggak boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata maksudnya adalah tidak boleh mepet waktu. Jadi, karyawan harus datang 10 menit sebelum jam masuk kantor, kemudian keluar kantor jauh setelah jam kantor usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau begitu, buat apa ditetapkan aturan bahwa "JAM KANTOR ADALAH JAM 08.00 - 17.00" Bayangkan saja, datang dan pulang tepat waktu tidak boleh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tahu, apa sanksi bagi pelanggaran aturan baru ini. Yang jelas, untuk pulang, tidak boleh sebelum 17.30. Sebenarnya nggak masalah kalau kelebihan waktunya itu dihitung lembur dan over time bisa dikonversi menjadi uang. Masalahnya, di kantorku (perusahaan kecil milik perseorangan) tidak mengenal istilah over time bag staf atua karyawan biasa. Kecuali office boy dan cleaning service. Mereka malah dapet lembur kalau kerja over time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kalau ada karyawan yang pulang cepat, meskipun sudah melewati jam kerja, pasti akan ditegur dan disindir-sindir. Akan dikatakan bahwa sebaiknya pulang setelah 17.30. Coba kita hitung-hitung, kalau masuk jam 07.50 dan pulang jam 17.30, maka jam kerja dalam satu hari setelah dipotong istirahat 1 jam, adalah:&lt;br /&gt;17.30 - 07.50 - 1= 1.050 menit - 470 menit - 60 menit = 520 menit&lt;br /&gt;atau 8 jam 40 menit.&lt;br /&gt;dalam satu minggu (5 hari kerja) menjadi: 2.600 menit = 43 jam 20 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ini sudah di luar standar Depnaker. Sisa 3 jam 20 menit dalam seminggu, harus dikonversikan dalam bentuk kompensasi lembur dong!!! Ini kalau mengacu pada keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia nomor KEP. 102/MEN/VI/2004&lt;br /&gt;Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi susah juga sih. Soalnya kantornya bukan perusahaan pemerintah, juga bukan swasta besar. CUma perusahaan milik perorangan. Apa kata pemilik, ya itulah aturan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5556403168166620450?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5556403168166620450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5556403168166620450' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5556403168166620450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5556403168166620450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/06/nggak-boleh-tepat-waktu.html' title='Nggak Boleh Tepat Waktu'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5816720202471201364</id><published>2008-06-12T11:26:00.000+07:00</published><updated>2008-06-12T11:29:46.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>16Jam Perjalanan Darat</title><content type='html'>Sekali lagi aku terpaksa melakukan perjalanan darat dari Medan menuju Meulaboh. Sebenarnya kalau harus menempuh perjalanan darat, aku lebih suka melalui jalur Banda Aceh - Calang - Meulaboh. Menyusuri pesisir melalui sebagian jalan baru yang belum selesai (karena jalan lama rusak digilas tsunami 2004). Soal pemandangan sih, sama-sama indah. Tapi waktu tempuhnya bisa jauh berbeda. Perjalanan darat Medan - Meulaboh paling tidak harus ditempuh selama 12 jam, sedangkan dari Banda, bisa separuhnya. Lho, kenapa ke Medan, kalau begitu? Sebab tadinya aku berniat naik Susi Air dari Medan, tapi tiketnya sudah habis. Terpaksa menggunakan jalur darat. Tahu begini, mending ke Banda, sekaligus bertemu dengan teman yang sedang di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggunakan jasa travel yang menggunakan kendaraan Kijang Kapsul. Sengaja meminta duduk di samping supir, suapaya lebih lega. Jadwal berangkatnya setelah maghrib. Itu artinya sekitar jam tujuh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mobil baru berangkat dari loket travel jam 19.30. Masih ada beberapa jam sebelum berangkat. Ada niat juga ingin jalan-jalan di Medan ini, siapa tahu bisa ketemu &lt;a href="http://putirenobaiak.wordpress.com/"&gt;teman maya&lt;/a&gt; yang berdomisili di sini. Tapi urung, sebab waktunya nggak cukup banyak. Nanti saja mampirnya, sepulang dari Meulaboh, sekaligus cari oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 penumpang termasuk aku. Dua diantaranya adalah seorang ibu dan anaknya yang masih kecil. Supirnya membawa mobil dengan kecepatan sedang-sedang saja, setidaknya menurut ukuran perjalanan jarak jauh antar kota. Dengan kecepatan seperti itu, aku perkirakan jam 10 keesokan harinya baru akan tiba di Meulaboh. Itu berarti 15 jam perjalanan. Waduh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraanku tidak meleset terlalu jauh. Setelah 16 jam di dalam mobil dengan jok panas dan AC yang tidak dihidupkan karena supir dan sebagian penumpangnya merokok, tibalah aku di Meulaboh. Entah karena supirnya tidak berani terlalu ngebut, atau karena terlalu sering singgah (5 kali pemberhentiaan dengan waktu antara 15 menit hingga 30 menit. Bahkan di Alue Bilie pun masih berhenti untuk sarapan, padahal Meulaboh sudah dekat!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, malah tidak bisa istirahat (tidur). Badan terasa panas dalam. Mata lelah, tapi tidak bisa tidur (mana bisa mengubah jam biologis dengan cepat). Jadi langsung ke kantor saja dan melakukan aktifitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor, apa bisa kerja? Hmm.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5816720202471201364?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5816720202471201364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5816720202471201364' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5816720202471201364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5816720202471201364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/06/16jam-perjalanan-darat.html' title='16Jam Perjalanan Darat'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5791583474894602362</id><published>2008-04-07T16:19:00.003+07:00</published><updated>2008-06-12T11:32:32.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usul'/><title type='text'>Asal Usul Teh</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;(versi Goscinny &amp;amp; Uderzo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada satu cerita tentang awal mula bangsa Inggris senang minum teh. Satu ketika, seorang dukun dari Inggris datang ke kampung Ghalia. Dalam versi aslinya, ditulis Gaule. Ia bermaksud meminta ramuan ajaib kepada dukun dari bangsa Ghalia. Ramuan yang diyakini sangat ampuh untuk menambah kekuatan bagi siapa saja yang meminumnya. Ia membutuhkannya karena bangsanya, bangsa Inggris, sering terdesak dalam perang menghadapi bangsa Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibuatkanlah ramuan itu, oleh dukun Panoramix di kampung Ghalia. Setelah selesai, Panoramix mengantarkan rekan sejawatnya tadi pulang ke Inggris. Bersamanya, turut pula Asterix, Obelix, dan tak ketinggalan Idefix.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, perjalanan itu tak mulus. Mata-mata Romawi berhasil mengetahui bahwa rombongan kecil itu sedang mengemban misi penting: membawa senjata rahasia bagi bangsa Inggris untuk menghadapi tentara Romawi. maka rombongan kecil itu terus menerus mendapatkan gangguan. Berbagai upaya dilakukan untuk merebut ramuan yang dibawa dalam gentong kayu tersebut. Setidaknya, mencegahnya agar gentong ramuan ajaib tadi tidak sampai ke bangsa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R_wgvEWXthI/AAAAAAAAAPE/e49vAv8mvp0/s1600-h/asterix_11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R_wgvEWXthI/AAAAAAAAAPE/e49vAv8mvp0/s400/asterix_11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187056863817479698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);font-size:85%;" &gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asterix_in_Britain" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tentara Romawi memang gagal mendapatkan gentong itu, tapi mereka berhasil menghancurkannya. Maka pupuslah harapan dukun Inggris untuk dapat menolong bangsanya dengan bantuan ramuan ajaib bangsa Ghalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah dukun Panoramix cerdik. Ketika mereka telah tiba di Inggris, dukun dengan bersabit emas itu mengatakan bahwa ia bisa membuat ramuan itu. Padahal mereka berada jauh dari kampung Ghalia, dan beberapa rempah-rempah harus diambil dari hutan di dekat kampung Ghalia itu. Tapi Panoramix meyakinkan yang lain bahwa ia bisa, sambil menunjukkan daun-daun yang ada di saku jubah putihnya. Kebetulan di perjalanan Panoramix memang memetik daun yang tumbuh di pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dibuatlah ramuan dengan menggunakan daun tadi sebagai bahannya. Tentu saja Asterix tahu, bahwa ramuan yang dihasilkan bukanlah ramuan ajaib. Namun bangsa Inggris tidak mengetahuinya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meminum ramuan itu, bangsa Inggris sangat yakin bahwa kekuatan mereka sudah bertambah. Bukankah mereka sudah minum ramuan ajaib? Hasilnya sungguh menakjubkan. Di dalam pertempuran, mereka bisa mengalahkan tentara Romawi. Misi berhasil, dan Asterix beserta kawan-kawannya pulang kembali ke Ghalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, Asterix sempat bertanya daun apakah sebenarnya yang digunakan Panoramix untuk membuat ramuan itu. Panoramix, menjawab singkat:&lt;br /&gt;"Daun teh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya daun teh, kenapa ramuan itu bisa begitu berkhasiat bagi bangsa Inggris pada saat itu hingga mampu mengalahkan tentara Romawi? Ataukah Panoramix berdusta dan memasukkan ramuan lain ke dalam panci tehnya? Rasanya tidak seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5791583474894602362?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5791583474894602362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5791583474894602362' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5791583474894602362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5791583474894602362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/04/asal-usul-teh.html' title='Asal Usul Teh'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R_wgvEWXthI/AAAAAAAAAPE/e49vAv8mvp0/s72-c/asterix_11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1903707282142696031</id><published>2008-04-04T14:14:00.000+07:00</published><updated>2008-04-04T14:15:00.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Konstruksi</title><content type='html'>Pernah kerja di kantor konstruksi? Saya belum pernah, tapi kantor tempat saya kerja saat ini memiliki divisi konstruksi. Sedikit banyak, saya tahu jumlah uang yang beredar dan uang yang tidak beredar (walaupun sudah dianggarkan). Artinya, ada uang yang harusnya digunakan untuk keperluan tertentu, ternyata masih ngendon saja di rekening proyek. Begitu proyek selesai, uang tadi dihitung sebagai sisa anggaran dan sah disebut sebagai keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diibaratkan perdagngan, ini pasti selisih antara modal dengan jumlah penjualan. Keuntungan. Perdagangan tidak dilarang dan merupakan cara halal mencari uang. Tapi jadi lain masalahnya kalau sisa anggaran tadi jumlahnya nggak masuk akal dan prosentase terhadap nilai proyeknya begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, apa anggarannya digelembungkan, sehingga bisa banyak sisanya? (kalau sebulan ada sisa sampai 2 milyar, itu banyak apa nggak, ya?) Sebenarnya tanpa menggelembungkan anggaranpun, realisasinya tak akan melebihi jatah yang diberikan. Sisa itu tadi, selain karena efisiensi, juga hasil dari "efisiensi" dalam bentuk lain. Jadi, misalkan anda disuruh mengaspal jalan setebal 7 cm, bikinlah 5 cm saja, maka akan ada sisa yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya berdebat dengan teman kantor, tentang siapa saja yang "ikut menanggung" dosa? Saya cuma orang IT. Keterlibatan saya cuma menyediakan software untuk bagian keuangan serta menjamin beroperasinya semua perangkat IT. Apa ikut kebagian dosa? Yang jelas, saat bagi-bagi bonus dari keuntungan proyek, saya nggak kebagian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1903707282142696031?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1903707282142696031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1903707282142696031' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1903707282142696031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1903707282142696031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/04/konstruksi.html' title='Konstruksi'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3618971222930650322</id><published>2008-04-03T14:18:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T14:19:00.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Alergi Obat</title><content type='html'>Obat semestinya menyembuhkan penyakit dan menghilangkan rasa sakit. Bukan sebaliknya: menambah penyakit dan rasa sakit. Tetapi hal ini tidak berlaku pada semua orang. Beberapa orang tertentu memiliki alergi terhadap obat. Ketika meminum obat tertentu, tubuhnya akan bereaksi. Bukan reaksi yang baik, tetapi malah berakibat buruk seperti badan yang gatal-gatal, bintik-bintik merah, diare, hingga sesak napas dan bahkan mengakibatkan kematian. Kenapa obat justru menambah penyakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alergi obat terjadi karena tubuh menganggap obat yang dikonsumsi (biasanya dari jenis antibiotika penisilin, sulfonamid, obat analgetik (pain killer), serta obat antipiretik (penurun panas)) sebagai bahan berbahaya yang harus dilawan. Efek gatal, kemerahan pada kulit, dan sebagainya itu, adalah wujud dari pertempuran antara sistem kekebalan tubuh dengan kandungan obat. Resiko alergi terhadap obat ini lebih tinggi pada mereka yang sering mengkonsunsi obat-obatan. Pada awalnya, mungkin obat tertentu tidak akan menimbulkan alergi. Tapi semakin sering obat terebut dikonsumsi, tubuh akan semakin sensitif. Maka bisa saja terjadi kelainan pada tubuh kita karena alergi terhadap obat yang sudah biasa kita minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada obat untuk menghilangkan alergi? Kalau sekedar menghilangkan gejala, tentu saja ada. Namun sifatnya sementara. Sifat ketahanan tubuh yang alergi terhadap obat tadi, tidak akan bisa hilang. Reaksi tersebut akan datang lagi jika pemicu alergi kembali dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, terus bagaimana caranya supaya kita nggak makin tersiksa gara-gara obat yang kita tenggak ternyat amalah menimbulkan alergi? Gampang. Ingat-ingat saja obat apa yang membuat kita alergi. Kalau suatu saat kita sakit, maka katakanlah kepada dokter bahwa kita memiliki alergi terhadap obat. Maka dokter akan memberikan obat yang "aman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau terlanjur terkena dampak akibat alergi terhadap obat, maka langkah pertama adalah hentikan semua obat yang dikonsumsi. Lalu pergilah ke dokter yang memberi resep atau dokter terdekat lainnya. Mintalah supaya obat-obatan tersebut diganti, beserta tambahan obat anti alergi. Kecuali untuk kasus-kasus alergi tertentu seperti &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stevens-Johnson_syndrome" target="_blank"&gt;Stevens-Johnson syndrome&lt;/a&gt; maka pengobatan dari dokter Puskesmas sudah cukup, kok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3618971222930650322?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3618971222930650322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3618971222930650322' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3618971222930650322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3618971222930650322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/04/alergi-obat.html' title='Alergi Obat'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8039891266594253577</id><published>2008-03-26T10:15:00.001+07:00</published><updated>2008-03-26T13:48:23.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Dunianya Orang Pengecut</title><content type='html'>Udah liat &lt;a href="http://wiki.cahandong.org/Ahmad_Dhani" target="_blank"&gt;ini&lt;/a&gt; ? Hihihi... lucu banget deh, tu orang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa dia bilang, "Internet itu dunianya orang pengecut." Lah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada untungnya juga dunia ini ada orang kayak gitu. Soalnya kita jadi punya bahan buat tertawa, dan tertawa itu sehat. Yang tidak sehat itu kalau arogan, menganggap rendah orang lain, menghina orang lain, membodoh-bodohi orang lain, memperlakukan pasangan seperti memperlakukan penjahat kambuhan seraya mengaku sebagai orang relijius dan dekat dengan ulama-ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, gak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8039891266594253577?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8039891266594253577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8039891266594253577' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8039891266594253577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8039891266594253577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/03/dunianya-orang-pengecut.html' title='Dunianya Orang Pengecut'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8696233722538281282</id><published>2008-03-19T16:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T16:41:33.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Sarapan, euy...</title><content type='html'>Sejak masih kecil, saya selalu dibiasakan sarapan oleh orang tua saya. Makanya kebiasaan itu terus terbawa sampai saya duduk di bangku SMA. Lho... kok cuma SMA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, soalnya sewaktu kuliah, saya tinggal di dalam rumah kontrakan, bertujuh dengan kawan-kawan saya. Nah, urusan sarapan jadi urusan yang menyita waktu yang tidak sedikit. Mesti pergi ke warung atau memasak dulu. Memang sih, ad ajug atukang bubur kacang ijo atau bubur ayam yang lewat di depan rumah, tpai waktunya nggak pasti. Kadang pagi-pagi sekali, kadang jam 8 juga belum nongol, Maka kebiasaan sarapan tidak lagi jadi kebiasaan sewaktu saya kuliah. Saya sih, nggak tau secara persis, apa &lt;a href="http://www.duniabelajar.com/guru-artikel-lihat.php?id=7&amp;amp;kelas=14" target="_blank"&gt;pentingnya sarapan&lt;/a&gt; bagi tubuh manusia. Cuma karena kebiasaan saja, maka kalau nggak sarapan, perut saya suka keroncongan. Hehehe... Tapi karena kondisi di rumah kontrakan itu, saya jadi nggak rutin lagi sarapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai kuliah dan kemudian menikah, sarapan di rumah hanya saya akukan di luar hari kerja saja. Sebab, kalau hari kerja, saya harus keluar rumah pagi-pagi sekali. Mau sarapan, kayaknya nggak sempat, gitu. Jadi saya berangkat pagi, kemudian sarapan di warung dekat kantor. Itu pun nggak selalu dilakukan. Kadang saya hanya mampir ke warung kopi dan menyeruput secangkir kopi sambil baca-baca koran pagi. Judulnya, ya tetap sarapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini sih, saya menjalaninya dengan perasaan biasa saja. Ya, tentu saja saya menikmatinya. (gimana nggak nikmat, lha wong masih banyak saudara-saudara kita yang jangankan sarapan, makan sehari sekali saja jarang!). Makanya, saya menjalaninya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi paling nggak enak kalau setelah sarapan sebelum masuk kantor, lalu kita dipaksa "sarapan" lagi. Bukan berupa asupan makanan atau minuman bergizi, melainkan tumpukan tugas serta perintah sana sini yang kadang disertai dengan kata-kata yang nggak enak didengar telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya nggak ikhlas bekerja atau menuruti perintah atasan, tapi 'kan perut saya sudha kenyang, jadi kalau ditambah "sarapan" yang nggak enak, yaaa.... perasaannya jadi nggak nikmat lagi, 'kan? Yang lebih mengherankan lagi bagi saya, kalau ada orang yang sarapan paginya bukan asupan makanan ataupun tugas yang menumpuk, melainkan sarapan berupa marah-marah dan protes sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lho...  orang yang kayak gitu. Pagi-pagi udah marah-marah, sambil tunjuk hidung sana-sini. Yeah, apa enaknya sarapan begituan? Yang denger aja udah mual, apalagi kalau yang melakukan, ya? Heran saya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8696233722538281282?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8696233722538281282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8696233722538281282' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8696233722538281282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8696233722538281282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/03/sarapan-euy.html' title='Sarapan, euy...'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5992580262858413118</id><published>2008-03-17T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T14:38:24.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Telpon Kantor</title><content type='html'>Sejak berganti mesin PBX (PABX), di kantorku, ada aturan baru dari bagian HRD &amp;amp; Umum. Sekarang, setiap akan menggunakan telepon, harus memasukkan kode tertentu terlebih dahulu. Kode (6 digit) ini berbeda untuk setiap pesawat telpon. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengontrol penggunaan telpon agar hanya bisa digunakan oleh orang yang berhak saja. Jadi, saya hanya bisa menggunakan telepon di meja saya saja, tidak bisa menggunakan telpon yang ada di meja direktur, misalnya. (songong banget, mau pake telponnya direktur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, setiap orang bertanggung jawab terhadap telepon yang digunakan. Kalau tagihannya membengkak sampai melewati batas kewajaran (bisa diketahui dari program billing untuk mengetahui nomor tujuan yang telah di-dial dari ekstensi telepon tertentu), maka orang yang bersangkutan tidak bisa mengelak dan berkilah bahwa telponnya digunakan oleh orang lain. Sebab hanya dia yang tahu kode untuk menggunakan telpon tersebut. Akibatnya, nggak bisa lagi sembarangan telpon sana telpon sini sesuka hati. Kalau tagihannya melambung tinggi, bisa-bisa gaji dipotong. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya metoda ini punya kekurangan. Terutama pada saat awal penerapannya. Banyak teman-teman yang lupa nomer kode untuk telponnya. Akibatnya, pinjam telpon tetangga jadi pilihan. Kalau sudah begitu, maka laporan billing menjadi tidak akurat lagi, sebab sebuah ekstensi telpon ternyata tidak digunakan oleh satu orang. Lucunya lagi, ada kawan saya yang lupa terus nomer kodenya. Maklum, bagi sebagian orang, tidak mudah menghafal deretan enam angka. Lalu ia sengaja sharing kode nomer telponnya itu ke orang lain agar ketika ia lupa, ia bisa menanyakan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, saya juga termasuk yang tahu nomer kodenya. Maka, kalau suatu saat saya berniat jahat, bisa saja saya gunakan telponnya sepuasnya, kemudian beban tanggung jawab penggunaannya dibebankan kepada kawan saya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5992580262858413118?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5992580262858413118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5992580262858413118' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5992580262858413118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5992580262858413118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/03/telpon-kantor.html' title='Telpon Kantor'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-619389083381487362</id><published>2008-03-04T10:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T10:23:10.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Nikmatnya Jadi IT Support</title><content type='html'>Ini sedikit pengalaman saya ketika menjadi IT Support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi, saya harus datang lebih pagi dari yang lain. Pertama kali memeriksa server, apakah sentral semua komputer tersebut masih menampakkan tanda-tanda kehidupan ataukah sudah tepar. Lantas memeriksa Modem ADSL dan koneksi ke dunia luar. Setelah semua OK, maka koneksi internal menjadi urusan berkutnya untuk diperiksa. Maklum, percuma saja server hidup kalau koneksi dari komputer lain terputus karena ada beberapa data yang hanya disimpan di server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, barulah saya akan duduk nyaman di hadapan komputer saya. Membuka RSS Feeder dan membaca berit amenarik, sambil sesekali menyapa teman yang sudha online. Saya akan menunggu panggilan dari para client saya: teman-teman sekantor, ketika mereka mengalami kesulitan dalam bekerja. Apa saja, akan dilaporkan kepada saya, sepanjang berurusan dengan komputer. Mulai dari mouse yang tidak berkedip-kedip,  sampai dengan software aplikasi sederhana buatan saya yang tiba-tiba ngadat. Mulai dari screen filter yang mencong, sampai urusan flash disk yang tidak terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya hal-hal tadi sangat menyenangkan. Tentu saja melelahkan. Kerja apa sih, yang tidak melelahkan? Apalagi kadang saya bisa tahu password apa saja yang dipilih teman-teman untuk mengakses komputer mereka. Lucu juga kalau ada yang menggunakan nama pacar sebagai password. Huehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga hal lain yang menyebalkan. Ini terjadi kalau urusan pendukung tidak berjalan lancar seperti semestinya. Maksudnya begini: Komputer dan peralatan IT lainnya bisa beroperasi dan digunakan kalau ada sumber tenaga. Nah, terkadang listrik tidak tersedia dengan mudah. Ada saja kabel-kabel atau colokkan listrik yang tidak berfungsi. Bayangin aja, pernah saya melakukan setting di ruang meeting. Proyektor sudah disiapkan, laptop sudah dihidupkan, Wireless Access Point sudah diatur supaya semua peserta yang membawa laptop bisa terhubung dalam satu jaringan. Begitu juga dengan mesin printer yang siap mencetak segala hal yang diinginkan. Eh, pas mau dinyalain, nggak ada respon sama sekali. Nggak ada suara kipas ataupun hembusan udara hangat dari kisi-kisi di samping laptop atau proyektor. Nah lho!!! kenapa neh? Ternyata, stop kontak yang menempel di dinding dengan manisnya tak memiliki arus listrik. Duh, kuli bego mana yang membangun gedung ini? Stop kontak sudah menempel dengan manis, plafon sudah ditutup, tapi nggak ada setrumnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa melubangi dinding. Memasukkan kabel hingga tembus ke ruang sebelah, lalu memasang stacker dan stop kontak baru. Selesai? Belum! Ternyata kabel UTP yang menghubungkan ruang meeting ini juga anteng-anteng aja saat saya colokkan ke kabel tester.  Nggak ada LED berkedip-kedip dalam urutan tertentu yang menandakan kabel terhubung ke router. Oalah... percuma aja dipasang Wireless Access Point kalau LAN belum nyambung sampai ruang ini. Terpaksa tanya bagian umum, untuk melihat-lihat gambar jalur kabel yang ada. Maklum, bukan saya yang memasang jaringan LAN di kantor ini. Ternyata tidak mudah mencari lembaran peta jaringan di sini. Terpaksa mereka-reka dan melakukan tes satu per satu terhadap kabel  yang sudah ada. Ini nggak mungkin selesai satu hari. Terpaksa meeting cuma pakai papan tulis white board dan spidol. Tanpa proyektor ataupun laptop. Apalagi Wireless LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, tiga lembar peta jaringan kabel di tiga lantai tergeletak di meja saya. Nah, tenyat adata nya juga nggak akurat. Terpaksa memberi identitas ulang. Selama ini, hanya dua komputer yang online di lantai satu gedung kantorku. Padahal, ada 8 untai kabel UTP yang menjuntai dari langit-langit di ruang meeting. Terpaksa beli switch lagi untuk diletakkan di atas plafon ( = buka plafon). Lagi-lagi, sumber arus listrik jadi hambatan. Mau dicolokkin kemana switch 16 port ini? Apa saya harus minta peta jaringan listrik lagi dari bagian umum dan dua hari lagi baru tersedia data yagn saya minta? Nggak deh. Kapok. Mendingan saya kerjain sendiri. Kabel listrik yang sudah saya tembuskan ke ruang sebelah, saya atur lagi supaya terbagi juga ke atap ruang meeting. Hihihi... IT Support masang kabel listrik di atas plafon? Jangan gila dong... Tapi begitulah, kalau nggak gila, udah lama saya hengkang dari kantor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... suka duka jadi IT Support, kelak pasti bikin kangen. Saya nggak boleh mengeluh, sebab semua pekerjaan juga punya suka dukanya sendiri. Begitu, kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-619389083381487362?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/619389083381487362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=619389083381487362' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/619389083381487362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/619389083381487362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/03/nikmatnya-jadi-it-support.html' title='Nikmatnya Jadi IT Support'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8964869201519799096</id><published>2008-01-04T16:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-04T16:44:23.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Keliru</title><content type='html'>Katakan aku keliru&lt;br /&gt;saat merapikan berkas di meja kerjaku&lt;br /&gt;kemarin sore.&lt;br /&gt;Benarkah itu bukan mimpimu,&lt;br /&gt;yang terbawa dalam saku jaketku?&lt;br /&gt;Sebab setiap kita bertemu&lt;br /&gt;tiba-tiba dunia senyap&lt;br /&gt;dan waktu seolah patung batu&lt;br /&gt;dengan kaki lumpuh yang diikat rantai.&lt;br /&gt;Seperti ada lembar foto terselip di halaman buku harian&lt;br /&gt;dan ada seseorang yang tak sengaja menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku memangkas dongeng&lt;br /&gt;yang tumbuh subur diantara ilalang&lt;br /&gt;dan bisikan lembutmu.&lt;br /&gt;Hei, kemanakah sembunyi si tukang kebun, yang pandai&lt;br /&gt;menyulap padang gersang ini, jadi taman rindang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam ingatanku. Sekarang rumput liarpun tumbuh di sana&lt;br /&gt;bukan salah siapa-siapa&lt;br /&gt;karena terkadang aku merasa menemukanmu&lt;br /&gt;merasuk dalam batang-batang hijau lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8964869201519799096?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8964869201519799096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8964869201519799096' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8964869201519799096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8964869201519799096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/01/keliru.html' title='Keliru'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7288977327859115773</id><published>2008-01-03T11:38:00.000+07:00</published><updated>2008-01-03T14:30:18.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Fisika Atom dan Sedekah</title><content type='html'>Saya tidak bermaksud sok tahu menuliskan tentang fisika di blog ini. Saya bukan pakar fisika, dan hanya pernah belajar fisika di sekolah menengah dan tahun-tahun awal kuliah. Tapi saya mencoba membicarakan masalah fisika ini setelah mendengar percakapan pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula ketika pagi tadi saya menumpang KRL menuju kantor. Biasanya saya berusaha untuk tidur. Namun pagi tadi saya tergelitik untuk menguping pembicaraan dua remaja yang sedang melakukan tanya jawab soal fisika. Mungkin mereka anak SMU yang sedang mengulang pelajaran sekolah. Tapi mereka tidak menggunakan seragam SMU, sebab saat ini memang masih libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang mereka bicarakan dalam tanya jawab itu adalah soal model atom. Saya sendiri sudah lupa ada berapa banyak teori tentang model atom yang pernah dipaparkan ahli fisika. Tapi saya ingat bahwa salah satu model atom moder yang diterima luas di kalangan ilmuwan adalah Model Atom Bohr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai namanya, Model Atom Bohr diperkenalkan oleh Niels Bohr yang asli orang Denmark pada tahun 1913. Dalam hipotesisnya, pak Bohr mengajukan teori bahwa suatu atom terdiri dari satu inti atom bermuatan positif yang dikelilingi elektron-elektron bermuatan negatif. Elektron-elektron ini mengelilingi inti atom dalam lintasan orbit tertentu. Yah, mirip-mirip model tata surya kitalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tiap elektron ini punya energi yang tetap, selama masih ada dalam lintasan orbit stasionernya. Namun demikian, energi ataom tersebut bisa berubah bergantung pada perubahan lintasan. Pak Bohr bilang, bahwa elektron dapat berpindah lintasan. Jika ingin berpindah ke lintasan yang makin jauh dari initi atom, dia akan menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah semakin mendekati inti atom, maka elektron akan melepas energi. Lihat gambarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R3yO5xsIvEI/AAAAAAAAAO4/xj0TfkbLB8w/s1600-h/model_atom_bohr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R3yO5xsIvEI/AAAAAAAAAO4/xj0TfkbLB8w/s400/model_atom_bohr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151149197047151682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, saya berhenti mengingat-ingat soal teori model atom Niels Bohr. Saya tiba-tiba tergelitik untuk menganalogikan model atom ini dengan kehidupan kita sebagai manusia. Khususnya perilaku elektron yang berpindah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita andaikan manusia adalah elektron, maka inti atomnya haruslah sesuatu yang menjadi pusat kehidupan manusia. Itu berarti Tuhan, penguasa alam semesta. Nah, jika kita sebagai manusia sering menyerap energi, mengambil segala hal tanpa merasa perlu untuk mengeluarkannya bagi lingkungan sekitar maupun bagi orang lain, maka kita akan seperti elektron yang menyerap energi dan akan berpindah ke lintasan yang letaknya makin jauh dari inti atom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau ingin semakin mendekati Tuhan Yang Maha Kuasa, maka kita harus berperilaku seperti elektron yang berpindah lintasan ke orbit yang makin dekat dengan inti atom, yaitu melepas energi. Maka kita harus sering berbagi, bersedekah dan memposisikan diri untuk bermanfaat bagi sesama dengan memberikan yang terbaik bagi lingkungan kita selama hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, fisika atom juga mengajarkan kita untuk rajin shodaqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam.&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya bisa aja salah, lho... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7288977327859115773?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7288977327859115773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7288977327859115773' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7288977327859115773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7288977327859115773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2008/01/fisika-atom-dan-sedekah.html' title='Fisika Atom dan Sedekah'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R3yO5xsIvEI/AAAAAAAAAO4/xj0TfkbLB8w/s72-c/model_atom_bohr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3459870202045665225</id><published>2007-12-11T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T13:43:58.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Hujan Meteor 13 - 14 Desember</title><content type='html'>Desember ini, kita akan disuguhi pemandangan indah di langit. Bukan karena ada penari joget di sana sambil diam-diam memelorotkan busana, atau pemandangan semacam itu. yang terjadi adalah hujan meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil, saya sering menyebutnya sebagai bintang jatuh. Memang seperti bintang bergerak atau berpindah, seolah jatuh dari langit. Tapi yang akan terjadi Desember ini adalahHujan Meteor Geminidis (GEM-IMO37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan meteor ini terjadi antara tanggal 7 - 17 Desember. Puncaknya terjadi sekitar tanggal 13 - 14 Desember. Kalau langit bersih dan tidak hujan, kita bisa menyaksikan meteor ini berjatuhan dengan warna-warni yang indah. Saat puncak, bisa mencapai 120 kilasan meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berminat, keluar saja dan lihat ke langit sebelah Timur Laut sekitar jam delapan malam. Ini bisa berlangsung sampai pagi dengan hujan meteor bergerak ke arah barat. Dinamai Hujan Meteor Geminids, karena posisinya memang searah dengan rasi gemini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kalau mengamati dengan teropong atau binocular, akan lebih jelas. Syaratnya, ya itu tadi: tidak hujan atau mendung. Sebab di sebagian besar wilayah Indonesia, saat ini memang sudha masuk musim penghujan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3459870202045665225?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3459870202045665225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3459870202045665225' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3459870202045665225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3459870202045665225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/12/hujan-meteor-13-14-desember.html' title='Hujan Meteor 13 - 14 Desember'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-319961443841971682</id><published>2007-12-03T16:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T16:25:37.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Membayar Hutang</title><content type='html'>Pagi tadi seorang teman menelpon. Ah, rupanya teman semasa SMA. Seperti layaknya percakapan diantara teman lama, kami saling menanyakan kabar masing-masing. Rupanya dia tinggal di benua Amerika. Bekerja di sana, di salah satu perusahaan Nasional milik slah satu negara maju. Dengan gaji yang besar tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan kemudian bergeser soal kapan dia akan pulang. Betapa terkejutnya saya, ketika dia mengatakan bahwa dia tidak tahu, sebab dia sudah memiliki kewarganegaraan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menanyakan motif ia pindah kewarganegaraan. Mungkin ia lebih kerasan di sana. dia lebih jauh. Saya hanya heran, bahwa ternyata ia sudah tak mau lagi menjadi warga negara Indonesia. Padahal, ia belajar di Indonesia dari SD hinnga SMA, lalu melanjutkan hingga perguruan tinggi di luar negri dengan mendapatkan bea siswa. Ia sempat bekerja di Indonesia, dan menurutnya, sudah cukup ia bekerja di sebuah BUMN Indonesia untuk memenuhi kewajiban Ikatan Dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat menyayangkan keputusannya. Sebab, walaupun masa Ikatan Dinas sudah selesai, ia sama sekali tak akan bisa mengembalikan semua yang sudah diberikan Ibu Pertiwi kepadanya. Apa ia bisa mengembalikan semua ilmu dan pengetahuan yang ia dapat ketika bersekolah dari SD hingga SMA? Ilmu itu tak akan hilang. Ia juga tak akan bisa mengembalikan semua pengetahuan dan pengalaman yang ia dapat saat berada di Indonesia. Belum lagi kalau membicarakan soal dukungan hidup dari Tanah dan Air Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sangat tidak pantas kalau ia tak mau lagi menjadi warga negara Indonesia seraya berucap semua yang ia dapatkan dari tanah air sudah dikembalikan. Ia masih punya hutang yang tak akan pernah sanggup untuk dilunasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-319961443841971682?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/319961443841971682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=319961443841971682' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/319961443841971682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/319961443841971682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/12/membayar-hutang.html' title='Membayar Hutang'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2882373821610414224</id><published>2007-11-30T23:40:00.001+07:00</published><updated>2007-11-30T23:50:54.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>PR Lageeeee</title><content type='html'>Kemarin saya dapat limpahan PR dari &lt;a href="http://goresangelly.blogspot.com/" target="_blank"&gt;geLLy&lt;/a&gt;. Sebenarnya mau langung dikerjain dan diposting sore harinya. Tapi ternyata server di kantor, ngadat sore tadi. Maka baru bisa saya posting setelah malam gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini nih, hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. What is your definition of healthy eating?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Healty Eating:&lt;br /&gt;- Hanya mengkonsumsi makanan yang halal, baik secara substantif maupun asal-usulnya.&lt;br /&gt;- Empat sehat, Lima sempurna, Enam dibayarin.&lt;br /&gt;- Makan ketika lapar, dan berhenti sebelum kenyang.&lt;br /&gt;- Hanya memakan makanan yang tidak menimbulkan masalah atau membuat masalah kesehatan yang sudah ada pada tubuh menjadi tambah parah. Contohya, penderita penyakit gula, jangan menggerogoti pabrik gula, atau ladang tebu. Bisa-bisa tambah parah, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Do you exercise on a regular basis? What is your favorite form of exercise? Least favorite?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya dong. Gini-gini, saya juga atlet kok. (setidaknya di depan papan catur). Olah raga favorit saya, tentu saja joging. Selain murah meriah, bisa melatih kesiapan tubuh saya untuk mengejar metromini atau KRL (kereta rel listrik) saat berangkat dan pulang kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Do you take vitamin supplements?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Enggak tuh. Kan udah ada di dalam buah-buahan dan sayuran. Selain itu, saya hobi banget dan senantiasa berusaha untuk setiap hari meminum salah satu diantara jus jambu, jus stroberi campur tomat, jus jeruk, atau sekoteng (eh..., sekoteng ada vitaminnya, ga?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Can you tell that your body is getting older? If so, how?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya. Soalnya, saya baru aja liat foto saya pas masih di TK. ternyata jauh banget dengan kondisi saat ini. Berarti, saya tambah tua, kan. Liat aja foto di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R1A-OfXZazI/AAAAAAAAAOg/v2g4SosAG8w/s1600-R/artja+tk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R1A-OfXZazI/AAAAAAAAAOg/2xGCkwsKoX8/s400/artja+tk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138675593488460594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Would you call yourself healthy?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tadinya iya. Saya merasa sangat sehat. Tapi setelah menjawab empat pertanyaan di atas, saya jadi ragu sendiri... hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisss...&lt;br /&gt;Nah, sekarang saya mau oper pe-er ini kepada &lt;a href="http://storybunda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;ira yang baik hati dan tidak sombong&lt;/a&gt;. Mudah-mudahan beliau mau mengerjakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2882373821610414224?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2882373821610414224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2882373821610414224' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2882373821610414224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2882373821610414224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/pr-lageeeee.html' title='PR Lageeeee'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R1A-OfXZazI/AAAAAAAAAOg/2xGCkwsKoX8/s72-c/artja+tk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8135608500326972633</id><published>2007-11-26T15:59:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T13:19:26.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Tiga Ratus Tahun Ditambah Sembilan Tahun</title><content type='html'>Setiap berkunjung ke blog &lt;a href="http://lailiaidi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Al - Kahfi,&lt;/a&gt; saya selalu teringat dengan judul salah satu surat dalam Al Quran. Dan setiap ingat surat itu, saya selalu teringat lagi dengan keindahan matematika yang ditulis di dalam ayat 25 surah itu. Saya tulis artinya di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan &lt;b&gt;ditambah&lt;/b&gt; sembilan tahun (lagi).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS 18:25) Terjemahan Al Quran Departemen Agama RI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat itu merupakan rangkaian ayat-ayat yang mengisahkan soal Ashabul Kahfi. Itu, tuh... beberapa pemuda beriman yang menyelamatkan iman mereka dari penguasa jahat saat itu dengan sembunyi dalam gua. Mereka kemudian ditidurkan di dalam gua selama ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berdebat tentang berapa lama mereka tinggal di sana. Padahal Allah sudah menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS 18:26) Terjemahan Al Quran Departemen Agama RI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa dalam QS 18:25 itu, terkesan jumlahnya tidak pasti? Terkesan Plin-Plan? Ternyata penjelasannya sangat indah. Begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan Syamsiyyah, 1 tahun = 365,2425 hari&lt;br /&gt;Menurut perhitungan Qomariyyah, 1 tahun = 29,5 x 12 = 354 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perhitungan Syamsiyyah, 300 tahun = 365,2425 x 300 = 109572,75 hari.&lt;br /&gt;Jumlah ini jika dikonversikan ke tahun Qomariyyah, akan menjadi:&lt;br /&gt;109572,75 : 354 = 309,5275 tahun atau bila dibulatkan menjadi 309 tahun!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, Al Quran sama sekali tidak plin plan. Al Quran malah menjelaskan bahwa Ashabul Kahfi tinggal dalam gua selama 300 tahun menurut tahun Syamsiyyah, atau ditambah 9 tahun lagi menurut tahun Qomariyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, saya bisa aja salah, lho.&lt;br /&gt;Allahu'alam bi shawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8135608500326972633?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8135608500326972633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8135608500326972633' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8135608500326972633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8135608500326972633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/tiga-ratus-tahun-ditambah-sembilan.html' title='Tiga Ratus Tahun Ditambah Sembilan Tahun'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1366205692400283286</id><published>2007-11-22T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T16:32:52.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Hari Toilet Sedunia</title><content type='html'>Berapa lama kita menghabiskan waktu di tolilet atau WC setiap harinya? Lima menit? Atau sepuluh menit? Misalkan saja jawabannya sepuluh menit dan kita hidup sampai umur 60, maka di akhir hayat, kita akan menghabiskan waktu di toilet selama 5 Bulan 2 hari 2 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, urusan toilet ini bisa menjadi penting. Sebegitu pentingnya, sampai muncul sebuah badan bernama World Toilet Organization yang berdiri tanggal 21 Nopember 2001 dalam World Toilet Summit di Singapura. Indonesia diwakili oleh Ibu Naning Adiwoso dari Inias Resource Center. Badan dunia ini juga menetapkan tanggal 19 Nopember sebagai hari toilet sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VHufXZatI/AAAAAAAAANw/e4ieUm0hiAU/s1600-h/jonco48_com.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VHufXZatI/AAAAAAAAANw/e4ieUm0hiAU/s400/jonco48_com.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135589814105107154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepulang dari Singapura, ibu Naning memprakarsai pendirian Asosiasi Toilet Indonesia. Tahun ini, asosiasi tersebut bersama dengan Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata melakukan penilaian dan pemberian peringkat terhadap 13 bandara yang ada di Indonesia. Penghargaan Toilet Award diberikan bagi bandara yang memenuhi kriteria sesuia dengan Standard Sistim yang telah dikeluarkan oleh Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata bersama  Asosiasi Toilet Indonesia, serta mengacu kepada Standard Internasional dari World Toilet Organization.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VIGPXZauI/AAAAAAAAAN4/gmRHUJN4Pl8/s1600-h/shinyshiny_tv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VIGPXZauI/AAAAAAAAAN4/gmRHUJN4Pl8/s400/shinyshiny_tv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135590222127000290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terpilih sebagai penerima Toilet Award tahun 2007 ini adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Peringkat lainnya bisa dilihat di situs mereka. Selain Toilet Award, asosiasi ini juga berupaya melakukan sosialisasi lewat berbagai media untuk memberikan pemahaman akan pentingnya toilet yang bersih dan sehat bagi kesehatan. Visi dan Misi mereka bisa di lihat di &lt;a href="http://ati.inias.net/02_vision.php" target="_blank"&gt;situs mereka&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terkait dengan adanya hari toilet sedunia, ada baiknya kita meninjau lagi kebersihan toilet di rumah kita atau di kantor dan tempat aktifitas kita lainnya. Sudahkah toilet tersebut bersih dan sehat? Beberapa foto saya pajang di sini supaya kita bisa termotifasi untuk menciptakan toilet yang bersih dan sehat. Memang siy, hari toilet sudah lewat. Tapi bukan berarti toilet kita tidak boleh bersih di hari-hari lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VJi_XZaxI/AAAAAAAAAOQ/wcmuJwYTf18/s1600-h/htflatrock_org_nz_topics_odds_and_oddities_assets_a_better_version.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VJi_XZaxI/AAAAAAAAAOQ/wcmuJwYTf18/s400/htflatrock_org_nz_topics_odds_and_oddities_assets_a_better_version.jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135591815559867154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VJ1_XZayI/AAAAAAAAAOY/sb_y7vdnUSY/s1600-h/technabob.com.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VJ1_XZayI/AAAAAAAAAOY/sb_y7vdnUSY/s400/technabob.com.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135592141977381666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto-fota diambil dari &lt;a href="http://jonco48.com/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://shinyshiny.tv/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://htflatrock.org/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://technabob.com/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1366205692400283286?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1366205692400283286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1366205692400283286' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1366205692400283286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1366205692400283286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/hari-toilet-sedunia.html' title='Hari Toilet Sedunia'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/R0VHufXZatI/AAAAAAAAANw/e4ieUm0hiAU/s72-c/jonco48_com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-424211385519556792</id><published>2007-11-16T08:42:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T08:44:43.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Kecil Jadi Teman, Besar Jadi Lawan</title><content type='html'>Kemarin, seorang teman saya meninggal. Ia belum lama saya kenal. Belum genap satu tahun. Tentu, kejadian kematian adalah hal yang wajar bagi semua makhluk hidup. Tak terkecuali teman saya ini. Hanya saja ada satu hal yang saya sayangkan. Teman ini, sebelumnya saya kenal sebagai orang baik. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Kehidupannya sangat biasa dan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu malam. Ketika itu sedang mati lampu. Teman saya ini menyalakan lilin untuk sekedar menerangi rumahnya. Ketika itu ada seorang tetangga menggunakan GenSet (generator listrik). Rumahnya terang benderang dan tetangganya ramai berkumpul di rumah yang terang itu. Mereka sedang menunggu untuk menyaksikan sebuah acara siaran langsung di tivi. Termasuk teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pergi berkumpul di rumah tetangganya itu. Sampai kemudian ada orang berteriak di luar, "Kebakaran! Kebakaran!" Semua orang berhamburan keluar. Betapa terkejutnya teman saya itu ketika dilihatnya bahwa yang sedang dilahap api itu adalah rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tergesa ia berlari. Ia masuk begitu saja ke dalam rumah yang berkobar dengan ganasnya. Semua orang terlambat untuk mencegahnya. Ketika ditemukan kemudian, tubuhnya sudah tinggal rangka yang hangus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tragis nasibnya. Entah kenapa malam itu ia merasa perlu untuk ke rumah tetangganya yang terang benderang karena generator listrik. Padahal ia sudah menyalakan lilin di rumahnya sendiri. Hanya sekadar untuk menyaksikan keramaian di tivi. Kalau saja ia lebih memilih lilin di rumahnya daripada rumah tetangganya yang terang benderang, mungkin nasibnya akan lain. Tapi, Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-424211385519556792?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/424211385519556792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=424211385519556792' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/424211385519556792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/424211385519556792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/kecil-jadi-teman-besar-jadi-lawan.html' title='Kecil Jadi Teman, Besar Jadi Lawan'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7969716133684904279</id><published>2007-11-09T13:07:00.000+07:00</published><updated>2007-11-09T13:10:58.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Siapa Ini ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzP5g6vNBdI/AAAAAAAAANo/SH-aUtoDzOE/s1600-h/siapa-ini.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzP5g6vNBdI/AAAAAAAAANo/SH-aUtoDzOE/s400/siapa-ini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130718744423499218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7969716133684904279?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7969716133684904279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7969716133684904279' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7969716133684904279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7969716133684904279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/siapa-ini.html' title='Siapa Ini ?'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzP5g6vNBdI/AAAAAAAAANo/SH-aUtoDzOE/s72-c/siapa-ini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7672279301722430592</id><published>2007-11-06T16:27:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T08:02:11.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Wamil ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzJf7KvNBcI/AAAAAAAAANg/H6YJJcyudsY/s1600-h/225px-Platoonmovieposter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzJf7KvNBcI/AAAAAAAAANg/H6YJJcyudsY/s400/225px-Platoonmovieposter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130268395627677122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan film &lt;a href="http://www.platoondvd.com/" target="_blank"&gt;Platoon&lt;/a&gt;? Film besutan Oliver Stone yang meraih &lt;a href="http://www.filmsite.org/bestdirs.html#1" target="_blank"&gt;Best Director dari Academy Award tahun 1986&lt;/a&gt; ini menceritakan sisi lain dari perang Vietnam yang melibatkan tentara Amerika yang komponen terbesarnya adalah tentara cadangan hasil program wajib militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan, Private Chris Taylor yang diperankan oleh Charlie Sheen, dianggap gila oleh teman-teman satu peletonnya. Gara-garanya, karena ternyata dia ikut terjun ke Vietnam dengan cara sengaja mendaftarkan diri sebagai sukarelawan. Padahal, teman-temannya sepeletonnya, yang rata-rata berasal dari kota-kota kecil di Amerika dan hanya mengenyam penddikan rendah, terpaksa ikut perang karena terkena program wajib militer. Orang gila saja yang sengaja mendaftarkan diri dengan sukarela untuk diterjunkan dalam neraka peperangan, demikian pikir mereka yang terkena wajib militer itu dan menghabiskan waktu dengan menghitung hari hingga tiba saat kepulangannya ke tanah air sambil berharap tidak mati di tangan gerilyawan Vietcong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya saja wajib, maka semua orang yang tercakup dalam aturan harus mengikutinya. Kalau menolak, bisa-bisa dikerangkeng di penjara seperti nasib petinju Muhammad Ali yang menolak program itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, baru-baru ini Departemen Pertahanan RI berencana menghidupkan lagi program ini di Indonesia. Rancangan Undang-Undang tentang &lt;a href="http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=3429" target="_blank"&gt;Komponen Cadangan Pertahanan Negara&lt;/a&gt; sedang digodok di Cilangkap. Jika nantinya DPR setuju, maka setiap penduduk dalam batasan umur 18 - 45 tahun wajib mengikuti latihan militer dan disiapkan sebagai pasukan cadangan yang sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk menjalankan tugas militer. Semua instansi pemerintah maupun kantor swasta tempat mereka bekerja, harus memberikan ijin dan cuti bagi karyawan yang menerima panggilan wajib militer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja wacana ini juga menjadi perdebatan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... kalau ada program wajib militer, apa program wajib sipil juga ada? &lt;span style=""&gt;:-?? binun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7672279301722430592?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7672279301722430592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7672279301722430592' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7672279301722430592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7672279301722430592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/wamil.html' title='Wamil ?'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RzJf7KvNBcI/AAAAAAAAANg/H6YJJcyudsY/s72-c/225px-Platoonmovieposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-603056303755633244</id><published>2007-11-02T15:37:00.001+07:00</published><updated>2009-09-16T11:52:37.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Buku Kok Dibakar?</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 31 Oktober 2007, aparat kejaksaan negeri di salah kota di Jawa Timur membakar 44 buku-buku karya IS yang ditulisnya semasa ia di penjara. Juga terdapat buku-buku dengan judul lainnya yang ikut dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah isi buku itu sedemikian berbahaya, jauh melebihi buku-buku stensilan berisi cerita saru yang bisa dibeli di kaki lima oleh anak-anak SD/SMP dan bisa merangsang tindakan yang tak masuk akal pada diri mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak, mungkinkah isi buku itu dianggap sedemikian vulgar, jauh melebihi keberanian dan panasnya pose-pose manusia tigaperempat t3lanjan9 dalam tabloid-tabloid dan majalah-majalah kegemaran orang-orang maniak tak bermoral penganut faham sesat? Dianggap lebih berbahaya daripada tabloid dan majalah murahan itu yang biasa didapatkan di dalam metromini, bis kota, KRL, terminal, stasiun, dan pojok pasar dengan mudahnya, dan bisa memicu perilaku hewani dalam diri manusia yang sedang khilaf dan lalai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya meminta supaya ada pemerataan pembakaran buku atau karya-karya tulis dan gambar lainnya. Tapi kalau harus ada pembakaran itu, apakah sudah dipelajari sungguh-sungguh sebelum memutuskan buku itu memang berada di urutan pertama daftar karya yang berbahaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan mereka membakar bukan karena buku itu dianggap berbahaya, tapi memang karena alasan-alasan lain. Mungkin orang-orang keji itu, sedang merasa kedinginan di awal musim hujan ini, sehingga merasa perlu main api untuk menghangatkan tubuh. Mudah-mudahan saja begitu. Atau mereka memang sedang melampiaskan jiwa buas mereka yang selama ini tak tersalurkan karena kekangan seragam dan jabatan selama ini hanya membuat mereka iri ketika melihat demonstran membakar ban di jalan-jalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-603056303755633244?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/603056303755633244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=603056303755633244' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/603056303755633244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/603056303755633244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/11/buku-kok-dibakar.html' title='Buku Kok Dibakar?'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-278603081137041049</id><published>2007-10-31T15:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T15:47:41.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Kok dikit banget?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di kantor ada OB baru. Lulusan SLTA. Tugasnya jelas, bersih-bersih dan bagian pantry. Maka dia tiap pagi membuatkan minuman seluruh karyawan (termasuk kopi buatku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, sebut saja OB tiga, tinggal di wilayah Jakarta Selatan. Setiap hari dia harus berangkat ke kantor dengan menempuh perjalanan cukup jauh. Ongkos dari rumah ke kantor (pergi-pulang) sekitar Rp. 10.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung sedikit. Misalkan dia tidak merokok, sarapan pagi di rumah, serta idak doyan ngemil. Untuk makan siang di warteg dengan menu telur, tempe dan tahu, ia setiap hari menghabiskan Rp. 5.000. Maka total uang yang harus dikeluarkan setiap harinya adalah Rp. 15.000. Padahal, setelah dapet bocoran dari anak HRD, katanya gajinya Rp. 950.000. Kalau dalam sebulan dhitung ada 25 hari kerja, berarti setelah di-breakdown per hari, gainya menjadi Rp. 38.000 per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung punya hitung, sisa uangnya setiap hari menjadi Rp 38.000 - Rp 15.000 = Rp. 23.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ampun.... Kok dikit banget?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau dia punya keluarga yang harus ditanggung? Katakanlah ia punya seorang isteri dan dua anak yang masih kecil dan butuh konsumsi gizi tinggi selama masa pertumbuhannya, maka uang Rp. 23.00 per hari tadi pasti terasa sangat kurang. Anda bisa nggak, menghidupi keluarga dengan angota berjumlah empat orang, dengan uang Rp. 23.000 setiap harinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OB tiga ini, untungnya punya motor (nggak tau itu motor sudah milik sendiri atau masih cicilan). Maka konsumsi ongkos Rp 10.000 per hari masih bisa ditekan. Tapi tetap saja sisa uangnya masih belum bisa mengantarnya menuju hidup yang agak sedikit layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di Jakarta ini, banyak lho, yang dari hasil bunga depositonya di bank saja, memperoleh uang lebih dari seratus juta setiap bulannya. Lha... kalau dibandingkan dengan OB tiga ini, kan jauh banget. Salah si OB tiga, atau salah si orang kaya? Nggak tahu deh. Tapi jelas, saya harus bersyukur karena tidak berada di kedua posisi itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-278603081137041049?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/278603081137041049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=278603081137041049' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/278603081137041049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/278603081137041049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/di-kantor-ada-ob-baru.html' title='Kok dikit banget?'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8012829272760912905</id><published>2007-10-30T11:56:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T11:57:15.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Teman masa kecil</title><content type='html'>Sewaktu masih di TK,saya punya teman yang juga tetangga saya. Namanya sebut saja Yayuk. Iya, perempuan. Tiap berangkat sekolah, kami selalu bareng. Begitu juga saat pulang sekolah. Bekal makanan yang kami bawa juga hampir serupa. Biasanya berupa kue yang dibeli dari penjual keliling yang seringlewat di depan rumah setiap paginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, letak sekolah kami cukup jauh. Sehingga keluarga kami berdua memutuskan untuk "langganan" becak yang bertugas sebagai kendaraan antar-jemput. (saat itu Jakarta belum bebas becak, dan trend mobil antar-jemput anak sekolah belum ada). Maka setiap hari, aku dan yayuk selalu naik becak berdua saja, pergi dan pulang. Bukan itu saja, yayuk ini memang teman mainku sejak kecil. Selisih hari kelahiran kami juga tidak jauh. Makanya, sejak bayi sudah sering becanda. (tapi saya lupa, apa saja obrolan kami saat masih bayi). Ke mana-mana, pasti berdua. Mencari melinjo di bawah pohon dekat rumah, pergi mengaji di malam hari di rumah kang Uban, atau mandi hujan kalau sore-sore turun hujan. Pokoknya berdua terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kebersamaan kami itu tidak lama, karena keluarga kami kemudian pindah. Pemda DKI memutuskan menggusur tempat tinggal kami saat itu. Keluargaku pindah ke Pondok Gede, keluarga Yayuk pindah ke Tangerang. Waktu itu masih sekolah di TK. Maka aku melanjutkan sekolah di TK Angkasa VIII, dan yayuk... aku nggak tahu dia sekolah di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, lama kami nggak bertemu. Sempat bertemu di tahun 1991, saat kami sudah kuliah. Dia dan keluarganya datang saat kakak pertamaku menikah. Wah, ternyata dia cantik juga (huehhe...) . Walaupun lama nggak ketemu, (12 tahun lebih), tapi sepertinya kami baru berpisah satu hari. Obrolan kami begitu cair dan akrab. Saling goda dan becanda seperti setiap hari bertemu saja. Tentu saja ini mengherankan, sebab kami sudah nggak ketemu selama 12 tahun, loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, lama nggak ketemu juga. Sampai beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengannya lagi. Wah, masih cantik juga. Kami ngobrol lama. Sampai dia curhat tentang beberapa kisah asmaranyayang gagal... wah, kasian juga. Aku cuma bisa kasih support dan berusaha meyakinkan dia bahwa Allah pasti memberi yang terbaik buat hambaNya yang ikhlas dalam ibadah kepadaNya. Soal jodoh, mungkin aja Allah sudah menyiapkan, hanya saja belum saatnya untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba jadi inget lagunya letto: ingatkah kau kepada... embun pagi bersahaja. yang menemanimu... sebelum cahaya.... (wah, kok tiba-tiba saya jadi Ge-eR gini... emang saya embunnya yayuk? Huehehe... Emang siy, dulu waktu kecil dan belum jadi orang, kita selalu berdua, dan aku sering menemani dia)&lt;br /&gt;Buat yayuk, selamat berjuang, jangan putus asa. Gw doain deh, supaya sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8012829272760912905?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8012829272760912905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8012829272760912905' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8012829272760912905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8012829272760912905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/teman-masa-kecil.html' title='Teman masa kecil'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-959449577341292239</id><published>2007-10-22T16:51:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T16:53:22.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>1 Syawal 1428 H</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;hari ini, Kekasih&lt;br /&gt;aku ingin berjalan denganmu&lt;br /&gt;berdua saja. Kau&lt;br /&gt;beserta seluruh kepasrahanku.&lt;br /&gt;tangan bergandengan, jalan bersisian.&lt;br /&gt;menyusuri rindu walaupun tubuh kusam debu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku memang tak pernah tahu,&lt;br /&gt;adakah pintu di ujung jalan ini telah terbuka.&lt;br /&gt;ataukah aku sedang bermimpi&lt;br /&gt;menghabiskan kelam ini sendiri.&lt;br /&gt;tapi ada satu hal yang nyata&lt;br /&gt;: aku bahagia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hari ini, Kekasih&lt;br /&gt;dan semoga hari-hari selanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-959449577341292239?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/959449577341292239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=959449577341292239' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/959449577341292239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/959449577341292239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/1-syawal-1428-h.html' title='1 Syawal 1428 H'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3462347971366787881</id><published>2007-10-10T12:11:00.000+07:00</published><updated>2007-10-10T12:13:20.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RwxfPseRDtI/AAAAAAAAANI/FfOgPpWTq_Q/s1600-h/idulfitri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RwxfPseRDtI/AAAAAAAAANI/FfOgPpWTq_Q/s400/idulfitri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119571599654194898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3462347971366787881?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3462347971366787881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3462347971366787881' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3462347971366787881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3462347971366787881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/idul-fitri.html' title='Idul Fitri'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RwxfPseRDtI/AAAAAAAAANI/FfOgPpWTq_Q/s72-c/idulfitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-215719301080377573</id><published>2007-10-08T15:55:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T15:57:14.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Prison Break</title><content type='html'>Pernah liat Prison Break? Di Indonesia, akhirnya serial ini diputar juga. Coba saja lihat ANTV tiap Jumat jam sembilan malam. Ceritanya seru (saya ingin tahu proses penggarapan skenarionya, ada yang tahu?), dan di negara asalnya, serial ini sudah ditayangkan beberapa musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang sedang diputar di ANTV ini merupakan musim tayang pertama. Ini, tentu saja, sangat memanjakan penonton Indonesia yang sudah lama tidak disuguhi film serial bermutu. Tahun 2004 (atau 2003?) yang lalu, memang SCTV sempat memutar serial 24. Namun hanya musim pertamanya saja. Setelah itu, televisi siaran nasional di Indonesia lebih memilh memutar film-film non-serial, atau malah sinetron!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-215719301080377573?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/215719301080377573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=215719301080377573' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/215719301080377573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/215719301080377573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/prison-break.html' title='Prison Break'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1016971802396641693</id><published>2007-10-04T13:13:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T13:19:30.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Buka Bareng Di Kantor</title><content type='html'>Hari ini big boss ngajak buka puasa bersama. Sebenarnya itu keinginan isteri beliau: mengajak beberapa karyawan makan-makan sebagai wujud kepedulian terhadap bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih, senang-senang aja. Masalahnya cuma satu: acaranya &lt;b&gt;di rumah&lt;/b&gt; big bos (bukan di resto atau kafe mana, gitu) dan akan dihadiri kelompok pengajian ibu-ibu milik isteri big bos. Acaranya juga akan berlanjut hingga taraweh dan ceramah Ramadhan. Saya juga diminta mengajak isteri saya. Begitu juga karyawan lainnya, diminta untuk mengajak isteri/suami mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mau aja ikutan acara kayak gini. Tapi, rumah boss itu jauh dari rumah saya di Serpong. Setiap hari aja, saya ke kantor pake KRL praktis dan nggak capek). Nah, jadwal KRL sejak beberapa lalu mengalami perubahan. Dahulu, ke Serpong dari stasiun Manggarai, jam delapan malem juga masih ada. Tapi saat ini, jadwal terakhir KRL ke Serpong dari Manggarai itu pukul 18.17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kalau ikut acara buka bareng sampe taraweh yang saya perkirakaan hingga setengah sembilan malam, maka saya nggak akan bisa pulang naik KRL dari Manggarai. Alternatifnya, harus ke Tn. Abang (bukan Tuan Abang, tapi Tanah Abang). Padahal, jadwal KRL terakhir dari Tn. Abang menuju Serpong adalah pukul 20.15. Nah lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya udah pernah coba, dari kantor ke stasiun Tanah Abang menggunakan ojek, paling cepat membutuhkan waktu 30 menit!!! Maka, paling telat, saya harus sudah ada di atas jok ojek pukul 19.45. Nggak bisa ditawar-tawar lagi. Itu pun sudah campur lari sehat di tangga stasiun Tn. Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kok ribet, ya. Saya mau coba aja untuk tidak ikut acara buka bareng ini.&lt;br /&gt;Soal makanan enak, di rumah juga enak, kok. Apalagi makannya berdua sama isteri tercinta... Huehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1016971802396641693?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1016971802396641693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1016971802396641693' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1016971802396641693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1016971802396641693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/buka-bareng-di-kantor.html' title='Buka Bareng Di Kantor'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4064506143499236374</id><published>2007-10-03T13:20:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T13:27:23.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Serabi Solo</title><content type='html'>Pas puasa hari keberapa gitu, saya sempat kepengen banget buka puasa pake serabi solo. Ada memang, kios serabi solo yang dijual di pasar dekat rumah. Serabi ini punya merek dengan nama yang "jawa banget" dan -katanya- lumayan terkenal di Jakarta. Entah setan mana yang nggak sopan dan menggoda saya dengan melambai-lambaikan serabi di angan-angan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lokasi jualannya yang nggak jauh, maka saya merencanakan pergi ke sana menjelang maghrib. Itung-itung ngabuburit bareng isteri sambil jalan-jalan santai di lngkngan perumahan. Lagipula, siang itu isteri saya belum pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika isteri saya sudah pulang, saya mengajaknya. Ternyata dia setuju (nggak ada pilihan lain, ya?) Tapi dia minta waktu untuk mandi. Oke. Ternyata kamar mandi sedang dipakai bapak saya. Udah gitu pakenya cukup lama juga. Maka, ketika isteri saya mendapat giliran, jam digital di televisi sudah menunjukkan 20 menit menjelang maghrib. Walah..... Tapi karena sudah penasaran dengan serabi solo, kami berdua tetap berangkat. Nggak ada JJS atau ngabuburit. Target utama: serabi. Diusahakan secepatnya mencapai target dengan mengabaikan berbagai godaan yang mungkin timbul di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kios serabi: ternyata sudah habis-habisan. Hanya tersisa TIGA serabi rasa klasik! Okelah, daripada kepikiran nggak bisa tidur, yang tiga itu saya ambil juga. Tepat setelah saay keluar kios, adzan maghrib terdengar. Waduh, batal pake apa, ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bingung milih dari sekian banyak warung tenda yang ada (sepi, nggak banyak yang buka puasa di sini), kami putuskan buka di nasi goreng kambing. Pesan dua porsi, buat saya dan bapak saya, karena isteri nggak bisa buka dengan langsung makan makanan besar gitu. Sambil menunggu, kami pesan teh hangat. Ternyata yang datang teh panas. Isteri saya segera memesan air dalam kemasan botol dingin. Maka ada tiga porsi minuman. Tiga serabi segera berpindah ke dalam perut kami. Tak ada sisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, ternyata nasi goreng kambingnya nggak enak. Nasinya masih keras, hampir nggak ada beda dengan beras. Waduh, nggak berani makan dong. Paling nyomotin daging kambingnya aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara di rumah nggak ada orang, maka nggak ada makanan buat buka puasa sesi kedua. Belum ada hidangan makan malam. Padahal, tadi cuma buka dengan tiga serabi berdua dan beberapa seruput teh panas. Rupanya, puasa memang mengajarkan kita agar tak mudah larut dalam godaan, biarpun itu serabi solo sekalipun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4064506143499236374?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4064506143499236374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4064506143499236374' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4064506143499236374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4064506143499236374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/10/serabi-solo.html' title='Serabi Solo'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5472226401370381397</id><published>2007-09-20T15:56:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T08:33:17.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Bloglines-ku</title><content type='html'>Dari sekian banyak &lt;a href="http://thegadget.wordpress.com/apa-itu-rss/" target="_blank"&gt;RSS&lt;/a&gt; &lt;a href="http://enda.goblogmedia.com/blogstreet-dan-rss-feeds.html" target="_blank"&gt;Reader&lt;/a&gt;, maka &lt;a href="http://bloglines.com" target="_blank"&gt;bloglines&lt;/a&gt; adalah favorit saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bloglines inilah saya biasa &lt;a href="http://bloglines.com/public/artja" target="_blank"&gt;baca-baca postingan orang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RvI2XOOUTpI/AAAAAAAAAMw/8zziYlh7QEU/s1600-h/Bloglines-1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RvI2XOOUTpI/AAAAAAAAAMw/8zziYlh7QEU/s400/Bloglines-1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112208299601972882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RvI20OOUTqI/AAAAAAAAAM4/KqBPV8v5I0U/s1600-h/Bloglines-2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RvI20OOUTqI/AAAAAAAAAM4/KqBPV8v5I0U/s400/Bloglines-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112208797818179234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5472226401370381397?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5472226401370381397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5472226401370381397' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5472226401370381397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5472226401370381397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/09/cerdas-dikitlah.html' title='Bloglines-ku'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RvI2XOOUTpI/AAAAAAAAAMw/8zziYlh7QEU/s72-c/Bloglines-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6195087396707516808</id><published>2007-09-01T16:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-12T16:10:28.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Istirahat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rtyu0GxQSjI/AAAAAAAAAME/2dfFxPsPePk/s1600-h/Istirahat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rtyu0GxQSjI/AAAAAAAAAME/2dfFxPsPePk/s400/Istirahat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106148287724931634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtfbgGxQSgI/AAAAAAAAALs/i74K5rhHuNA/s1600-h/Ramadhan_4.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6195087396707516808?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6195087396707516808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6195087396707516808' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6195087396707516808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6195087396707516808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/istirahat.html' title='Istirahat'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rtyu0GxQSjI/AAAAAAAAAME/2dfFxPsPePk/s72-c/Istirahat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-31899758953689120</id><published>2007-08-31T16:06:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T16:37:37.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (9)</title><content type='html'>sebagai ombak, akhirnya ia sadar&lt;br /&gt;siapa memandu angin&lt;br /&gt;dan memicu debur pada hasratnya,&lt;br /&gt;          : Waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai ombak, akhirnya ia mengerti&lt;br /&gt;siapa mengeja waktu&lt;br /&gt;dan membaca gelombang pada riaknya,&lt;br /&gt;          : Rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai ombak, akhirnya ia paham&lt;br /&gt;siapa menyahut rindu&lt;br /&gt;dan merajut jejak pada buihnya,&lt;br /&gt;          : Tuhanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-31899758953689120?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/31899758953689120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=31899758953689120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/31899758953689120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/31899758953689120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/terlahir-sebagai-ombak-9.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (9)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4593035900973772579</id><published>2007-08-31T16:01:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T08:42:20.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (8)</title><content type='html'>Berapa kali kau sebut dia&lt;br /&gt;ombak, setelah melemparnya menjadi hujan badai,&lt;br /&gt;atau lembut menyapanya&lt;br /&gt;sebagai ricik sungai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupnya selalu melayang di permukaan&lt;br /&gt;kenangan, sebelum kembali larut&lt;br /&gt;dan tenggelam,&lt;br /&gt;seperti garam diaduk gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana harus kuabadikan kesia-siaan ini:&lt;br /&gt;ia menjadi ombak&lt;br /&gt;yang mengejar pasir di pantai;&lt;br /&gt;ia menjadi ombak&lt;br /&gt;yang mengantar buih ke pantai.&lt;br /&gt;Sementara tetes embun telah bersemayam&lt;br /&gt;di puncak bukit berpagar hutan.&lt;br /&gt;Bibit hujan dan kesuburan mulai disemai&lt;br /&gt;di rahim awan,&lt;br /&gt;sebelum menjelma telaga di tengah belantara&lt;br /&gt;kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia kembali surut.&lt;br /&gt;Menyelami pekatnya rindu, pada kedalaman laut&lt;br /&gt;hatimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4593035900973772579?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4593035900973772579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4593035900973772579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4593035900973772579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4593035900973772579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/terlahir-sebagai-ombak-8.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (8)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-775730429140078117</id><published>2007-08-30T16:44:00.001+07:00</published><updated>2007-09-28T13:28:33.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Gerhana Itu</title><content type='html'>Sore itu aku mencari purnama.&lt;br /&gt;Menyusuri jalan kota&lt;br /&gt;yang kemarin sibuk dengan jejakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ada mata yang terbuka,&lt;br /&gt;atau wajah bertudung biru&lt;br /&gt;menyambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saat berlalu gerhana&lt;br /&gt;sekeping rindu masih bergayut di jendelaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-775730429140078117?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/775730429140078117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=775730429140078117' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/775730429140078117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/775730429140078117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/gerhana-itu.html' title='Gerhana Itu'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4551635523904369221</id><published>2007-08-28T11:49:00.000+07:00</published><updated>2007-08-28T13:10:14.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelusuran'/><title type='text'>Ngadem</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtOqPWxQSfI/AAAAAAAAALk/eoCv4lAv8Kw/s1600-h/arung_jeram_citarum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtOqPWxQSfI/AAAAAAAAALk/eoCv4lAv8Kw/s400/arung_jeram_citarum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103609983527832050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Data Teknis:&lt;br /&gt;Tukang Foto: Gepeng - &lt;a href="http://astacala.org" target="_blank"&gt;Astacala&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://stttelkom.ac.id" target="_blank"&gt;STT Telkom&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: Bantaran Caringin - Sungai Citarum&lt;br /&gt;Kamera: Canon AE-1 "The Legend"&lt;br /&gt;Film: Kodak Pro Image ISO 100&lt;br /&gt;Diafragma: 8, Speed: 1/125, Filter: UV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kepala lagi panas dan tak mungkin menjawab Hawa nafsu kayak orang nggak waras, maka paling enak ngadem sambil main air dan perahu kayak di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4551635523904369221?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4551635523904369221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4551635523904369221' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4551635523904369221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4551635523904369221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/ngadem.html' title='Ngadem'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtOqPWxQSfI/AAAAAAAAALk/eoCv4lAv8Kw/s72-c/arung_jeram_citarum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5976033321226178418</id><published>2007-08-28T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-08-29T12:01:11.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Pertahanan Terbaik</title><content type='html'>Akhir Pekan lalu, di Stadion Benteng, Tangerang, berlangsung pertandingan lanjutan putaran kedua Liga Indonesia antara tuan rumah Persikota Tangerang melawan Sriwijaya FC Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertahanan Terbaik adalah Menyerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pertandingan ini, Persikota menerapkan strategi yang berpegang pada prinsip Pertahanan Terbaik adalah Menyerang. Sebelum diserang, lancarkan serangan terlebih dulu. Strategi yang terhitung kuno dan sederhana serta biasa dipakai oleh Tim Samba ini, diusung secara sempurna oleh Persikota. Kesebelasan yang sering dijuluki Bayi Ajaib ini menggunakan strategi agresif walaupun sedang menghadapi tim yang sama sekali tak bisa dianggap enteng, Sriwijaya FC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kertas, Persikota memang kalah. Tapi kenyataan di lapangan berbicara, mereka mampu mengungguli Sriwijaya FC dengan skor akhir 2 - 1. Hasil ini sangat membanggakan Solichin, arsitek Persikota yang sudah tiga pertandingan terakhir ini menggantikan Mundari Karya yang dipecat. Ini menyusul hasil positif yang juga diraih saat Persikota bertandang ke Kediri. Saat itu Persikota mampu memberi perlawanan yang gigih dan mencuri satu poin dari Persik Kediri sang Juara Bertahan Liga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ini tak terlepas dari dukungan para supoter serta penerapan strategi yang tepat. Dilihat dari sisi penonton, strategi menyerang ini memang begitu memuaskan karena sangat menghibur. Tentu saja resikonya tetap ada. Kalau terlalu asyik menyerang tanpa memperhatikan keadaan diri sendiri, maka suatu saat pasti akan menderita kekalahan yang pahit dan menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, kita menyaksikan sekali lagi, bukti akan ampuhnya strategi menyerang. Dalam keadaan awal yang serupa, seranglah sebelum diserang. Karena "Pertahanan Terbaik adalah Menyerang." Buktinya ada, koq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5976033321226178418?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5976033321226178418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5976033321226178418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5976033321226178418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5976033321226178418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/pertahanan-terbaik.html' title='Pertahanan Terbaik'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-213999469377889862</id><published>2007-08-27T15:54:00.000+07:00</published><updated>2007-08-27T15:56:59.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtKRp2xQSeI/AAAAAAAAALc/LEcu7cyUmTY/s1600-h/Bukit_Ranu_Kumbolo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtKRp2xQSeI/AAAAAAAAALc/LEcu7cyUmTY/s320/Bukit_Ranu_Kumbolo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103301476026960354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-213999469377889862?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/213999469377889862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=213999469377889862' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/213999469377889862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/213999469377889862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/blog-post.html' title='...'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtKRp2xQSeI/AAAAAAAAALc/LEcu7cyUmTY/s72-c/Bukit_Ranu_Kumbolo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1861208363468223668</id><published>2007-08-27T11:54:00.000+07:00</published><updated>2007-08-27T11:59:10.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (7)</title><content type='html'>Setelah melintasi semak belantara&lt;br /&gt;sungai itu pun tiba di muara. Tidak lagi jernih&lt;br /&gt;seperti embun di sudut subuh jendelamu,&lt;br /&gt;melainkan keruh karena limbah.&lt;br /&gt;Bukankah sungai di kota besar&lt;br /&gt;selalu berperan sebagai petugas pengantar&lt;br /&gt;dan tempat menyatukan serapah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak ada yang mencatat kedatangan sungai&lt;br /&gt;selain pantulan sore yang memerah di riak permukaan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ombak tahu itu.&lt;br /&gt;Ia bergerak ke pantai&lt;br /&gt;penuh gelora.&lt;br /&gt;Tubuhnya juga penuh luka menganga,&lt;br /&gt;karena rindu telah sempurna&lt;br /&gt;mengoyak segala yang bersemayam dalam dada.&lt;br /&gt;Ia tak peduli sungainya kini penuh limbah&lt;br /&gt;karena sebagai ombak&lt;br /&gt;ia datang dari laut yang menampung segalanya,&lt;br /&gt;termasuk sisa minyak tumpah&lt;br /&gt;dan penggalan kata-kata sumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bulan memucat di atas muara&lt;br /&gt;senyap. Betapa pertemuan begitu indah dalam aliran luka&lt;br /&gt;bersama, dalam kesadaran&lt;br /&gt;sempurna. Namun gelap harus berakhir&lt;br /&gt;matahari tak mau tahu: Ombak harus surut&lt;br /&gt;dan sungai dalam pelukan laut harus menguap&lt;br /&gt;menjadi awan dan hujan&lt;br /&gt;atau embun di puncak-puncak gunung,&lt;br /&gt;dan barangkali menjadi sunga-sungai&lt;br /&gt;yang kembali melarutkan&lt;br /&gt;rindu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1861208363468223668?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1861208363468223668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1861208363468223668' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1861208363468223668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1861208363468223668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/terlahir-sebagai-ombak-7.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (7)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8026441067796747602</id><published>2007-08-20T16:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T16:39:06.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Gerhana Bulan 28 Agustus 2007</title><content type='html'>Dari situsnya &lt;a href="http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/LEmono/TLE2007Aug28/TLE2007Aug28.html" target="_blank"&gt;NASA&lt;/a&gt;, dapat berita tentang gerhana bulan tanggal 28 Agustus nanti. Gerhana bulan selalu terjadi saat purnama. Penyebabnya? Yah, seperti juga gerhana matahari, kita semua sudah tahu penyebabnya. Yaitu karena Batara Kala, raksasa yang katanya menguasai waktu, sedang iseng dan pingin ngemil. Karena mulutnya besar, maka ia mencaplok matahari atau bulan. Makanya untuk sesaat, matahari atau bulan akan lenyap atau berubah warna saat gerhana terjadi. Untungnya, karena dia cuma iseng aja, sehingga matahari dan bulan itu dilepeh lagi dan tampil normal seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RslfjmxQSYI/AAAAAAAAAKw/N1lduLvGO-I/s1600-h/eclipse_diagram.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RslfjmxQSYI/AAAAAAAAAKw/N1lduLvGO-I/s400/eclipse_diagram.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5100713118280993154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;gambar diambil dari&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://whyfiles.org/shorties/130eclipse/index.html" target="_blank"&gt; http:whyfiles.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah, gerhana bulan tanggal 28 nanti, terjadinya di wilayah pasifik. Indonesia kebagian cuma sebentar. Tapi meski cuma kebagian sisa gerhana, kita di bagian Barat Indonesia ini masih bisa kok mengamati sisa-sisanya. Memang hanya beberapa saat saja, yaitu ketika matahari terbenam dan purnama terbit. Saat itu kita akan melihat warna bulan purnama yang nggak keperakan seperti biasanya. Mungkin akan kemerah-merahan. Pasti karena spektrum warna itulah yang lolos dari pembiasan yang dilakukan atmosfer bumi dan jatuh di permukaan bulan. Makanya bulan akan berwana kemerahan. *sok tau neh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun ini, sebenarnya sudah dua kali terjadi gerhana bulan di Indonesia. Salah satunya pada bulan Maret yang lalu (saat itu Jakarta mendung, saya nggak bisa liat bulan purnama). Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan memang lebih sering terjadi. Tapi, gerhana bulan memang tak disambut seheboh sambtan terhadap gerhana matahari. Sebab memang kejadiannya kadang nggak terlalu mencolok. Bahkan kadang bulan tetap kelihatan, hanya warnanya saja yang berubah abu-abu. Jarang yang benar-benar hilang. Kalaupun hilang, garis bayangan bumi yang jatuh di permukaan bulan bukanlah garis yang tegas, melainkan garis samar-samar saja. Makanya ga terlalu mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau mau lihat, ya tanggal 28 Agustus nanti. Saat matahari terbenam, lihat deh ke langit Timur, dan amati warna bulan. Pasti warnanya tidak putih perak seperti biasa. Kejadiannya hanya sebentar. Sekitar setengah delapan malam, bulan sudah akan terlihat normal kembali. Batara Kala sudah nggak iseng lagi. Situs &lt;a href="http://mutoha.blogspot.com/" target="_blank"&gt;JAC&lt;/a&gt; memberi ancer-ancer waktu sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tahapan Gerhana Bulan Total (GBT)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;28 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penumbra Mulai (P1) = 14:54 WIB (tidak tampak)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Umbra Mulai (U1) = 15:51 WIB (tidak tampak)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Total Mulai (T1) = 16:52 WIB (tidak tampak)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bulan Terbit (Moonrise) = 17:36 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Puncak Gerhana = 17:37 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Total Berakhir (T2) = 18:22 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Umbra Berakhir (U2) = 19:24 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penumbra Berakhir (P2) = 20:21 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;( Sumber : Software Starrynight )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ini perhitungan manusia, 'kan? Bisa aja salah dan gerhana matahari/bulan selama-lamanya. *halah* Tapi kalau memang begitu, maka mudah-mudahan Batara Kala penguasa waktu itu segera menyadari kekeliruannya dan membiarkan matahari bersinar cerah agar hari-hari ceria kembali. Horeee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang saya kasih tahu, malah ngeledek, "Kulihat bulan di wajahmu." Sialan, emangnya wajah saya jerawatan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8026441067796747602?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8026441067796747602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8026441067796747602' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8026441067796747602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8026441067796747602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/gerhana-bulan-28-agustus-2007.html' title='Gerhana Bulan 28 Agustus 2007'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RslfjmxQSYI/AAAAAAAAAKw/N1lduLvGO-I/s72-c/eclipse_diagram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7170792241934004672</id><published>2007-08-20T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T16:37:15.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Sesudah 17-an</title><content type='html'>Tiga hari setelah tanggal 17, di berbagai perempatan jalan atau sudut taman, masih banyak sisa-sisa pesta yang belum dibersihkan. Bahkan tali-tali tempat menggantung krupuk dan tiang batang pinang bekas lomba kemarin masih menghias ruang pandang. Belum lagi garis lintasan yang digambar di jalan atau di lapangan, seperti mengisyaratkan lomba yang tak mau diselesaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia memang selalu meriah, seperti tahun-tahun sebeblumnya. Berbagai acara dan lomba selalu diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan ulang tahun negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua lomba dan acara dipakai untuk tetap memaknai peringatan ini, bukan sekadar mengelar keramaian belaka. Tentunya dibutuhkan perenungan dan penghayatan akan makna-makna itu lewat berbagai acara yang teragenda. Mulai dari makan krupuk, balap karung, panjat pinang, sampai acara lucu-lucuan. Bisa saja semua itu dimaknai sekadar sebagai pesta biasa. Tapi, akan lebih baik jika kita bisa menghayati semangat perjuangan para pahlawan yang berjasa membuat negri ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu muluk kalau mengaitkan semangat kemerdekaan dengan lomba-lomba yang diadakan selama Agustus ini. Tepatnya terlalu menggampangkan dan menganggap remeh. Sebab saat makan krupuk, kita tidak merasakan desingan peluru yang mengincar kepala kita. Saat balap karung kita tak merasakan kendaraan lapis baja mengejar kita. Setiap lomba 17-an yang kita ikuti, kita lakukan dalam suasana senang dan gembira, jadi mana bisa menghayati perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan di tahun '45?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasanya tidak berlebihan kalau kita mencoba membangkitkan semangat mereka walau dengan cara mengkonversikan semangan memenangkan perlombaan menjadi semangat berjuang dalam diri kita. Mencoba memperteguh kembali ikatan dengan tanah air dalam kebersamaan hidup berbangsa serta memangun kesadaran bahwa kita juga bisa membuat bangsa ini maju dengan bekerja sebaik-baiknya sesuai porsi dan posisi kita masing-masing. Memang, negri ini masih memiliki banyak kekurangan, dan tidak setiap pemimpinnya punya sikap dan mental yang baik dan bisa kita banggakan. Tapi mestinya hal itu tak bisa jadi alasan bagi kita untuk berjuang sungguh-sungguh untuk kemajuan negeri ini. Barangkali peran kita hanya kecil saja, seperti membersihkan sampah sisa lomba, namun kalau kita ikut-ikutan apatis dan bersikap masa bodoh seperti pemimpin-pemimpin yang mungin sering bikin kita kecewa, tentunya kita malah akan menambah jumlah kekecewaan. Padahal, sekecil apapun kontribusi kita, pasti akan ada nilainya, walaupun sekadar berjuang untuk hidup sebagai orang baik dan bermanfaat bagi keluarga sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu, kan? Allahu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7170792241934004672?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7170792241934004672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7170792241934004672' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7170792241934004672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7170792241934004672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/sesudah-17.html' title='Sesudah 17-an'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7962920910095216631</id><published>2007-08-16T13:36:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T13:40:46.659+07:00</updated><title type='text'>Sketsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsPxJGxQSXI/AAAAAAAAAKo/oxRtYngw9a8/s1600-h/Ranu_Kumbolo_4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsPxJGxQSXI/AAAAAAAAAKo/oxRtYngw9a8/s400/Ranu_Kumbolo_4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099184341851851122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7962920910095216631?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7962920910095216631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7962920910095216631' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7962920910095216631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7962920910095216631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/sketsa.html' title='Sketsa'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsPxJGxQSXI/AAAAAAAAAKo/oxRtYngw9a8/s72-c/Ranu_Kumbolo_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8610858146595566498</id><published>2007-08-15T01:02:00.000+07:00</published><updated>2007-08-15T16:56:46.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Nyanyi ah...</title><content type='html'>Buat Nes &amp; Yoga yang lagi blajar maen gitar, ini nih, permintaannya.&lt;br /&gt;Gampang 'kan? Btw, kalau mau gitar, minta aja ama om pdgd. Gitarku dah dijual &lt;span style=""&gt;$-)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsLF1VAX_sI/AAAAAAAAAKg/oGDKmfxblfU/s1600-h/Tak_Takut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsLF1VAX_sI/AAAAAAAAAKg/oGDKmfxblfU/s400/Tak_Takut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098855248099278530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8610858146595566498?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8610858146595566498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8610858146595566498' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8610858146595566498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8610858146595566498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/nyanyi-ah.html' title='Nyanyi ah...'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RsLF1VAX_sI/AAAAAAAAAKg/oGDKmfxblfU/s72-c/Tak_Takut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-153459519088976372</id><published>2007-08-15T01:01:00.000+07:00</published><updated>2007-08-15T16:57:30.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Patung Kayu</title><content type='html'>Cerita berikut ini dikutip dari cerita rakyat negeri seberang. Versi terjemahan Bahasa Indonesianya pernah dimuat di majalah anak-anak Bobo, bertahun-tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga sahabat dengan keahlian berbeda sedang menuju kota untuk mengadu nasib. Kota itu jauh dari tempat tinggal mereka di pedalaman dan ketiganya yakin keahlian mereka akan bermanfaat untuk menjalani hidup setelah hijrah dari desa tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jarak perjalanan yang jauh, maka menjelang malam mereka berhenti di tempat terbuka di pinggir sungai untuk istirahat. Semua sepakat untuk membuat giliran jaga dengan jatah waktu yang terbagi secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran pertama jatuh pada si ahli pembuat patung, sementara yang lainnya tidur memulihkan tenaga. Pematung ini sebenarnya sudah mengantuk dan menjadi merasa jenuh karena harus berjaga sendirian. Maka untuk mengusir kejenuhan dan tetap membuatnya terjaga, dia mendekati sebatang pohon yang batangnya seukuran tubuh orang dewasa. Dikeluarkannya perkakas lalu mulai memahat kayu pohon tersebut. Dengan keahliannya, secara cepat ia mampu membuat sebuah patung manusia berbentuk wanita cantik dengan ukuran tubuh sempurna. Setelah merasa tugasnya sudah ditunaikan dan pekerjaan mematungnya selesai, ia membangunkan kawannya yang mendapat giliran jaga berikutnya serta beranjak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua ini, adalah seorang yang punya keahlian untuk merias. Dia juga pandai menjahit pakaian dan membawa serta hasil kreasinya yang akan dijual di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga orang pertama, ia merasa mengantuk dan jenuh. Maka ia mulai mencari-cari kesibukan. Ketika dilihatnya sebuah patung wanita, ia mendapatkan ide cemerlang. Akan ia rias patung kayu itu hingga menjadi lebih cantik dan terlihat hidup. Dikeluarkannya koleksi busana, kosmetik, dan perhiasan. Ia sesuaikan ukuran koleksi busananya dengan ukuran patung kayu. Kalau ada bagian terlalu besar, maka ia kecilkan. Begitu juga sebaliknya. Ia pasangkan juga beberapa perhiasan semacam kalung, cincin, serta gelang. Tak lupa ia dandani patung itu dengan kosmetika hingga patung tadi benar-benar menyerupai seorang wanita cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melakukan riasan, ia sadar bahwa waktunya untuk tugas berjaga sudah habis. Segera dibangunkannya orang ketiga untuk melanjutkan tugas jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ketiga ini pun merasa jenuh. Maka ia mulai melihat sekeliling untuk mencari kesibukan. Betapa terkejutnya ia melihat sosok wanita cantik dekat tempat mereka berkemah. Sempat ia menyapa sebelum menyadari bahwa itu hanya patung kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ia dekati dengan penuh rasa kagum. Dia adalah seorang ahli ibadah yang luas pengetahuannya. Ia hafal semua doa dan mantra serta tata cara memanjatkan doa yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat patung indah itu, timbul keinginan untuk memanjatkan doa kepada Yang Maha Pemberi Hidup agar patung itu bisa diberi nyawa. Mungkin ia akan melalaikan tugas menjaga karena harus memusatkan segenap indera untuk bersemedi, tapi ia yakin bahwa kondisi lingkungan tempat mereka bermalam ternyata aman-aman saja. Terbukti sepanjang dua pertiga malam tak terjadi apa-apa. Maka mulailah ia mengheningkan cipta. Berdoa dengan segala tata cara dan kata-kata mantra yang ia ketahui.  Ia terus berdoa hingga tak sadar hari sudah pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, kedua kawannya mulai terjaga. Mereka mendekati si ahli ibadah dan menyadarkannya dari semedi. Namun beberapa detik kemudian, ketiganya terkejut, sebab ada seorang wanita yang mendekat ke arah mereka. Ya, patung tadi hidup menjadi wanita cantik dengan pakaian indah dan perhiasan gemerlapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu wanita ciptaanku," ujar si pemahat sambil berjalan mendekati wanita yang keindahannya memesona mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, itu milikku, sebab akulah yang membuatnya cantik. Kau hanya membuat patung kayu, sedang aku yang meriasnya, menghiasnya, dan membuatnya lebih cantik," sanggah orang kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saja aku tak menggunakan mantra dan doa yang aku ketahui dengan metoda khusus yang selama ini telah aku kuasai, dia tetaplah patung kayu, secantik apapun dia. Maka akulah yang berhak menentukan nasibnya. Untuk aku telah aku putuskan, bahwa akulah yang akan memiliknya. Membawa ke kota dan menikahinya." Itu kata orang ketiga, si ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdebat sementara wanita tadi menyaksikan dengan heran. Tak ada yang mau mengalah. Ketiganya belum memiliki istri dan sama-sama terpesona dengan kecantikan wanita itu hingga ingin memilikinya dan menjadikannya istri. Ketiganya juga sama-sama merasa paling berhak atas wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...&lt;br /&gt;(akhirnya biarlah dikembalikan pada pembaca. Versi aslinya memang ada akhirnya, dan tidak ngambang kayak gini. Tapi 'kan, ini bukan versi asli, hanya kutipan bebas. Huehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, adakah hak kita pada orang lain, sebesar apapun jasa kita, atau sebesar apapun kesalahan orang tersebut?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-153459519088976372?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/153459519088976372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=153459519088976372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/153459519088976372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/153459519088976372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/patung-kayu.html' title='Patung Kayu'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3828754211517838858</id><published>2007-08-09T16:09:00.001+07:00</published><updated>2007-08-09T16:47:59.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Panjat Pinang</title><content type='html'>Walaupun tanggal 17 Agustus masih cukup lama, tapi persiapan yang dilakukan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI sudah mulai dilakukan di mana-mana. Termasuk di tempat tinggal saya. Salah satu diantaranya: persiapan Lomba Panjat Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiiiik... Pasti nanti seru: persaingan tenaga, akal pikiran, dan kerja sama tim untuk mencapai posisi tertinggi di batang pinang. Dalam persaingan ini, nggak boleh ada keluhan, nggak perlu orang lemah, nggak butuh orang pesakitan, dan terutama: nggak terima orang cengeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horeeee.... Merdeka !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3828754211517838858?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3828754211517838858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3828754211517838858' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3828754211517838858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3828754211517838858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/panjat-pinang.html' title='Panjat Pinang'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6079209437756098951</id><published>2007-08-09T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T08:44:34.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puisi Cengeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrrfJVAX_oI/AAAAAAAAAJs/CpVC92NWVZE/s1600-h/semeru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrrfJVAX_oI/AAAAAAAAAJs/CpVC92NWVZE/s400/semeru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096631279673671298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pencipta Alam Yang Maha Perkasa&lt;br /&gt;mengajarkan kita untuk membaca&lt;br /&gt;alif ba ta dengan cara sempurna:&lt;br /&gt;dari kecil hingga besar,&lt;br /&gt;dari bawah hingga atas,&lt;br /&gt;sama sekali tanpa air mata&lt;br /&gt;apalagi sampai menggali kuburan lama.&lt;br /&gt;Maju, jangan lihat masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;(sehabis baca ini, ada temen yang bilang: cengeng amat, lu? saya: kaget)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6079209437756098951?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6079209437756098951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6079209437756098951' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6079209437756098951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6079209437756098951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/puisi-cengeng.html' title='Puisi Cengeng'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrrfJVAX_oI/AAAAAAAAAJs/CpVC92NWVZE/s72-c/semeru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3381266542836621505</id><published>2007-08-09T16:06:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T08:47:45.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Arya Penangsang</title><content type='html'>Gara-gara orangtuanya dibunuh, Arya Penangsang yang saleh itu gelap mata. Darah mudanya menggelegak. Maka saat penghinaan sekali lagi datang, ia menghunus Setan Kober atas nama dendam. Sayang, Allah lebih memilihnya untuk mati syahid sebelum membalaskan sakit hatinya. Musuhnya, dengan cara sangat teramat licik, membuat kuda tunggangannya menjadi liar dan tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sejarah ditulis dengan keliru, semata-mata demi melanggengkan kekuasaan. Arya Penangsang, murid terkasih Sunan Kudus itu syahid, tapi namanya dicerca sepanjang masa dengan cap Pemberontak Negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3381266542836621505?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3381266542836621505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3381266542836621505' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3381266542836621505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3381266542836621505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/arya-penangsang.html' title='Arya Penangsang'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5471114109369181501</id><published>2007-08-09T13:28:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T16:27:49.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (6)</title><content type='html'>Tentu, ada yang memilih jadi angin.&lt;br /&gt;Bebas berkelana&lt;br /&gt;menebar kabar samar-samar,&lt;br /&gt;bahkan menyusup hingga ke dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semoga angin itu diam membeku&lt;br /&gt;sesamapai di puncak gunung salju.&lt;br /&gt;Gunung itu terlalu angkuh untuk datang sendiri,&lt;br /&gt;berkali-kali hanya kirim kabar lewat sungai&lt;br /&gt;yang menghanyutkan daun jatuh berguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga angin itu,&lt;br /&gt;yang selalu menumbuhkan gelora dengan hembusannya,&lt;br /&gt;tak memercikkan riak ombak ke mana-mana,&lt;br /&gt;tak menerbitkan kabar dukaku ke mana-mana.&lt;br /&gt;Terutama kepada gunung api itu&lt;br /&gt;yang masih saja tampak biru&lt;br /&gt;di kejauhan,&lt;br /&gt;yang masih saja membuatku rindu&lt;br /&gt;di kejauhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5471114109369181501?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5471114109369181501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5471114109369181501' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5471114109369181501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5471114109369181501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/terlahir-sebagai-ombak-6.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (6)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3414529718584851106</id><published>2007-08-06T16:31:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T11:51:43.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Tempat-tempat Masa Kecil</title><content type='html'>Dulu dekat rumah saya ada sebuah rumah tua. Peninggalan jaman Belanda. Kosong, tidak ada manusia menghuninya. Pintu-pintu dan jendelanya sudah tidak ada. Siapa saja bisa keluar masuk seenaknya. Tapi tidak ada yang tinggal di sana. Padahal rumah itu besar sekali. Hanya ada kelelawar yang setiap maghrib akan terlihat keluar dari balik atap dan terbang melalui jendela-jendela besar yang ada di sana. Warna catnya semestinya putih. Tapi warna itu sudah lama berubah kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, gedung itu dibangun tahun 1775 oleh orang Belanda bernama Hooyman. Tercatat kemudian, gedung itu berpindah tangan menjadi milik Lendeert Miero, seorang Yahudi-Polandia bernama asli Juda Leo Ezekiel. Lendeert semula orang melarat saat pertama datang di Betawi, tapi belakangan dia menjadi orang kaya baru yang punya banyak tanah di Betawi dan sekitarnya, termasuk di tempat rumah kuno itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya sering lewat di depannya. Kebetulan kawan saya saat di sekolah dasar (SD) tinggal tak jauh dari dekat gedung itu. Setiap mampir ke rumahnya, maka jalan terdekat dari sekolah adalah jalan setapak yang melewati depan rumah itu. Ada jalan lain, tapi itu melewati jalan besar yang ramai dengan lalu lintas. Maka saya lebih sering memotong jalan melalui depan rumah kuno besar itu. Jalannya sendiri sangat rimbun karena banyak tumbuh pohon sengon raksasa yang bahkan ketinggiannya bisa melampaui atap rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sih, saat saya kecil itu, tanah di sekitar situ dimiliki oleh negara. Soalnya, tak jauh dari situ juga ada kompleks perumahan milik salah satu angkatan perang negara ini. Tanahnya luas dengan bentuk nyaris segitiga dan berbatasan langsung dengan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, rumah kuno besar itu tak ada lagi. Sejak 1992 sudah dirobohkan dan diganti dengan Mal yang ramai dan terang benderang, baik siang ataupun malam. Kawan SD saya juga nggak tinggal di sana lagi. Nggak tau deh, digusur ke mana dia, mungkin mengungsi ke bulan purnama. Menyesal juga karena dulu nggak sempat motret gedung besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, tempat saya menghabiskan masa kecil itu, sejak dulu hingga sekarang, sering disebut dan dikenal orang dengan nama Pondok Gede.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3414529718584851106?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3414529718584851106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3414529718584851106' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3414529718584851106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3414529718584851106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/tempat-tempat-masa-kecil.html' title='Tempat-tempat Masa Kecil'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6435810769479473934</id><published>2007-08-06T16:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T13:41:04.651+07:00</updated><title type='text'>Mangrove (4)</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204); font-weight: bold;"&gt;Tentang nama mangrove.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa disebut mangrove?  Begini, ada dua kata pembentuk mangrove:&lt;br /&gt;1. Mangue, dari bahasa portugis, dan&lt;br /&gt;2. Grove, dari bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus bahasa Inggris, M4n9rove berarti komunitas tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut air laut beserta segala spesies tumbuhan yang menyusunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Portugis sendiri, mengrove menyatakan individu spesies tumbuhan. Sedangkan komunitas tumbuhan tersebut biasa disebut mangal. (kalu salah, koreksi, dunk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pakar memiliki definisi yang tidak seragam untuk kata mangrove ini, namun perbedaannya tidak dalam ranah yang prinsip dan tidak jauh berbeda dengan yang selama ini telah kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa istilah lain yang mengacu pada mangrove seperti Tidal Forest, Coastal Woodland, Hutan Payau, serta Hutan Bakau, walaupun definisi terakhir ini agak salah kaprah karena bakau hanyalah saal satu jenis mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, definisi hanya kita gunakan sebagai alat mengenal dan membedakan. Yang paling penting, tentu saja kemampuan kita memperlakukan mangrove ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keberlangsungan hidup kita sebagai manusia dan sesama ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga nggak ada yang bosen mbaca mangrove. Apalagi sampe muntah gara-gara kebanyakan postingan mengenai mangrove.&lt;br /&gt;piss...  :)&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6435810769479473934?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6435810769479473934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6435810769479473934' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6435810769479473934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6435810769479473934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/mangrove-4.html' title='Mangrove (4)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2404800337674939323</id><published>2007-08-03T13:33:00.001+07:00</published><updated>2007-08-03T16:19:31.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>KRL Ciujung, Divisi Jabotabek, PT KAI</title><content type='html'>Sejak diresmikan, KRL Ciujung yang melayani rute Serpong - Tanah Abang belum memiliki jadwal yang tetap. Setelah satu bulan berjalan, jadwal tersebut telah berubah dua kali. Perbedaan antara kedua jadwal tersebut tidak terlalu jauh. PT KAI juga melakukan sosialisasi jadwal baru dengan cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih ada persoalan yang cukup memprihatinkan. Ada beberapa stasiun yang belum menerapkan sistem pintu masuk yang terpadu. Sehingga, masih ada jalan masuk dan keluar yang bisa dilewati tanpa melalui pemeriksaan petugas. Akibatnya, banyak pengguna Ciujung yang bingung saat ingin mengembalikan tiket elektroniknya. Tak heran, selama satu bulan saja, sudah lebih dari seribu lembar tiket yang dinyatakan hilang. Agaknya PT KAI harus berupaya lagi untuk menyiapkan infrastruktur pendukungnya sendiri, sebelum menuntut kedisiplinan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, semua memang butuh proses. Kekurangan yang terjadi merupakan proses pembelajaran bagi semua. Bagaimanapun juga, upaya PT KAI untuk membenahi sarana transportasi umum patut diacungi jempol. Diharapkan sarana ini makin berkembang dan modern, hingga tak kalah dengan apa yang ada di negara maju. Mudah-mudahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2404800337674939323?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2404800337674939323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2404800337674939323' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2404800337674939323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2404800337674939323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/krl-ciujung-divisi-jabotabek-pt-kai_03.html' title='KRL Ciujung, Divisi Jabotabek, PT KAI'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5340471821564036130</id><published>2007-08-01T16:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:42:18.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pada Suatu Pagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrBXA1AX_nI/AAAAAAAAAJk/VLGn4RzjJmc/s1600-h/Ranu_Kumbolo_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrBXA1AX_nI/AAAAAAAAAJk/VLGn4RzjJmc/s400/Ranu_Kumbolo_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093666850296299122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;beritahu aku&lt;br /&gt;di mana tumbuh semak hutan membiru.&lt;br /&gt;setiap pagi jendela terbuka&lt;br /&gt;lumut hijau memagar&lt;br /&gt;rindu.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) kalau lihat foto di atas, siapa yang nggak kepengen ke sana, coba? Biarpun udah berkali-kali, tapi tetep aja kangen, pengen ke sana lagi. Apalagi kalau jaraknya dekat dengan tempat tinggal kita. :P&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5340471821564036130?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5340471821564036130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5340471821564036130' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5340471821564036130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5340471821564036130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/pada-suatu-pagi.html' title='Pada Suatu Pagi'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RrBXA1AX_nI/AAAAAAAAAJk/VLGn4RzjJmc/s72-c/Ranu_Kumbolo_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5167653031379160973</id><published>2007-08-01T08:30:00.001+07:00</published><updated>2007-08-01T08:30:39.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Pendekar Kali Pesanggrahan</title><content type='html'>Sejarah Jakarta mengenal berbagai sosok pendekar sebagai pejuang penegak keadilan yang berupaya membebaskan tanah air dari cengkeraman kuku penjajahan. Sifat satria mereka merupakan inspirasi bagi masyarakat kala itu. Kini,  meski bangsa kita tak lagi dijajah Bangsa asing, ternyata masih ada sosok pendekar yang patut dijadikan teladan. Tentu tindakannya tidak lagi sama seperti di jaman dulu. Namun garis perjuangannya yang menegakkan keadilan dan mengupayakan kesejahteraan rakyat masih sama. Salah satunya adalah Bang Idin, pendekar dari Kali Pesanggrahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari Kenangan Masa Silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berawal dari kenangan masa kecil H. Chaerudin. Tokoh yang dalam kesehariannya selalu mengenakan pakaian khas betawi, lengkap dengan peci dan goloknya ini, ingat betapa mudahnya dulu memancing ikan di Kali Pesanggrahan. Kicauan burung begitu merdu menghiasi suasana di pinggir kali. Aneka satwa lain juga dapat dengan mudah ditemui. Tapi kondisi di akhir 1980-an sangatlah jauh berbeda. Sampah bertebaran sepanjang bantaran yang tandus atau di kali yang airnya kehitaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan itulah yang mendorongnya pergi bertualang, menyusuri kali dengan batang-batang pisang sebagai rakitnya. Di tahun 1989 ia mencoba mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kai. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan-ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya seolah tersumbat. Hasilnya adalah sebuah keprihatinan yang membuat darah kependekarannya menggelegak serta lahirnya sebuah tekad yang sederhana namun sekeras goloknya: mengembalikan Kali Pesanggrahan menjadi seperti dulu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekadnya memang sederhana, namun menyimpan hal-hal besar dan tak mudah untuk dilakukan. Untuk mengembalikan "kesehatan" sungai, lelaki yang beristrikan Partinah ini harus menghidupkan lagi mata air yang ada. Itu berarti pohon-pohon harus tumbuh di sepajang bantarannya. Padahal, untuk menanam pohon, ia harus membersihkan bantaran, baik dari sampah maupun bangunan. Maka dimulailah usahanya dengan membersihkan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini ternyata tidak mudah. Berkali-kali ia bersitegang dengan orang-orang yang sering membuang sampah sembarangan. Terutama pemilik rumah yang membangun tembok tinggi di bantaran. Tapi darah kependekaran memang mengalir deras dalam nadinya. Ia tak lantas menggunakan kekerasan untuk menyadarkan "orang Gedongan" yang bertabiat kampungan itu. Mereka tetap dihimbau dengan cara persuasif. Tentu saja orang-orang itu tak sudi dinasihati. Mereka beranggapan bahwa mereka telah membeli tanah hingga ke tepi sungai. "Apa hak Anda melarang saya membuang sampah di wilayah saya sendiri. Mana dasar hukumnya, SK-nya?" begitu tantang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lelaki kelahiran 13 April 1956 ini beranggapan bahwa tak seorangpun boleh memiliki bantaran. "Itu milik kita semua," ujarnya. Dan, "Di pinggir kali nggak ada bahasa hukum. SK saya dari langit," sambungnya lagi dengan keyakinan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka tetap membandel, Bang Idin tidak juga menggebrak dengan golok terhunus, tapi malah mengumpulkan sampah-sampah ke dalam kantong plastik lalu digantungkan di pagar depan rumah orang-orang itu. "Supaya mereka paham bagaimana rasanya kalau di depan hidung mereka ada sampah. Mereka begitu kan karena belum paham." Tak jarang Bang Idin harus berurusan denganaparat kelurahan, kecamatan, BPN, bahkan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Idin lalu mengajak tetangganya untuk turut serta. Diyakinkannya bahwa secara turun temurun, Pesanggrahan adalah tanah pendekar, sehingga mereka pun keturunan pendekar. Jadi, "Jangan sampai wilayah pendekar diacak-acak orang." 17 orang petani kemudian membentuk kelompok Bambu Kuning dan ikut serta dalam barisan Bang Idin untuk berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, kesadaran juragan-juragan tanah yang membangun pagar beton tinggi hingga ke bantaran kali mulai tumbuh. Mereka menyadari juga perlunya penghijauan di bantaran. Maka sejak tahun 1998, secara bertahap mereka merelakan pagar-pagar mereka dibongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan berikutnya muncul, sebab mereka tak tahu harus menanam apa. Bibit belum tersedia. Akhirnya disepakati, dalam setiap pertemuan yang diadakan dua kali setiap bulannya, setiap anggota diwajibkan membawa bibit pohon dan mereka menanamnya bersama-sama. Terserah bibit apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kelompok tani itu telah menjelma menjadi Kelompok Tani Lingkungan Hidup Sangga Buana (KTLH Sangga Buana). Wilayah kerjanya bertambah luas. Ribuan pohon telah berhasil ditanam. Pengadaan bibit bukan lagi hal yang sulit. Banyak instansi maupun perseorangan yang membantu pengadaan bibit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun tidak sembarangan menanam. Aspek geografis juga menjadi pertimbangan. Tidak semua pohon bisa ditanam di pinggir kali atau di tanah yang miring. Mereka mengandalkan ilmu yang didapatkan secara turun temurun. Maka pepohonan yang tinggi, seperti kayu secang, salam, tanjung, kedondong laut, nangka, senggugu, belimbing wuluh, mandalika, ditanam dekat dengan bibir kali. Pohon-pohon jenis tersebut memiliki akar yang sanggup mencegah erosi, selain ketinggiannya akan menjadi koridor bagi jalur lalu lintas burung-burung. Di sela-sela pepohonan tersebut ditanami tanaman obat perdu, seperti empon-emponan, brotowali, nilam, jeroak, sambiloto, dan lainnya. Agak jauh dari bibir sungai, barulah ditanami pisang atau bambu serta tanaman sayur-sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hasilnya sungguh luar biasa. Area seluas 40 hektar, membentang sepanjang tepian Kali Pesanggrahan, menjadi ijo royo-royo. Burung-burung berkicau setiap hari. Bahkan burung cakakak yang bersarang di tanah dan sudah jarang ditemui di wilayah lain di jakarta, kini juga bisa ditemukan. Pohon-pohon yang mulai langka di Jakarta semacam buni, jamblang, kirai, salam, tanjung, kecapi, kepel, rengas, mandalka, drowakan, gandaria, bisbul, dapat dijumpai di sini. Belum lagi tanaman obat yang jumlahnya mencapai 142 jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping menghijaukan bantaran, Bang Idin dan kelompoknya juga berhasil menghidupkan kembali tujuh mata air yang dulunya mati. Air sungai tak lagi kehitaman, sehingga cukup sehat bagi berkembangbiaknya ikan-ikan. Secara berkala, KTLH Sangga Buana melepaskan bibit-bibit ikan yang dibudidayakan di tambak-tambak ke dalam kali Pesanggrahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, upaya yang dilakukan telah berhasil mengangkat kesejahteraan petani-petani di sekitar kali pesanggrahan. Mereka bisa memasarkan hasil kebun sayuran maupun pohon-pohon produktif lainnya semacam melinjo yang diperkirakan berjumlah 8000 batang pohon, maupun pisang dan buah-buahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bantaran kali Pesanggrahan ramai oleh pengunjung dari seluruh Jakarta, menjadi hutan wisata gratis yang boleh dikunjungi siapa saja. Uniknya, setiap pengunjung akan diajak menanam pohon atau menebar benih ikan di kali. Mereka juga tidak dilarang memancing atau mengambil hasil hutan seperti memetik melinjo dan memotong rebung. Gratis, asalkan Anda tidak merusaknya. Tapi jangan coba-coba mencari ikan dengan racun atau cara-cara "keji" lainnya, karena Bang Idin dan koleganya akan segera menegur Anda. Tentu saja Anda juga bisa membeli sayuran dari para petani di sana. Maka tak heran jika pengunjung makin ramai. Berbagai kelompok dari sekolah maupun perguruan tinggi juga menyumbangkan ilmu dan tenaga mereka di sini. Beberapa rombongan expatriate dari Jerman, Inggris, Perancis, Australia, Belanda hingga Jepang pun ikut mencoba merasakan keasrian daerah ini. Untuk mendampingi para wisatawan mancanegara tersebut Sangga Buana mendapatkan bantauan tenaga sebagai pemandu wisata dari Universitas Trisakati yang sebelumnya diberikan pengetahuan tentang alam dan sejarah disana. Tercatat sekitar 4000 orang datang berkunjung tiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penghargaan telah diperoleh Bang Idin dan kelompoknya. Tapi, "Yaaah itu mah buat apa. Banyak. Ada Kalpataru, atau apa lah, saya ndak urus. Tahun 2002 kalau ndak salah pernah dapat penghargaan penyelamatan air sedunia. Dan banyaklah piagam-piagam, dari Abu Dhabi, pemerintah Jerman, Belanda. Tapi saya tidak mengharap apa-apa. Apa sih artinya semua penghargaan itu kalau suatu perjuangan tidak bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Tapi paling penting apabila karya saya ini tidak nyusahin orang. Saya sangat sedih. Orang yang bisa paham dengan lingkungan itu memberi penghargaan paling tinggi buat saya. Padahal itu hanya bagian dasar dan pemikiran saya, bahwa kami mengerjakan itu semua. Satu: menyelamatkan alam." Begitu ujar Bang Idin saat ditanya berapa banyak penghargaan yang telah diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Bang Idin sedang menularkan ilmunya di bantaran kali Ciliwung. Dukungan dari masyarakat sekitar, terutama dari pemuda-pemuda sudah didapatkan. Diharapkan pola yang sama bisa digunakan untuk "memerdekakan" bantaran-bantaran sungai yang lain di ibukota dari "penjajahan" sampah maupun kerusakan lingkungan akibat kebodohan manusia-manusia serakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, bagi kita sosok Bang Idin merupakan seorang pendekar. Ayah dari dua anak, Widuri Indrawati (dosen Ekowisata Kelautan IPB) dan Ario Saloko (murid SMU Darul Maarif) ini benar-benar sosok yang bisa dijadikan teladan. Kepeloporannya dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup sanggup membuat siapa saja merasa kecil saat berhadapan dengannya. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga kelas dua SMP, namun aktifitasnya akan sanggup membuat malu orang-orang berpendidikan tinggi, bahkan aktifis anggota perhimpunan mahasiswa pecinta alam sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirangkum dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5167653031379160973?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5167653031379160973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5167653031379160973' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5167653031379160973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5167653031379160973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/08/pendekar-kali-pesanggrahan.html' title='Pendekar Kali Pesanggrahan'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-665374662823069660</id><published>2007-07-30T16:43:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T08:59:10.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Tanjakan lagi.... :(</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq2zi1AX_iI/AAAAAAAAAI8/jGI59fdEw4w/s1600-h/1020.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq2zi1AX_iI/AAAAAAAAAI8/jGI59fdEw4w/s400/1020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092924164551474722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau berikan&lt;br /&gt;lereng terjal, seperti tuan rumah membuka pintu pagar.&lt;br /&gt;Pernahkah kau lihat alam berkhianat,&lt;br /&gt;dan memberi tanjakan hanya sebatas lihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka kulewati tanjakan penuh ilalang berbisik&lt;br /&gt;dan tawa renyah pasir kerikil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tangis hilang di balik bukit.&lt;br /&gt;mungkin dendam sudah habis&lt;br /&gt;kau tuntaskan&lt;br /&gt;jejak telah kau hapus dari catatan&lt;br /&gt;langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggal bayanganku&lt;br /&gt;gamang&lt;br /&gt;di pinggir jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Foto diatas tidak dipinjam dari mana-mana, sebab koleksi pribadi. Lokasi penjepretan di TN Bromo Tengger Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Data teknis:&lt;br /&gt;Kamera : Minolta SRT101 (1971)&lt;br /&gt;Bukaan : 8&lt;br /&gt;Kecepatan : 1/125&lt;br /&gt;Lain-lain : Filter C-PL&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-665374662823069660?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/665374662823069660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=665374662823069660' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/665374662823069660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/665374662823069660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/tanjakan-lagi.html' title='Tanjakan lagi.... :('/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq2zi1AX_iI/AAAAAAAAAI8/jGI59fdEw4w/s72-c/1020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2578916180587330566</id><published>2007-07-30T15:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T15:49:35.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Gara-gara nggak ikut kerja bakti</title><content type='html'>Minggu pagi, ada undangan kerja bakti di lingkungan RT. Kegiatannya untuk bersih-bersih. Memang siy, lingkungan RT udah cukup bersih. Makanya konsentrasi kerja bakti hanya di sekitar fasilitas umum yang dipakai bersama seperti lapangan voli dan taman. Untuk kebersihan rumah, jadi tanggung jawab penghuni maring-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, setelah kerja bakti dan menyantap cemilan seperti pisang goreng dan kacang rebus, ada acara tambahan, yaitu pemilihan pengurus RT yang baru. Wah, padahal dalam undangan tidak pernah disebutkan agenda tersebut. Tapi pihak pengurus RT beranggapan bahwa sangat pantas kalau pemilihan diadakan bersamaan dengan kerja bakti. Alasannya sederhana saja, karena kerja jadi pengurus RT itu butuh keikhlasan dan kepedulian terhadap lingkungan RT. Jadi, wajar saja kalau kandidat diambil dari peserta kerja bakti. Masuk akal juga. Bagaimana mau jadi ketua RT kalau kerja bakti aja nggak mau? Maka pengurus RT pun kemudian terpilih. Semua warga puas atas lancarnya acara pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya? Ternyata tidak juga. Ada warga yang merasa pemilihan pengurus RT tidak sah karena tidak dihadiri seluruh warga (termasuk beliau ini). Dia menuntut pemilihan ulang. Tapi dengan alasan efisiensi, usul itu ditolak pengurus. Hasilnya, dia marah-marah dan menuduh ada konspirasi untuk menjegal warga lain yang berpotensi jadi pengurus RT. Waduh...konspirasi? Pengurus RT???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya pengurus RT lainnya tak menganggap tuduhan tadi secara serius. Anggap saja angin lalu. Lagipula, kalau orang itu memang mau ikut dalam pemilihan pengurus RT, mestinya dia menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan RT dong. Lha... kalau memang peduli, kenapa diundang kerja bakti dia nggak datang? Untungnya ini cuma pemilihan pengurus RT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2578916180587330566?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2578916180587330566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2578916180587330566' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2578916180587330566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2578916180587330566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/gara-gara-nggak-ikut-kerja-bakti.html' title='Gara-gara nggak ikut kerja bakti'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-802734398748644466</id><published>2007-07-27T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:31:38.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Di Tepi Telaga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq_gc1AX_mI/AAAAAAAAAJc/qwsL-gHI060/s1600-h/Ranu_Kumbolo_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq_gc1AX_mI/AAAAAAAAAJc/qwsL-gHI060/s400/Ranu_Kumbolo_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093536489448930914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tepi telaga&lt;br /&gt;kita tak pergi terlalu jauh&lt;br /&gt;dari mimpi.&lt;br /&gt;Langkah kita perlahan&lt;br /&gt;dan hanya penyangkalan diam-diam&lt;br /&gt;seperti riak kecil mendekati tepian&lt;br /&gt;lalu lenyap kembali di kedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, telaga ini&lt;br /&gt;tak menampung duka,"&lt;br /&gt;ujarmu sambil menyembunyikan sudut mata.&lt;br /&gt;Bukankah telah kita buang kisah itu&lt;br /&gt;ketika senja diam-diam turun kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hatimu.&lt;br /&gt;Tidak, tentu hatiku tak mencatatnya&lt;br /&gt;sebab kau telah membawanya&lt;br /&gt;sejak berabad-abad lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergagap membaca alif ba ta pada jejakmu&lt;br /&gt;seperti mengenal aliran darahku.&lt;br /&gt;Tapi kita masih saja enggan mengakui&lt;br /&gt;di kebun mana akhir perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di tepi telaga&lt;br /&gt;kita tak pergi terlalu jauh&lt;br /&gt;seperti mimpi.&lt;br /&gt;Segenap langkah kita&lt;br /&gt;tak memilih arah yang sama lagi.&lt;br /&gt;Segenap langkah kita&lt;br /&gt;hanya menjejakkan kekal sepi ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-802734398748644466?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/802734398748644466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=802734398748644466' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/802734398748644466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/802734398748644466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/di-tepi-telaga.html' title='Di Tepi Telaga'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq_gc1AX_mI/AAAAAAAAAJc/qwsL-gHI060/s72-c/Ranu_Kumbolo_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-592803804211246232</id><published>2007-07-27T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T16:37:36.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mangrove (3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Manfaat Hutan Mangrove secara Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Sumber Perikanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering perairan di hutan mangrove disebut sebagai kamar bayi. Ini karena begitu amannya tempat ini bagi bayi-bayi dari berbagai jenis ikan dan udang. Hutan ini memang merupakan tempat asuh (nursery ground), tempat bertelur, tempat memijah, serta tempat mencari makan bagi nereka. Tidak kurang dari 80% jenis ikan laut membutuhkan hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Penghasil Kayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menggunakan kayu dari berbagai jenis tumbuhan mangrove untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk bahan baku industri kertas, bisa dimanfaatkan dari jenis Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Brugulera sp.. Ekstrak kulit kayu bakau (Rhizophora sp.) juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan penyamak kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Sumber Plasma Nuftah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Plasma nuftah, yang tentunya sangat potensial untuk diteliti mafaatnya, sangat melimpah di kawasan hutan ini. Sebab hutan mangrove ini masih sedikit sekali menjadi peminatan bagi para pakar dan ahli untuk diteliti. Dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang, maka tak tertutup kemungkinan berbagai jenis flora dan fauna di hutan mangrove ini ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak. Allahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3. Manfaat Hutan Mangrove dari segi Sosial Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Sumber Mata Pencaharian Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hutan mangrove secara tradisional telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya. Selain untuk mencari ikan, udang, kepiting, dan berbagai macam kerang, masyarakat juga mengambil kayunya utnuk keperluan sehari-hari atau sebagai sumber mata pencaharian. Selain itu, kawasan hutan ini juga dipakai sebagai tempat bagi tambak untuk keperluan budi daya bandeng dan udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Sumber Pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini nggak perlu diperjelas lagi, sebab hutan mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan kerang. Selain itu, pada formasi hutan mangrove yang terdapat nipah sebagai vegetasi utamanya, maka nira hasil sadapan nipah bisa dimanfaatkan. Kadar gulanya hingga 17 %. Belum lagi daunnya yang bisa digunakan sebagai atap rumah, dinding, tikar, keranjang, dan lain-lain, meskipun masyarakat sekitar lebih sering memanfaatkannya sebagai pengganti kertas rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Sumber Bahan Obat-obatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia lagi kalau tumbuhan (dan juga hewan) banyak mengandung khasiat untuk pengobatan, tak terkecuali tumbuhan dari jenis mangrove. Kalau hingga kini belum dikutak-kutik, mungkin di masa mendatang bisa ada penelitian tentang manfaat tumbuhan mangrove sebagai tanaman obat. Iya nggak? Syaratnya satu: mangrove tidak keburu punah. Sekarangpun, daun dari tumbuhan mangrove jenis Brugulera sexangula telah diketahui sebagai penghambat tumor. Sedangkan Ceriops tagal dan Xylocrpus mollucensis sebagai obat gigi. Yah... daripada sakit hati, mendingan sakit gigi 'kan? Toh mangrove bisa dijadikan sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Tempat Kegiatan Wisata Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mungkin tidak semewah dan seromantis Gondola di Venesia, tapi bersampan di hutan mangrove cukup mengasyikkan lho. Apalagi di sana bisa hunting foto, mengamati burung, maupun menjumpai aneka satwa yang nggak bakalan kita jumpai di tengah kota.Hutan mangrove ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata sebagai lokasi wisata alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Sarana Penelitian dan Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena keunikan formasi hutan mangrove, maka hutan ini menyediakan sarana penelitian yang sangat kaya bagi berbagai bidang ilmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-592803804211246232?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/592803804211246232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=592803804211246232' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/592803804211246232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/592803804211246232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/mangrove-3.html' title='Mangrove (3)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-782759169465895279</id><published>2007-07-23T16:33:00.002+07:00</published><updated>2008-06-11T11:43:27.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mangrove (2)</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dalam statistik blog ini, ternyata halaman ini paling sering dikunjungi. Padahal menurut saya isinya tidak terlalu istimewa. Atau ada hal lain selain isinya yang istimewa? Nggak tau, deh... :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penunjang Sistem Penyangga Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;(manfaat hutan mangrove)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian terdahulu saya udah janji untuk menuliskan lagi soal m4n9r0ve ini. Lagipula rasanya aneh juga kalau sudah mulai menulis tapi tidak diteruskan sampai finish. Rasanya seperti sedang makan pizza: baru gigitan pertama, eh...sisa pizzanya digondol kucing. Atau seperti kalau lagi kebelet pipis: pas udah buka-bukaan, eh... ada yang teriak "kebakaran...kebakaran..." lalu nggak jadi pipis. Duh, nggak enak banget kan tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya sekarang saya coba lanjutkan untuk membahas manfaat hutan mangrove bagi kita yang katanya khalifah di muka bumi ini, baik manfaat langsung maupun tidak langsung. Sebelumnya perlu kita ingat bahwa tak ada ciptaan yang sia-sia, termasuk mangrove ini [QS 3:191] , seperti juga kita sebagai manusia yang tidak diciptakan dengan main-main. [QS 23:115]. Bukan tanpa maksud kita manusia ini diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, kita diciptakan sebagai khalifah Allah di muka bumi (dalam bahasa aslinya, khalifah bisa berarti pengganti, maka kita harus bisa berperan merawat bumi ini sebaik-baiknya. Lha, urusan atau masalah  pribadi gimana? Halah, kita ini kecil. Memang siy, kita pasti punya masalah, tapi 'kan dibandingkan masalah orang lain, masalah kita ternyata nggak ada apa-apanya. Apalagi kalau dibandingkan masalah yang dihadapi oleh masa depan umat manusia. Jangan egois dengan terus menerus larut dalam masalah pribadi. Ingat, kita khalifah Allah !!! Kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah ini). Jadi bermanfaat atau tidaknya mangrove ini sangat terkait dengan kreatifitas manusia yang mengolah atau memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat hutan mangrove ini bisa kita lihat dari beberapa aspek, yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1. Secara Ekologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sebagai Penentu Sumber Produktifitas Perairan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sebagai penentu? Sebab memang hutan mangrove menyediakan makanan bergizi bagi makhluk-makhluk yang ada di level pertama pada rantai makanan. Gini lho, mangrove kan tumbuhan yang berdaun. Nah, daun-daunnya itu pasti ada yang gugur saat sudah tua. Daun yang gugur inilah yang akan didekomposisi (diuraikan) oleh bakteri pembusuk hingga menjadi kaya gizi. Bayangin aja, hasil dekomposisi dedaunan busuk tadi akan menghasilkan kandungan protein sebesar 3,1 % yang akan menjadi 21 % dalam setahun! Tentu saja itu kaya gizi bagi makhluk semacam kepiting, molusca (kayak siput gitu), atau jenis-jenis cacing. Makhluk seperti itulah yang nantinya akan dimakan oleh makhluk di level berikutnya seperti burung atau ikan, dst, sebelum dimakan dan masuk ke perut kita. Makanya, hutan mangrove disebut sebagai penentu, sebab dialah yang menjadi pangkalnya, awalannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RqRIS1AX_eI/AAAAAAAAAIU/7UorIZhY3ig/s1600-h/mangrove1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RqRIS1AX_eI/AAAAAAAAAIU/7UorIZhY3ig/s320/mangrove1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090272967138999778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="dropcaps"  style="font-size:85%;"&gt;Gambar minjem dari &lt;a href="http://abuafatah.blogspot.com/" target="_blank" title="Labi-labi Diaries"&gt;Abu Fatah -Labi-labi Diaries&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Penyedia Habitat Satwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat beberapa jenis burung air semacam bangau kuntul putih (jangan salah eja ya!) atau yang bernama ilmiah Egretta iintermedia serta bangau  Pecuk Ular ((Anhinga melanogaster), hutan mangrove itu seperti hotel persinggahan yang nyaman. Mereka akan datang pada musim-musim tertentu dan menikmati hidangan yang tersaji di sana, yaitu ikan-ikan yang tinggal dan beranak pinak di hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hutan ini juga menjadi kediaman dari satwa jenis primata (kunyuk, kera, dkk) serta reptil. Bisa kita ambil sebagai contoh di sini, yaitu hutan mangrove yang ada di Angke Kapuk, Jakarta. Hutan itu umumnya didominasi oleh jenis-jenis burung merandai (apa ya, artinya...) dan hampir seluruhnya merupakan satwa yang dilindungi. Beberapa jenis diantaranya adalah Pecuk ular (Anhinga melanogaster), Kowak maling (NyctIcoraxnycticorax), Kuntul putih (Egretta sp.), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Cangak abu (Ardea Cinerea), Blekok (Ardeola sp.), Belibis (Anos grobcaritrous), Cekakak (aleyou chloris). Selain itu terdapat pula beberapa jenis reptil. Fauna khas yang hanya dapat ditemukan di hutan mangrove antara adalah ikan Gelodok/Gelosoh (Glossogobius giuris) dan Udang bakau (Thalassina anomala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau hutan mangrove hilang, nggak tau deh satwa-satwa itu mau nginep di mana. Nggak mungkinlah mereka mau mampir rumah kita yang berisik itu, apalagi kita memang nggak bakalan mampu menyediakan makanan buat mereka. Kecuali mereka udah pada doyan combro atau ketoprak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingginya tingkat kesuburan habitat mangrove, hutan mangrove menjadi ekosistem peralihan antara daratan dan perairan ini penentu tingkat produktifitas perairan laut disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Pengatur Fungsi Hidrologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah tahu bahwa air laut bisa merembes ke daratan hingga beberapa kilometer. Kalau ini terjadi, maka air yang digali di daratan akan tidak layak pakai lagi. Ini disebut intruisi air laut. Nah, hutan mangrove ternyata bisa berfungsi sebagai pencegahnya, sebab dia dapat mempertahankan keberadaan lapisan air tawar. Fungsi ini kita sebut saja sebagai fungsi hidrologis. (kenapa nggak pakai istilah Indonesia aja ya? hidro itu bahasa latin, artinya kurang lebih sama dengan air. kalau di jawa, air terkadang disebut tirto. jogotirto berarti perangkat petugas pengairan/irigasi. kalo tirtonadi? itu siy, nama terminal bus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Penjaga Kualitas Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain mencegah intruisi air laut, hutan mangrove juga berfungsi sebagai filter penjernih air yang masuk ke dalam laut lho. Sebab hutan mangrove memang memperlambat aliran ini. Kualitas air yang pulang ke laut akan meningkat dengan adanya hutan magrove ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Pencegah Bencana Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat musibah besar saat tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu? Nah, ternyata keberadaan hutan bakau bisa menghambat derasnya arus laut yang menerjang daratan. Memang tak bisa menghilangkan sama sekali, namun cukup mampu meredam keganasannya. Pengaruh negatif arus dan angin laut bisa dikurangi dengan adanya hutan mangrove ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;f. Penjaga Sistem dan Proses Alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hutan mangrove mampu menjadi tempat terbentuknya sedimentasi di pesisir pantai. Ini bisa membantu pembentukan lahan baru di pesisir. Karenanya, para pakar ekologi memberi predikat pada hutan mangrove sebagai "Penunjang Sistem Penyangga Kehidupan". Kalau hutan mangrove lenyap, kemungkinan abrasi semakin besar. Dan kalau abrasi ini terjadi di seluruh kawasan pada suatu pulau, pulau jawa misalnya, maka pulau itu makin lama makin sempit. Kita makin terdesak! Mau tinggal di mana kta???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Manfaat Hutan Mangrove secara Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setelah membahas manfaat mangrove secara ekologi, kita bahas lagi manfaat lainnya secara ekonomi. Tapi, bersambung aja ya...?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-782759169465895279?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/782759169465895279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=782759169465895279' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/782759169465895279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/782759169465895279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/mangrove-2.html' title='Mangrove (2)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RqRIS1AX_eI/AAAAAAAAAIU/7UorIZhY3ig/s72-c/mangrove1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6008839185859894239</id><published>2007-07-23T16:28:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T16:29:54.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Taman Bacaan Aisyah</title><content type='html'>Belum pernah dengar kan? Nah, kemarin teman-teman di Serpong membuat taman bacaan khusus untuk anak-anak. Namanya Aisyah. Nama itu dipilih sebab Aisyah dalam sejarah Islam dikenal sebagai sosok yang mewakili Muslimah yang cerdas dan berwawasan luas. Diharapkan hal-hal positif dari Aisyah bisa menular pada anak-anak yang mengunjungi taman bacaan tersebut. Kenapa bukan tokoh cerdas yang lain atau kenapa harus sosok wanita dan bukannya pria? Sebab yang punya gagasan memang dari kelompok pengajian ibu-ibu dan remaja putri. Sengaja diambil nama dari masa lalu supaya tidak dianggap politis. (bayangin aja, kalau namanya diambil dari nama ibu tien suharto atau nama mpok nori, wah, pasti omongan yang muncul akan macam-macam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Launching taman bacaan ini dilakukan hari Ahad, 22, Juli 2007. Itu bertepatan dengan perayaan hari anak nasional. Jangan membayangkan tempatnya seperti perpustakaan yang besar dan megah. Ini cuma taman kecil saja. Lokasinya dipilih di wilayah kelurahan Cilenggang, Serpong, Tangerang, tepatnya di halaman rumah milik keluarga teman saya (buat Yayan: Jazakallah khoir). Di kelurahan itu memang banyak terdapat anak-anak dari keluarga kurang  mampu. Jangankan beli buku, beli baju saja setahun sekali. Padahal, setiap anak harusnya mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi pintar dan cerdas serta berwawasan luas. Makanya dipilihlah taman bacaan dan bukannya wahana permainan untuk didirikan di sana. (nggak jauh dari sana, ada sebuah tempat wisata air yang sangat megah, dikenal dengan Ocean Park, yang tiket masuknya bisa buat beli beberapa buah buku bacaan anak-anak dengan kualitas cukup baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya cuma satu, koleksi bukunya masih sedikit sekali.... Saya sendiri (*mode TOA on*) sudah nyumbang beberapa buku. Sekarang juga masih menyortir, kira-kira buku mana saja yang bisa dikeluarkan dari rak buku saya untuk dipindahkan ke dalam koleksi taman bacaan. Soal antusias anak-anak, pastilah besar, sebab anak-anak memang punya dunia yang menakjubkan dan sulit ditebak oleh orang dewasa seperti saya (meskipun saya ini kekanak-kanakan... lho?!). Saya sendiri sudah mengusulkan pada pengurusnya (pengajian ibu-ibu) untuk membuat semacam permohonan kepada pihak-pihak yang memang sering mendistribusikan buku-buku ke taman bacaan (misalnya komunitas 1001 buku, atau penerbit-penerbit buku anak-anak). Tapi siapa tahu dari pembaca blog saya ini ada yang sedang bingung karena pingin ngilo-in koleksi buku tua di gudangnya tapi tukang loak nggak lewat-lewat juga di depan rumah. Nah, dari pada dikiloin, mending dioper aja ke sana. Prioritasnya siy, dari kawasan sekitar taman bacaan (BSD City), sebab malu juga kalau ada orang jauh bela-belain nyumbang buku, sementara warga di sekitarnya nggak berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran saya juga ada, yaitu program yang terhenti hanya sebatas membuat dan mendirikan, tapi tidak punya program yang berkesinambungan untuk tetap menggairahkan minat baca dan mewujudkan generasi yang berwawasan luas di masa mendatang. Untuk membuat taman bacaan, bukan hal yang sulit. Tapi membuatnya menjadi sentra berkumpul dan belajarnya anak-anak lewat buku secara permanen, adalah hal lain. Ini harus digarap serius. Saingannya jelas: televisi dan video game. Maka program-program lanjutan untuk memupuk minat baca anak-anak harus digarap secara serius. Contoh kasus cukup banyak, ketika taman bacaan tidak digarap secara serius semakin lama semakin sepi dari pengunjung. Ini sama seperti menanam mangrove di kawasan pantai yang rusak. Sangat mudah dan murah untuk menanamnya, tapi tidak mudah untuk mewujudkannya menjadi hutan mangrove, sebab diperlukan perawatan yang bersungguh-sungguh untuk menghidupi bibit-bibit mangrove tersebut. Mudah-mudahan niat baik pengurusnya mendapat RidloNya dan dimudahkan untuk mewujudkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6008839185859894239?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6008839185859894239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6008839185859894239' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6008839185859894239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6008839185859894239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/taman-bacaan-aisyah.html' title='Taman Bacaan Aisyah'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1874057398446151750</id><published>2007-07-21T01:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T16:41:38.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>kepergian kita mungkin tak tercatat, Sahabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: n&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian orang bilang, kau berangkat&lt;br /&gt;ke negeri kabut.&lt;br /&gt;tapi aku tak percaya.&lt;br /&gt;paling-paling kau sedang berkelana&lt;br /&gt;diantara kerlip bintang yang berkaca di muka telaga.&lt;br /&gt;kerap memang, kabut turun tiba-tiba&lt;br /&gt;dan langit pucat menutupi riak mukanya.&lt;br /&gt;tapi tentu saja kau tak pergi ke sana,&lt;br /&gt;ke tempat kabut dan asap merajut sekat warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka kubisikkan lagi baris namamu&lt;br /&gt;dengan rintihan ranting terinjak&lt;br /&gt;dan desir lembut di sela daun-daun&lt;br /&gt;berserak. Lihat, garis jejakmu masih terlacak&lt;br /&gt;pada langkah ringan dan sayup suara riang&lt;br /&gt;kanak-kanak.&lt;br /&gt;Betapa tahun-tahun kebersamaan kita&lt;br /&gt;bagai terlipat di lembar terakhir sehelai surat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemasi bekalmu sendiri&lt;br /&gt;karena kelak kau akan pergi,&lt;br /&gt;juga sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudah rapikah penginapan kekalmu itu,&lt;br /&gt;dengan pelangi jadi pelengkap di tiap warna sudut tirainya?&lt;br /&gt;Biar kugenapkan catatan ini sebelum kita bertemu.&lt;br /&gt;Tapi lain kali&lt;br /&gt;kalau kau pergi,&lt;br /&gt;pamitlah dulu pada kawanmu ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1874057398446151750?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1874057398446151750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1874057398446151750' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1874057398446151750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1874057398446151750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/kepergian-kita-mungkin-tak-tercatat.html' title='kepergian kita mungkin tak tercatat, Sahabat'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-8399501326398762430</id><published>2007-07-20T13:27:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T07:50:23.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (5)</title><content type='html'>Katamu bukan ombak&lt;br /&gt;kalau tak punya sisa buih di celah karang.&lt;br /&gt;Tapi kau bukan karang.&lt;br /&gt;Kau hanya pernah duduk di sana&lt;br /&gt;tak berani memandangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama senja berlalu&lt;br /&gt;sebelum kau sadari&lt;br /&gt;harusnya kau bergerak bersamaku?&lt;br /&gt;Angin, gelombang pasang, buih, badai hujan,&lt;br /&gt;atau sebut bentuk apapun yang kau mau.&lt;br /&gt;:asalkan kita jadi menyatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-8399501326398762430?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/8399501326398762430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=8399501326398762430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8399501326398762430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/8399501326398762430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/tso-5.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (5)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6341869999337143833</id><published>2007-07-19T07:52:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T07:53:43.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (4)</title><content type='html'>Karena ombaklah&lt;br /&gt;dunia berputar sempurna.&lt;br /&gt;Digulirkannya semua rindu&lt;br /&gt;merata ke penjuru dunia.&lt;br /&gt;Kadang ia menjelma hujan,&lt;br /&gt;memukul kaca jendela kamarmu.&lt;br /&gt;Tapi tak jarang ia hanya sebutir embun&lt;br /&gt;yang tersesat,&lt;br /&gt;sebelum dewa matahari mengusir dengan cepat&lt;br /&gt;dari halaman rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ia ingin bergayut di kelopakmu&lt;br /&gt;sekali lagi, entah sebagai embun&lt;br /&gt;ataukah isak terakhir dalam tangismu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kau hanya akan menjumpainya dalam rintik&lt;br /&gt;hujan di akhir malam&lt;br /&gt;: diam-diam membasahi semak di pekat hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia ombak, bukan?&lt;br /&gt;ia akan kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6341869999337143833?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6341869999337143833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6341869999337143833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6341869999337143833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6341869999337143833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/terlahir-sebagai-ombak-4.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (4)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1571394873445625055</id><published>2007-07-19T03:47:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T07:58:15.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>email</title><content type='html'>Setelah kemarin dapet email&lt;br /&gt;dan semalaman nggak bisa tidur karenanya,&lt;br /&gt;jadi bingung mau nulis apa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Untuk apakah hidup ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;selain nulis sajak buatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(kutipan dari Eka Budianta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1571394873445625055?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1571394873445625055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1571394873445625055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/blog-post.html' title='email'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5496939919396835333</id><published>2007-07-18T07:50:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T07:54:28.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (3)</title><content type='html'>Setelah melintas ribuan samudera&lt;br /&gt;ia tergelincir pada mahkota sekuntum bunga.&lt;br /&gt;: Mekar di pinggir hutan,&lt;br /&gt;dengan sepasang daun jadi hiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ombak,&lt;br /&gt;yang menjelma sebutir embun.&lt;br /&gt;Kecil,&lt;br /&gt;tak berdaya&lt;br /&gt;saat kau sapa dia&lt;br /&gt;penuh mesra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5496939919396835333?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5496939919396835333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5496939919396835333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5496939919396835333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5496939919396835333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/terlahir-sebagai-ombak-3.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (3)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6589328683689067680</id><published>2007-07-17T08:56:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:39:35.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir Sebagai Ombak (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq6VLFAX_jI/AAAAAAAAAJE/rQ_Sol0bPho/s1600-h/Taman_Hidup_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq6VLFAX_jI/AAAAAAAAAJE/rQ_Sol0bPho/s400/Taman_Hidup_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093172246157458994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sesungguhnya bukan angin,&lt;br /&gt;atau sungai,&lt;br /&gt;atau ketenangan air danau yang membuat kita tak ada&lt;br /&gt;dalam foto di satu bingkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali hanya karena kita tak punya nyali&lt;br /&gt;untuk memindahkan gunung apimu,&lt;br /&gt;dan melihat ombak ini mendidih dalam gelora itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cinta&lt;br /&gt;jadi terlalu hambar untuk kugarami&lt;br /&gt;dengan laut&lt;br /&gt;di hatimu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;foto di atas koleksi pribadi.&lt;br /&gt;penjepretan dilakukan di danau Taman Hidup, Gunung Argopuro, Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6589328683689067680?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6589328683689067680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6589328683689067680' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6589328683689067680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6589328683689067680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/terlahir-sebagai-ombak-2.html' title='Terlahir Sebagai Ombak (2)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rq6VLFAX_jI/AAAAAAAAAJE/rQ_Sol0bPho/s72-c/Taman_Hidup_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6447693983723584905</id><published>2007-07-16T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T16:17:06.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Merah Putih</title><content type='html'>Ini oleh-oleh dari Senayan, sewaktu saya (bertujuh) menjadi saksi patriot-patriot Indonesia yang berjuang dengan sangat heroik. Meski mereka "dikalahkan", saya tetap bangga pada mereka.&lt;br /&gt;Ayo Indonesia !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps4CpaOAyI/AAAAAAAAAH0/XyoVw-5X_80/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps4CpaOAyI/AAAAAAAAAH0/XyoVw-5X_80/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087721822171824930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rp3aZZaOA1I/AAAAAAAAAIM/n4qZW8n8zGU/s1600-h/SPA51090.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rp3aZZaOA1I/AAAAAAAAAIM/n4qZW8n8zGU/s400/SPA51090.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088463283850969938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps3KZaOAuI/AAAAAAAAAHU/3DbJfNqClk8/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps3KZaOAuI/AAAAAAAAAHU/3DbJfNqClk8/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087720855804183266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps3KpaOAvI/AAAAAAAAAHc/lDGEc0tg8EA/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps3KpaOAvI/AAAAAAAAAHc/lDGEc0tg8EA/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087720860099150578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qJaOArI/AAAAAAAAAG8/KIeyLXZl97Q/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qJaOArI/AAAAAAAAAG8/KIeyLXZl97Q/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087720301753402034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qZaOAsI/AAAAAAAAAHE/WKUrHzhPHMs/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qZaOAsI/AAAAAAAAAHE/WKUrHzhPHMs/s400/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087720306048369346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qZaOAtI/AAAAAAAAAHM/9HaopFqiVWc/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps2qZaOAtI/AAAAAAAAAHM/9HaopFqiVWc/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087720306048369362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6447693983723584905?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6447693983723584905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6447693983723584905' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6447693983723584905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6447693983723584905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/merah-putih.html' title='Merah Putih'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rps4CpaOAyI/AAAAAAAAAH0/XyoVw-5X_80/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2116052319065393529</id><published>2007-07-16T11:59:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T13:04:22.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>PR: 6 Point Weird Thing about Me</title><content type='html'>Kemarin dapet PR dari &lt;a href="http://storybunda.blogspot.com/"&gt;Ira&lt;/a&gt;. Agak bingung juga, sebab menurut saya sih, nggak ada yang aneh pada diri saya (eh, ini keanehan juga ya?) Tapi setelah bekerja sama dengan isteri saya, ternyata banyak juga keanehan yang bisa dicatat. Bahkan bisa sepuluh lebih... Nah, karena disuruhnya cuma enam, maka saya tulis aja enam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Duduk melihat langit di tengah malam.&lt;br /&gt;Ngapain? Ya cuma liat bintang-bintang aja. Tentu saja kalau hari tidak hujan. Kadang mikirin juga, gimana caranya orang dulu bisa membedakan bintang dengan planet-planet (yang juga bersinar dan kadang berkelip-kelip mirip bintang), atau menentukan bahwa bumi yang mengelilingi matahari dan bukan kebalikannya, hanya dengan mengamati gerakan-gerakan benda langit. . ... Nah, aku dah nyoba, nggambar letak bintang-bintang, tapi tidak mudah mengenali benda langit mana saja yang gerakannya "tidak biasa". O iya, planet itu dalam bahasa aslinya berarti "pengembara." Mungkin karena gerakannya aneh dan tidak serempak mengikuti benda-benda langit lain seperti bintang pada umumnya. Nah, hari gini siapa yang keluar malem-malem terus duduk atau tiduran sambil ngeliatin langit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut ke dokter gigi.&lt;br /&gt;Ini, semata karena tahu bahwa saya pasti akan dimarahi oleh dokter gigi. Pasti akan diminta agar benar-benar serius merawat gigi: gosok gigi sebelum tidur, atau sesudah makan. Padahal, itu selalu saya lakukan. Memang dasarnya aja gigi saya ini agak rapuh, makanya banyak yang bolong-bolong. Itu juga yang menyebabkan saya nggak bisa masuk akabri saat lulus SMA dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makan dengan porsi sedikit.&lt;br /&gt;Kalau saya perempuan, mungkin nggak aneh kalau makannya dikit. Tapi saya kan laki-laki, makanya banyakk yang bilang, "Kamu makannya kok dikit sih? Aneh, biasanya laki-laki kalau makan sebakul." Tapi saya cuek aja, lha wong makan dikit aja udah kenyang, masa mau dipaksaain makan banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menunda penggunaan barang yang baru dibeli.&lt;br /&gt;Contohnya, saat beli sepatu atau tas baru, maka saya tidak akan menggunakannya sebelum lewat beberapa minggu. Sampai isteri saya ngomel, "Kemarin buru-buru pengen beli baru, pas udah beli, eh... malah nggak dipake." Nggak tau, ya. Kayaknya sayang aja kalau barang yang baru beli jadi kotor karena dipake. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masih seneng baca komik.&lt;br /&gt;Aneh ngga siy, kalau segede saya ini masih suka baca komik? Kata sepupu saya yang SMU sih, aneh banget. Mungkin karena dia nggak tau kalau dalam hal membaca, saya ini termasuk pelahap segala rupa. Bahkan koran bekas pembungkus cabe atau sayuran aja saya baca dulu sebelum dibuang. Oh iya, kalau soal nulis, bagi yang mau nulis skenario, maka mengadaptasi dari komik bisa jadi bahan latihan yang bagus (ini kata temen sma saya yang setelah lulus dari UGM malah milih profesi penulis skenario...dan ternyata dia sukses).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Senang melakukan sesuatu mendekati Batas Waktu&lt;br /&gt;Makanya saya sering ketinggalan kereta. Udah tau kereta berangkat jam sekian, eh... datengnya mepet... Tak jarang setelah berlari-lari naik turun tangga stasiun, saya mendapati kenyataan bahwa kereta sudah berlalu meninggalkan debu-debu beterbangan di hadapan... Yah, itu masih berlaku sampai sekarang. Kalau mau berangkat kantor, saya tiba di setasiun saat petugas sudah mengumumkan kereta akan segera berangkat. Padahal, lebih enak kalau datang lebih awal ya? Tapi mungkin karena saya terlalu betah di rumah dan nggak mau buru-buru pisah dengan isteri saya...hihihi... Tapi mungkin juga saya senang melakukan hal-hal yang mendebarkan, seperti "nyaris ketinggalan kereta."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, PR ini saya limpahkan lagi kepada enam orang di bawah ini:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://vielipowski.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Vie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://sweet-candy-bar.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Uthie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Hannie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://putirenobaiak.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Meiy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://anangku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Anang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://tuningsunanti.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Ade Journey&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaaa... bagi yang namanya saya tuliskan, harap kerjakan PRnya ya. Kalau udah pernah dapet PR kayak gini, ya kerjain aja lagi, siapa tahu ada keanehan yang baru terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan lupa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don't forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2116052319065393529?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2116052319065393529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2116052319065393529' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2116052319065393529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2116052319065393529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/pr-6-point-weird-thing-about-me.html' title='PR: 6 Point Weird Thing about Me'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5786734697562992604</id><published>2007-07-13T11:46:00.000+07:00</published><updated>2007-07-13T11:51:03.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Musim Liburan Anak Sekolahan</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;usim liburan anak sekolah. Artinya, tempat wisata seperti TIJA (Taman Impian Jaya Ancol), Dufan, ataupun TMII, pasti penuh sesak dengan pengunjung. Begitu juga dengan angkutan umum antar kota pasti akan penuh terisi penumpang. Coba saja naik kereta dari Jakarta ke Jogja, pasti gerbong-gerbongnya akan penuh penumpang, melebihi hari-hari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bukan anak sekolahan lagi, tapi saya selalu senang menyambut musim liburan. Sebab, rumah pasti ramai. Iya, keponakan dan adik dari Bandung pada dateng. Suasana rumah riuh oleh suara-suara dan canda ria. Komputer di kamar juga dibajak: jadi mesin buat tembak-tembakan di game perang. Hehehe... Udah gitu, pasti pada beli film buat nonton rame-rame seperti Transformer (jangan salah dengan film transmorfer...! Ada lho, film dengan judul itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengasyikkan, tentu saja acara bakar ikan. Pagi-pagi sekali ke pasar untuk membeli ikan segar. Favoritku siy, sebenarnya ikan kerapu atau baronang, tapi ikan batok juga ga papa. Lalu malamnya menyiapkan panggangan. Bakarnya di halaman saja, sebab kalau di dalam kamar, ntar apinya nyamber ke kasur...tidur di mana dunk? Soal bumbunya nggak usah bingung. Bahkan tanpa bumbupun nggak papa. Yang penting: sambalnya dibuat istimewa. Biasanya kalau bakar ikan, sambalnya ada tiga pilihan:&lt;br /&gt;1. sambal tomat. Tomat dibakar, terus diahancurkan dan dicampur rajangan cabe rawit. ikannya dicemplungin aja ke dalam mangkuk sambal, dan dimakan seperti makan sup&lt;br /&gt;2. sambal mangga. Mangga muda diparut, terus dicocol ikan bakar&lt;br /&gt;3. sambal jahe. Jahe diparut dan dikecapin. ini favorit saya, uenak tenan. Kalau udah gitu, maka nggak makan nasi juga kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya mau pingin banget ngajak mereka kemping. Nggak jauh-jauh, ke Cisarua aja. Bukan di Taman Safaria, tapi di hutan yang ada di belakangnya. Hutannya nggak jauh dari lokasi wisata tsb., jadi buat yang belom pernah masuk hutan, nggak akan terlalu takut sebab kalau ada kondisi darurat, evakuasi nggak akan sulit. Tapi jangan salah, meskipun mudah dicapai, tapi jarang orang-orang yang masuk ke hutan itu selain penduduk kampung. Makanya, senang sekali berada di hutan kaki gunung Pangrango itu. Dan (ssstt... ini rahasia: ) ada air terjun yang cantik. Indah. Menghanyutkan. Tidak sebesar Niagara, tapi cuup tinggi (sekitar 20 meter) dengan air deras yang membuat kabut air bisa menyegarkan pikiran yang sumpek. Jalan ke sana memang jalan setapak hutan, jadi jangan kaget kalau masih ada pacet. Tapi percayalah, air terjun ini layak untuk dinikmati. Sayangnya, mereka (keponakan saya) nggak lama liburannya, dan kayaknya mereka lebih senang nongkrongin komputer daripada jalan-jalan ke hutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5786734697562992604?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5786734697562992604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5786734697562992604' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5786734697562992604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5786734697562992604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/musim-liburan-anak-sekolahan.html' title='Musim Liburan Anak Sekolahan'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-779449183391053249</id><published>2007-07-12T17:04:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:34:30.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terlahir sebagai ombak</title><content type='html'>sebagai ombak&lt;br /&gt;ia tak mungkin diam dan menetap,&lt;br /&gt;ia menanti isyarat angin&lt;br /&gt;yang memicu hasratnya bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai ombak&lt;br /&gt;ia enggan lupa pada sungai yang memberi jantungnya detak,&lt;br /&gt;ia mengharap tetes terakhir&lt;br /&gt;dari telaga yang kini jauh di puncak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai ombak&lt;br /&gt;ia tak mengerti kenapa laut sandarannya yang dulu luas,&lt;br /&gt;kini menjelma menjadi danau kecil&lt;br /&gt;: seolah lupa bahwa dunia lebih luas dari yang tampak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sebagai ombak&lt;br /&gt;ia akan surut&lt;br /&gt;dan segera membuat jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabang - Jakarta, 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-779449183391053249?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/779449183391053249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=779449183391053249' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/779449183391053249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/779449183391053249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/terlahir-sebagai-ombak.html' title='Terlahir sebagai ombak'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4273794511768435037</id><published>2007-07-12T16:22:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T16:26:34.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mangrove</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;1. Kenalan Dengan Mangrove&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangrove ini bukan temannya mang Udel atau mang Diman. Istilah ini mengacu pada suatu jenis tumbuhan yang hidup di daerah payau. Itu tuh, daerah di tepi pantai, yang mengandung campuran air laut yang asin dengan air tawar. (kalau tambah gula, kira-kira jadi oralit nggak ya?). Bakau...? Pasti banyak yang menyangka mangrove itu sama dengan bakau. Dulu saya juga polos begitu. Nggak salah juga siy, tapi sebenarnya bakau itu hanyalah salah satu jenis mangrove, yaitu dari jenis Rhizophora sp. Walau sanggup hidup di air laut, namun bukan berarti mangrove itu tumbuhan air. Pada dasarnya dia merupakan tumbuhan darat. (ada tumbuhan laut, ada tumbuhan darat, tapi kok nggak ada tumbuhan udara?) Cuma kebetulan aja dia mampu hidup di lingkungan ekstrem kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena di tepi pantai, mangrove jadi berada di wilayah pasang surut air laut. Makanya nggak heran kalau akarnya juga unik: mencuat di atas tanah. Ini merupakan upaya dia untuk beradaptasi dengan lingkungan pasang surut itu tadi. Ketika pasang, sebagian akar tadi jadi tergenang air laut. Ingat ya, air laut itu beda dengan air yang biasa kita ambil dari kulkas dan kita tenggak kalau lagi kehausan. Air laut itu... bayangain ndiri deh, apa saja kandungannya. Nah, hebat banget si mangrove ini 'kan? buktinya dia bisa hidup biarpun terendam air laut!&lt;br /&gt;Selain akarnya yang unik, mangrove juga mampu beradaptasi dengan salinitas atau kadar garam. Ada jenis mangrove yang berdaun tebal dan ternyata mampu bertahan dalam kondisi kadar garam sangat tinggi. Hebat kan? Kita aja kalau makan bakso yang kebanyakan garam, pasti menganggap abang baksonya lagi pengen kawin, eh... pengen nikah maksudnya. Tapi mangrove tidak, ia sanggup hidup meskipun di tengah lingkungan berkadar garam tinggi.&lt;br /&gt;Udah gitu, mangrove juga nggak sanggup tinggal sendirian. Dia pasti berkumpul, bergerombol dan membentuk zona-zona khusus bersama teman-temannya sesama mangrove. Persis kayak mahasiswa Indonesia di luar negri, Jerman, Jepang, atau India yang sering ngumpul bareng sesama orang indon. Jangan harap ada mangrove yang tumbuh di tengah kebun jagung atau di tengah sawah.&lt;br /&gt;Walaupun mangrove tidak dipilih menjadi lambang bagi gerakan pramuka seperti tunas kelapa, namun mangrove juga memiliki manfaat yang tidak sedikit. Antara lain dan yang paling utama adalah sebagai pencegah abrasi pantai. Bukannya sok bahasa tinggi ya, tapi abrasi pantai itu artinya pengikisan oleh air laut yang terjadi di pantai. Nah, ternyata mangrove ini bisa mencegah abrasi. Bentuk akarnya yang unik juga mampu menangkap sedimen hingga membentuk endapan dan menjadi cikal bakal daratan baru (orang-orang nyebutnya akresi daratan, kebalikan dari abrasi daratan atau pantai). Makanya mangrove juga bermanfaat untuk merehabilitasi kawasan pantai yang rusak. Selain manfaat di atas, hutan mangrove punya manfaat lain yang akan dijelaskan di bagian mendatang. Namanya juga baru kenalan, 'kan nggak perlu tau sedetil-detilnya.&lt;br /&gt;Ancaman bagi kelangsungan hidup hutan mangrove, tak lain tak bukan adalah keserakahan manusia sendiri. Pengalihfungsian pantai menjadi marina, tambak, atau resort wisata dan perumahan, jika tidak terkendali dan dilakukan tanpa pertimbangan yang matang, akan mengancam kelestarian hutan mangrove. Itu berarti juga mengancam ekosistem yang ada dalam habitat hutan mangrove. Lihatlah contoh di salah satu sudut pantai utara Jakarta, ketika burung-burung bangau yang dulu sering singgah ternyata tak sudi lagi mampir karena hutan mangrove menghilang diganti marina. Padahal, hutan itulah habitat bagi populasi ikan-ikan yang sangat digemari oleh burung-burung bangau itu.&lt;br /&gt;Kalau manusia bisa mengancam kelangsungan hidup mangrove, apa hal yang sama bisa terjadi sebaliknya? Apa ada mangrove yang berbahaya bagi manusia? Memang ada jenis mangrove yang bisa berbahaya jika kita tidak hati-hati, seperti getah batang Excoecaria agallocha yang akan berbahaya jika terkena mata manusia. Namun di sisi lain, ternyata getah ini sangat membantu para nelayan untuk meracuni ikan sehingga mempercepat proses penangkapan ikan. Atau duri Acanthus ilicifolius yang sering melukai kaki manusia, ternyata daunnya mengandung senyawa yang bisa digunakan sebagai obat anti kanker. Jadi bahaya mangrove tidak lebih seperti bahaya pohon kelapa yang sewaktu-waktu buahnya bisa jatuh menimpa kepala siapa saja yang duduk-duduk di bawahnya. Bahaya atau tidak, mangrove bukan semacam makhluk hidup yang akan aktif menyerang manusia....&lt;br /&gt;Nah, buat perkenalan, segini aja dulu. Nanti akan saya coba tuliskan lagi seluk beluk soal mangrove ini, mulai soal manfaatnya secara ekologi, ekonomi, dan dari segi sosial budaya, maupun hal-hal lainnya seperti budidaya ataupun kondisi hutan mangrove di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4273794511768435037?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4273794511768435037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4273794511768435037' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4273794511768435037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4273794511768435037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/mangrove.html' title='Mangrove'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2476075052951999902</id><published>2007-07-11T16:52:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T13:21:40.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Katakan Dengan Kaki</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;aya terinspirasi nulis tentang gajah ini dari &lt;a href="http://putirenobaiak.blogspot.com/" target="_blank" title="Alam Takambang Jadi Guru"&gt;meiy&lt;/a&gt;. Apa sih yang menarik tentang gajah, kok beliau kayaknya senang sekali mempromosikan rumah gajahnya? Ternyata tidak sedikit, salah satunya adalah fakta bahwa gajah bisa berkomunikasi dengan kakinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, serius neh. Bukan berarti gajah tidak menggunakan telinganya yang selebar taplak meja itu untuk mendengar dan berkomunikasi, tapi dia juga menggunakan kakinya untuk mengirim dan menerima sinyal-sinyal yang bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan gajah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RpSpxu4hvRI/AAAAAAAAAGc/d13lQxCJZsI/s1600-h/gajah1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RpSpxu4hvRI/AAAAAAAAAGc/d13lQxCJZsI/s320/gajah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085876551071939858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang peneliti dari Stanford University California, USA, bernama pak Caitlin O'Connel Rodwell yang pada tahun 1992 mengajukan teori ini. Lalu ia mencoba mendalami masalah ini bersama rekan-rekannya dengan mengadakan penelitian dan mengamati gajah-gajah di Namibia, Afrika. Tepatnya di Taman Nasional Namibia's Etosha. Diungkapkan oleh mereka bahwa satwa-satwa dengan berat sekitar 5,4 ton seperti gajah bisa berkomunikasi dengan membuat getaran pada tanah dengan kakinya. Sinyal getaran (yang biasa disebut seismik) ini bisa menjangkau jarak hingga sejauh 32 km dan digunakan oleh para gajah itu untuk berkomunikasi. Informasinya bisa berupa peringatan adanya pemangsa, adanya gajah betina cantik di lokasi tertentu (tentu saja ini info buat gajah jantan), atau bahkan mengarahkan gajah lain ke tempat yang terdapat makanan dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama observasinya itu, pak O'Collin-Rodwell dkk. mencatat bahwa gajah-gajah kelihatan banyak memberikan perlakuan terhadap tanah dengan kedua pasang kakinya. Seperti memindahkan berat badan cenderung ke depan, atau kadang-kadang menghentakan kakinya ke tanah. Tingkah laku ini, juga dilakukan oleh kelompok gajah yang berbeda. Lalu selama sepuluh tahun berikutnya mereka mengumpulkan data-data dan bukti ilmiah untuk mendukung hipotesisnya (= dugaan, gitu). Setelah merasa cukup, mereka kembali ke Namibia pada bulan Juni 2002 untuk melakukan observasi dan eksperimen yang lebih rinci tentang bagaimana perjalanan sinyal seismik dan bagaimana reaksi dari gajah-gajah terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian merekam getaran seismik berfrekuensi rendah yang dikeluarkan gajah di Namibia dan Kenya saat sedang didekati kawanan Singa. Nah, ketika rekaman ini diperdengarkan lewat getaran di tanah pada kelompok gajah Namibia lainnya, ternyata gajah-gajah tersebut berreaksi sangat dramatis. Pada awalnya mereka berdiam kaku, tapi kemudian bergerak berkelompok membentuk lingkaran dengan gajah-gajah bayi ada di tengah-tengah kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak puas dengan observasi perilaku saja, tim ini kemudian melakukan pembedahan pada kaki dan telinga gajah untuk mencari tahu mengapa gajah menjadi reaktif terhadap sinyal seismik tadi. Hasilnya, mereka menemukan semacam sensor di kaki gajah yang dinamakan Pascinian dan Meissner Corpuscle, yang juga ditemukan pada belalainya. Pasc...(susah banget nulisnya) ini akan bereaksi saat ada getaran yang akan merangsang urat syaraf untuk kemudian diteruskan ke bagian otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya manusia juga punya, tapi tidak terlalu sensitif. Mungkin karena manusia banyak omong kali ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja banyak hal lain yang istimewa pada gajah selain komunikasi lewat kaki ini. Tapi lain kali aja kita bahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Sumber bacaan: Natonal Geographic News, 8 Juli 2002. AFP.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2476075052951999902?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2476075052951999902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2476075052951999902' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2476075052951999902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2476075052951999902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/s-aya-terinspirasi-nulis-tentang-gajah.html' title='Katakan Dengan Kaki'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RpSpxu4hvRI/AAAAAAAAAGc/d13lQxCJZsI/s72-c/gajah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5100073435945290412</id><published>2007-07-11T16:44:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:36:48.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pertemuan (4)</title><content type='html'>Suaramu tiba melalui celah bukit membiru.&lt;br /&gt;Meruntuhkan batu-batu nisan&lt;br /&gt;yang tumbuh liar bagai ilalang diantara namamu.&lt;br /&gt;Bukankah sepi tak lagi kekal ketika bisikmu memicu debar hati,&lt;br /&gt;dengan skala getaran yang tak akan pernah bisa kupahami.&lt;br /&gt;Sementara masih saja tak mampu kubedakan suara ombak tatkala surut&lt;br /&gt;menjauh, dengan embun yang bergayut dan terjatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari kelopakmu. Langit hanya menyisakan catatan diskusi tentang Tom&lt;br /&gt;and Jerry, atau tentang kepura-puraan kita memahami isi hati&lt;br /&gt;Robert Herrick. Atau kau telah kehilangan hasrat bertualang bersamaku&lt;br /&gt;menelusuri sajak-sajak panjang The Waste Land seraya tiba-tiba teringat&lt;br /&gt;pada semak di pinggir sungai tanpa muara dan tanpa hulu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kaukah itu, kekasih,&lt;br /&gt;yang menyisipkan tawa ceria di tengah geliat bangkitnya kota.&lt;br /&gt;Lihatlah betapa tunas-tunas hijau mulai tinggi,&lt;br /&gt;dan angin dari laut seberang tak lagi menebar cerita&lt;br /&gt;tentang pokok-pokok hitam tua yang tak juga tumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendiri mengeja pagi&lt;br /&gt;saat garis buram di batas pintu tak lagi mencetak sisa air&lt;br /&gt;mata. Maka biarlah aku gulirkan terus kisah pencarian berabad-abad&lt;br /&gt;pada sudut senyummu, agar dalam ayunan bunga cempaka dini hari&lt;br /&gt;bisa kulihat lambaian tanganmu&lt;br /&gt;mengusir keraguanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meulaboh, April 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;puisi ini, mungkin belum selesai....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5100073435945290412?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5100073435945290412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5100073435945290412' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5100073435945290412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5100073435945290412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/pertemuan-4.html' title='Pertemuan (4)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2000761962191241423</id><published>2007-07-10T16:13:00.000+07:00</published><updated>2007-07-11T08:12:50.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)</title><content type='html'>Pasti udah banyak yang tau tentang GPS, alat ajaib yang mampu memberi informasi yang berkaitan dengan posisi di atas bumi ini memang bukan "barang langka"  lagi. Beberapa tahun lalu GPS memang masih digunakan di kalangan terbatas, tapi sekarang telpon genggam personalpun sudah ada yang dilengkapi dengan GPS. Meski demikian nggak banyak yang mau tau, teknologi apa sih yang membuat GPS menjadi sedemikian canggih itu. Nah, postingan berikut ini saya copy habis-habisan dari blognya &lt;a href="http://lailiaidi.blogspot.com/" target="_blank" title="Laili Aidi"&gt;Adek&lt;/a&gt;. Bukannya males mau menguliti sendiri teknologi GPS ini, tapi semata karena informasinya sudah cukup komplit Setidaknya untuk orang awam semacam saya ini. Pokoknya, copy abis...nggak dikurangi...nggak ditambahi. Kalau berminat, silakan lanjutkan bacanya. Buat adek, nuhun pisan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;dicopy dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial; font-weight: bold;" href="http://lailiaidi.blogspot.com/" target="_blank" title="Laili Aidi"&gt;http://lailiaidi.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;Laili Aidi, A-062-Kabut Fajar&lt;br /&gt;Anggota Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam STTTelkom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;GPS adalah sistem radio navigasi berbasis satelit yang secara terus-menerus mentransmisikan informasi dalam bentuk kode, sehingga memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi / posisi, ketinggian, kecepatan dan waktu dengan mengukur jarak kita dengan satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit-satelit GPS mengelilingi bumi secara konstan, dalam waktu 12 jam, jadi dalam sehari satelit mengelilingi bumi sebanyak dua kali. Satelit-satelit mentransmisikan sinyal ke sebuah alat yang disebut receiver GPS yang dimiliki oleh seorang pengguna. Dengan receiver ini, ia kemudian dapat mengetahui posisinya di permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini dibangun oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan biaya yang sangat tinggi yang berasal dari anggaran militer AS. Walaupun begitu, sistem ini dapat digunakan secara cuma-cuma oleh setiap orang di seluruh dunia, selama mereka memiliki receiver GPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRINSIP KERJA GPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Dephan AS, GPS ini disebut NAVSTAR ( Navigation Satellite Timing And Ranging ), dan pada dasarnya terdiri dari tiga buah segmen yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Segmen luar angkasa (Satellite / Space Segmen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri atas satelit-satelit GPS yang berjumlah 24 buah, menempati 6 bidang orbit, dimana tiap orbit ditempati 4 satelit. Orbit-orbit satelit beriklinasi 55 derajat terhadap bidang equator dengan ketinggian rata-rata dari permukaan bumi sekitar 20.200 km. Setiap satelit GPS bergerak dalam orbitnya dengan kecepatan kira-kira 4 km/detik dan mempunyai periode 11 jam dan 58 menit (sekitar 12 jam). Engan konstelasi ini, setidaknya terdapat 4 - 10 satelit akan selalu terlihat di tempat manapun di bumi. Sebuah satelit memiliki 3 bagian hardware :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Komputer, yang mengontrol pernerbangan dan fungsi lain satelit&lt;br /&gt; * Atomic Clock, yang mengatur agar penunjuk waktu pada satelit tetap akurat hingga pada akurasi nanoseconds (around three-billionths of a second).&lt;br /&gt; * Radio transmitter, yang mengatur agar satelit secara konsisten mengirimkan ke bumi agar dapat diterima receiver GPS yang sedang aktif atau sedang digunakan. Sehingga pengguna dapat mengetahui posisinya di permukaan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Generasi Satelit GPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * pertama disebut Blok Satelit (Block I Satellites), di luncurkan mulai 22 Februari 1978 hingga 9 Oktober 9 1985 yang terdiri dari 11 satelit.&lt;br /&gt; * kedua disebut Sateli Blok II/IIA (Block II/IIA Satellites. Blok IIA adalah pengembangan dari Blok II, dengan perbaikan kemampuan pada penyimpanan data pesan navigasi dari 14 hari menjadi 180 hari. Hal ini membuat satelit pada blok ini mampu bekerja secara kontiniu tanpa support dari ground dari rentang periode tersebut. Total satelit pada blok ini adalah 28 buah yang diluncurkan pada Februari 1989 hingga November 1997. Pada generasi inilah selective availability (SA) dan antispoofing ditambahkan untuk menjamin keamanan nasional amerika&lt;br /&gt; * terakhir GPS disebut dengan Blok IIR terdiri dari 21 satelit yang memiliki waktu hidup hingga 10 tahun. Satelit pada blok ini memiliki akurasi tinggi dan beroperasi secara automatik. Pada Juli 2001 lalu, 6 Blok IIR telah di luncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. pengendali ( stasiun kontrol dan Monitoring Segmen).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas memonitor dan mengkontrol kesehatan satelit-satelit GPS. Stasiun-stasiun yang bertugas memonitor dan mengkontrol tersebut tersebar di seluruh dunia meliputi pulau Ascension (Samudra Atlantik bagian Selatan), Diego Garcia (Samudra Hindia), Kwajalein (Samudra Pasifik bagian Utara), Hawaii dan Colorado Springs. dan Master control station (chreiver AFB, Colorado)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. pengguna ( Receiver dan user )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide dibalik GPS sangatlah sederhana. Jika jarak dari titik di bumi (GPS receiver) pada setidaknya 3 satelit GPS diketahui maka lokasi titik tersebut dapat dihitung berdaasrkan pada konsep resektion. Namun bagaimana cara mengetahi jarak satelit dengan receiver di bumi ? Hal ini dapat diketahui karena setiap satelit GPS secara terus menerus mentransmisikan sinya radio microwave yang terdiri dari 2 carrier, 2 kode dan sebuah pesan navigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pengguna GPS mengaktifkan receiver-nya, maka secara otomatis GPS receiver akan men-tracking beberapa satelit yang berada di atasnya yang sinyalnya mampu diterima dengan baik kemudian dengan software pada perangkat receiver tersebut ddapat diketahui jarak satelit GPS tersebut dari receiver menggunakan kode digital (pseudoranges) dan koordinat satelit tersebut berdasarkan pesan navigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori dibutuhkan minimal tiga buah satelit yang sinyalnya dapat diterima dengan baik untuk mendapatkan posisi pengguna secara tepat. Apabila yang digunakan hanya dua buah satelit, maka akan sulit untuk menentukan posisi pengguna dengan menggunakan perpotongan area pancaran. Sedangkan untuk tiga buah satelit dapat terlihat perpotongan area pancar semakin mendekati posisi user. Namun secara praktikal sebenarnya dibutuhkan minimal 4 satelit untuk receiver clock offset. Akurasi untuk pengguna umum berdasarkan aturan selective availability adalah 100m untuk komponen horizontal, 156m untuk komponen vertical, 340 ns untuk komponen waktu. Secara keseluruhan adalah maksimal 95% probability level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEGUNAAN GPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengintegrasian Sistem Informasi Geografis ( GIS ), maka GPS dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * navigasi pada sarana transportasi.Penggunaan GPS dalam hal ini banyak kita temukan. Misalnya untuk sistem navigasi pada transportasi udara seperti pesawat terbang, transportasi perairan dan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Pemetaan. Dengan GPS, kita dapat melakukan pemetaan suatu wilayah, baik darat, maupun laut. Kelebihan dari GPS ini adalah kesulitan – kesulitan yang kita hadapi saat pemetaan ( seperti gunung pada pemetaan darat ) akan dapat teratasi dengan penggunaan GPS ini. Pada pesawat GPS juga terdapat fasilitas untuk membuat peta lokasi-lokasi yang kita tinggali atau lewati. Peta ini akan digunakan sebagai guide dalam perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEKURANGAN GPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GPS juga memiliki keterbatasan-keterbatasan yang menyebabkan adanya ketidakakuratan penentuan posisi. Sumber dari kesalahan – kesalahan tersebut diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Ephemeris error, adalah kesalahan pengiriman data message yang digunakan dalam model ephemeris untuk menghitung posisi satelit saat trasmisi sinyal diterima. Padahal ephemeris satelit sudah berubah ketika message diterima oleh penerima&lt;br /&gt; * Ionosphere condition, Kondisi ionosfir yang tidak kondusif menjebabkan terjadi delay dan atau kesalahan kalkulasi pada receiver. Sinyal yang melalui ionosfer mengalami pengurangan kecepatan dan pembengkokan. Kedua efek itu disebabkan oleh pembiasan (refraksi).&lt;br /&gt; * Troposphere condition, perubahan temperature, tekanan, dan kelembapan molekul dapat menyebabkan perbedaan kecepatan gelombang radio sehingga dapat terjadi sedikit kesalahan akurasi&lt;br /&gt; * Timing error, terjadi karena clock satelit memberikan deviasi sebesar 976 detik dari waktu sistem GPS&lt;br /&gt; * Multipath error, Terjadi saat pengguna dengan receiver GPS-nya berada di daerah terbuka, akan tetapi dengan bangunan – bangunan tinggi seperti gedung pencakar langit di sekitarnya. Sinyal yang dikirimkan satelit ke receiver akan mengalami pantulan, sehingga waktu tempuh akan mengalami penambahan yang nantinya akan mempengaruhi perhitungan. Kesalahan ini terjadi karena kombinasi data lebih dari satu lintasan propagasi yang mengubah karakteristik sinyal pengukuran jarak.&lt;br /&gt; * Poor satellite coverage, Terjadi derau dan resolusi berasal dari pemrosesan sinyal oleh hardware dan software penerima yang akan menambah kesalahan dalam penentuan jarak&lt;br /&gt; * Selective Availibility(SA), merupakan kebijakan dari Dephan AS, yaitu pengurangan tingkat ketelitian dari sinyal yang dikirimkan oleh satelit (Tingkat ketelitian untuk pengguna sipil antara 100 – 15 m).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;El-Rabbany, Ahmed. . . “Introduction To GPS, The Global Positioning Systems”. London : Artech House Boston&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Mobil Comm Laboratory. 2007. “Opend Mind 2007”. Bandung : Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (Tidak diterbitkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McNamara, Joel. . “GPS for Dummies”. Willey Publishing Inc&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://lailiaidi.blogspot.com/" target="_blank" title="Laili Aidi"&gt;http://lailiaidi.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2000761962191241423?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2000761962191241423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2000761962191241423' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2000761962191241423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2000761962191241423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/global-positioning-system-gps.html' title='GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1256065118624378935</id><published>2007-07-09T16:19:00.014+07:00</published><updated>2009-05-08T14:58:27.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Sabtu-Minggunya Orang Gajian</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Biasanya kalau libur sabtu - minggu (maklum, masih jadi budaknya orang kaya yang punya perusahaan sehingga liburnya terjadwal gitu), aku suka jalan-jalan ke taman kota, atau ke rumah ortu, atau nyambi jadi tukang parkir di sebuah gedung yang sering ngadain acara atau pertemuan besar (serius lho ini..., pake priwitan segala dan topi rimba biar gak kepanasan saat markirin mobil atau motor), atau kerja berat lainnya. Tapi rupanya badanku lagi nggak mau diajak melakukan aktifitas yang akan membuat peluhku membanjir di sekujur tubuh. Maka prei kali ini cuma aku manfaatkan buat istirahat di rumah aja. Ini istirahat beneran, soalnya aku lebih banyak tidur. Nggak ada kerja berat kayak angkat kursi atau tempat tidur, nggak ada kerja kasar kayak memakai parutan untuk memarut kelapa atau memakai amplas untuk ngamplas rak buku kayu hasil karya sendiri (dari kayu-kayu bekas yang kubeli di kios madura). Pokoke istirahat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi ternyata tidur melulu emang membosankan. Tadinya mau main game aja dengan kompi kesayangan. Masih penasaran dengan level veteran di Call of Duty 2. Tapi karena suka ada yang mendelik karena merasa dicuekin kalau aku lagi main game di kompi, makanya pada hari Minggunya aku coba kombinasi ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1. Setel WinAmp dan menyiapkan =&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Second Live - Genesis (konser, vocalisnya sudah Phil Collins, bukan Gabriel)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Scene From Memories - Dream Theater&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Private Collection #1 - Ermy Kullit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selling Endland By The Pound - Genesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lir ilir - Emha Ainun Najib dan Kyai Kanjeng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Equalizer diatur ke preset Full Bass and Treble.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;2. Empat comro yang masih panas (sisanya masih ada yang belum digoreng dan disimpan di kulkas biar lebih renyah saat digoreng nanti. rencananya sisa ini buat cemilan senin malam. Eh, dah pada tau kan, kalau comro itu oncom dijero?). Nggak ketinggalan teh tubruk (nggak bermaksud promosi, tapi teh kasar merk Tjatoet itu rasanya uueenak buaanged). Sempat juga kepikiran untuk nyeduh bandrek susu (dilabel kotaknya, bandrek ini terbikin dari pala, lada, dan tanpa jahe. sedangkan untuk susu, biasanya aku pake susu kental manis. Racikan ini, akan membuatku teringat pada kawasan Tjiwidej (baca: ciwidey) karena di daerah Ranca Suni ada warung Bandrek Abah yang menyuguhkan bandrek susu pake kelapa muda yang dikerok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3. Menyiapakan buku-buku, mengatur bantal untuk sandaran punggung, lalu mulai membaca sambil denger musik. Berikut kronologis pembacaan bukunya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3.a "How to Speak Dragonese" yang kocak abis dan mengungkit-ungkit keinginan nulis dan nggambar (= bikin komik). Sebenarnya buku terbitan litle k ini (anaknya penerbit qanita) lebih seru seri pertamanya: "How to Train Your Dragon" karena al. berisi asal-usul si Toothless, naga milik Hiccup yang kayaknya lebih mirip cicak ompong. Tapi aku juga pengen belajar bahasa naga... bukan napas naga loh. Makanya kupilih buku ini. Selama satu jam aku cekikikan sendirian sambil membayangkan Hiccup yang pewaris tunggal kepala sku bangsa Viking, dan Fishleg koleganya. Suara dari WinAmp lewat begitu aja tanpa sempat disimak dengan serius. Namanya aja istirahat, jadi nggak usah serius juga nggak papa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3.b "Nagasasra Sabukinten" terbitan Kedaulatan Rakyat karangan S.H. Mintardja (buku ini aku baca kali pertama saat masih SMP, saat ibuku meminjamnya dari Pak Sampan, tetanggaku yang udah ubanan. Beliau menjilid rapi koleksinya dan membuatku terinspirasi untuk menjilid koleksi Kisah Petualangan Asterix dan Obelix, bertahun-tahun kemudian). Tentu saja bukan buku beliau yang saat ini aku baca. Buku kedua ini terlalu panjang kalau dibaca semua. Maka hanya aku baca episode saat jagoannya bertekuk lutut di hadapan gadis pujaan hatinya, ketika si jagoan tergagap-gagap saat gadis itu nangis, dan makin gagap saat setiap kata-katanya malah bikin gadisnya tambah nangis. Padahal tatkala sedang berhadapan dengan musuh-musuhnya, pasti lutut musuhnya itu yang ditekuk-tekuk oleh si jagoan. Tapi laki-laki perkasa sekalipun memang sering keliru membaca tanda dari peta yang disodorkan perempuan pemujanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3.c Salah satu novel metropop-nya GPU yang bernomor seri GM 401 05.014 dan dengan ISBN : 979 - 22 - 1625 - 1). Dalam koleksi pop karya penulis lokalku, buku ini mampu menggeser dominasi novel Tia dari penerbit yang sama karangan Kembang Manggis, yang sekarang jualan penganan kecil di Bogor dan kayaknya udah pensiun nulis. Biasanya, buku Tia ini yang aku baca ulang kalau lagi pingin mbaca buku-buku lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buku ketiga ini sudah pernah kubaca juga (ugh... entah berapa kali, aku enggan menghitung... ntar penulisnya ge-er. hehehe... becanda, sebenarnya aku emang lupa dah berapa kali). Makanya kali ini bacanya loncat-loncat (maksudku halamannya, bukan akunya yang loncat-loncat). Tapi aku berhenti lama saat membaca bab 28, soalnya - seperti yang tokoh di buku itu lakukan di bab 28 - aku pernah juga "lari" karena merasa galau dan dunia seolah akan runtuh menimpa kepala. Makanya di paragraf-paragraf awal bab ini, aku berhenti lama mengenang masa lalu. (ciee... memori daun pisang neh?). Lalu balik lagi ke halaman awal buku untuk membaca prolognya yang berupa puisi. Saat ini (kebetulan atau bukan?), WinAmp sedang menyajikan Afterglow milik Genesis. Kombinasi suara Phil Collins yang ngos-ngosan karena habis nyanyi medley sambil main drum, serta kalimat puisi tentang pencarian di awal buku ini ternyata bisa bikin aku merinding. "...'cause i miss... you more....," begitu ucap Phil Collins parau. Mata tiba-tiba terasa panas... akh, laki-laki nangis seh... Oh ya, aku lebih suka kalau buku ini dihabisi saja di Bab 46. Maka setelah Bab 46, aku nggak lanjutkan membacanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3.d "Rumahku Dunia" karya Eka Budianta. Aku sudah empat kali membeli buku ini, tiga diantaranya aku berikan sebagai kado ultah temanku. Lantas "Kartu Nama" karya Kurnia Effendi. Kedua kumpulan puisi ini berisi hal-hal menakjubkan yang hanya bisa dituang ke dalam puisi, atau direguk dari dalam puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Baca beberapa judul selama setengah jam ketika WinAmp sedang dalam posisi menampilkan suara Emha yang nggak merdu namun sanggup untuk langsung nyelonong ke dalam kalbu. "...Kenapa bukan, '...Bapak Jendral...Bapak Jendral...,' melainkan '...Cah Angon...Cah Angon...pene'no blimbing kuwi....' Kenapa blimbing...itu terserah Anda mau menafsirkan blimbing bersudut lima ini sebagai apa...yang jelas harus ada yang memanjat untuk blimbing ini...meski jalannya licin".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Eh, diantara lembaran buku Rumahku Dunia, kutemukan selembar kertas yang terselip dan ternyata berisi coretan tulisan tanganku. Isinya aku ketik ulang di sini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Lewat tengah hari kau kembali menyapa daun-daun kayu manis hingga mereka bergoyang riang karena air yang kau siram di area pembibitan. Ada memang nyamuk kebun datang dengan suara berdengung, tapi kau tak peduli. Irama yang disuguhkan percikan air diantara daun-daun dan polybag begitu serasi disela keceriaan suaramu, meski tanah becek dan cipratan air menjadi akrab di telapak kaki. Lama kuamati kebiasaanmu dari kejauhan saat sesekali mengusapkan handuk kecil di dahi yang berkeringat. Inilah saat ketika sore bagai berhenti di hadapanmu dan menjelma lukisan keemasan, seakan tubuh kecilmu sanggup menahan berlalunya senja yang entah mengapa tak terlihat lembayungnya dari balik matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang minta bibit? berikan saja, kebun kita tak akan kehabisan upaya," serumu saat dana bagai pohon di hutan jati yang meranggas. Impian besar yang belum tercapai tak mengurangi kebaikan hati, bahkan ketika benda kesayangan direnggut dan membuat kayuhan ke tanah seberang tersendat. "Dalam sudut saku, mungkin terselip hak anak yatim tanpa sengaja," belamu. Ingin kuucapkan selamat pagi selalu, betapa waktu seolah terhenti saat kesibukan berlalu, dan diam-diam kuselipkan melati diantara barisan kata ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;waduh, ini puisi yang belum jadi, kapan nulisnya ya...? Jelas puisi ini kutujukan buat seseorang. Cepat-cepat kusalin ke kompi. hehehe... Mungkin terbaca agak kacau, maklum aja, belon selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ternyata kombinasi hal-hal yang aku lakukan tadi bisa mengantarku pada, "Aduh, udah Minggu sore. Mesti nyiapin tetek bengek lagi buat kerjaan besok."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Emang sebel ya, kalau ketemu Minggu sore?" yang nggak aku jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Malamnya aku nonton siaran langsung efwan (Formula Satu). Tapi jagoanku masih kalah aja, mungkin masih trauma karena beberapa tahun yang lalu sempat kecelakaan sampai memaksanya istirahat selama beberapa seri balapan, sehingga sampai kini ia kehilangan nyali buat gila-gilaan di sirkuit. Ini cuma mungkin loh, saya bukan psikiater....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selesai sudah akhir pekanku yang berharga dan kulewatkan tanpa hasil konkret (nggak ada uang hasil parkiran, nggak ada rak buku yang jadi lebih halus, nggak ada tata letak barang yang baru di kamarku, nggak ada anak SMP atau SMA yang fisiknya tambah bugar karena ikutan latihan fisikku, nggak ada ... yah, nggak ada hasil fisik yang keliatan jelas gitu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi biarpun nggak ada hasil fisik, pasti ada hasil non-fisiknya. Mudah-mudahan ini nggak cuma menghibur diri, karena mungkin aku bisa belajar dan memperkaya wawasan dari lagu dan buku-buku tadi. Setidaknya aku ingat lagi bahwa aku mesti hati-hati saat bicara atau bersikap terhadap makhluk hidup berlabel perempuan; atau menambah koleksi vocabulary bahasa naga; atau ... apa lagi ya? apa baca puisi bisa memperkaya batin... ? bisa mengajarkan sesuatu yang bermanfaat...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang jelas, senin ini aku merasa fresh saat masuk kantor, segar kayak ketimun atau jamblang yang baru dipetik. Yah... begitulah sabtu minggunya orang gajian saat bermalas-malasan di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1256065118624378935?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1256065118624378935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1256065118624378935' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1256065118624378935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1256065118624378935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/sabtu-minggunya-orang-gajian.html' title='Sabtu-Minggunya Orang Gajian'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3238874999038735876</id><published>2007-07-06T16:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T16:33:04.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>terbawa suasana</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernah nggak ketika kita berada di suatu tempat, terus teman kita mengajukan pertanyaan semacam ini pada kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ kok tiba-tiba jadi pendiam?&lt;br /&gt;+ kenapa jadi sepi begini?&lt;br /&gt;+ biasanya kamu antusias&lt;br /&gt;+ lho, tumben bisa teriak&lt;br /&gt;+ eh, kenapa senyam-senyum sendirian?&lt;br /&gt;+ waduh, puitis banget sih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita seperti tersadar akan adanya perubahan emosi pada diri kita. Biasanya sih, itu terjadi karena kita ada di suatu tempat yang menimbulkan kesan sangat kuat pada diri kita. Makanya terus temen-temen kita akan bilang bahwa kita terbawa suasana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Apa iya suasana (lingkungan sekitar) bisa mempengaruhi perilaku atau emosi seseorang? Yang biasanya kasar, tiba-tiba jadi lembut. Yang biasanya teriak-teriak tiba-tiba jadi pendiam, dsb. Apa bisa gitu? Secara impulsif, mungkin saja. tapi tidak bisa berlaku selamanya. Kalau suasana sudah berganti, maka perilaku juga akan mengikuti perubahan.  Tapi ada kalanya efeknya berlaku permanen. Bukan berarti terus-terusan terbawa suasana, tapi akibat dari terbawa suasana tadi  akan membuat seseorang berada dalam suatu kondisi dalam jangka waktu yang panjang. Kalau begini, maka suasana tadi menjadi pemicu bagi kondisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung...? saya aja binun...jadi abaikan aja kalimat tadi. Tapi yang jelas, suasana memang bisa menghanyutkan seseorang hingga ia berada dalam kondisi emosi tertentu. Bisa positif, bisa pula negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau saat bangun tidur di tengah hutan di atas gunung, kemudian membuka mata Anda, lalu pemandangan yang terlihat untuk kali pertama adalah pemandangan seperti foto di bawah ini, maka kira-kira emosi apa yang bisa timbul?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Ro4Ryu4hvJI/AAAAAAAAAFU/KFDWU_LUChg/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Ro4Ryu4hvJI/AAAAAAAAAFU/KFDWU_LUChg/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5084020592624123026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya, jawabnya jelas.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3238874999038735876?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3238874999038735876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3238874999038735876' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3238874999038735876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3238874999038735876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/terbawa-suasana.html' title='terbawa suasana'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Ro4Ryu4hvJI/AAAAAAAAAFU/KFDWU_LUChg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3163877935444928020</id><published>2007-07-05T13:20:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T08:57:21.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>gemuruh</title><content type='html'>gemuruh itu datang lagi&lt;br /&gt;bagaikan rangkaian kereta barang&lt;br /&gt;melintas jembatan di atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia lewati jalur mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya deretan masa lalu lewat di sana&lt;br /&gt;dengan gerbong-gerbong usang berisi untaian bunga&lt;br /&gt;kering. sekarang sajakpun kurang bukit buat didaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti ingin minum dari tetes tak terjangkau,&lt;br /&gt;tanganku menggapaimu.&lt;br /&gt;hanya percik nafsu, barangkali.&lt;br /&gt;tapi ini bukanlah pakaian dengan warna&lt;br /&gt;dan model impian.&lt;br /&gt;ini adalah sungai yang mengaliri tubuh.&lt;br /&gt;aku kenal liku-likunya,&lt;br /&gt;paham deras arusnya.&lt;br /&gt;mengejar geliat ombak di pantai-pantai tak terjamah&lt;br /&gt;dan teluk tak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu sibuk menutup rekah&lt;br /&gt;hati, setelah gemuruh berlalu.&lt;br /&gt;mamasang lukisan berjatuhan&lt;br /&gt;dan kembali sia-sia menghayati&lt;br /&gt;sunyi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3163877935444928020?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3163877935444928020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3163877935444928020' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3163877935444928020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3163877935444928020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/gemuruh.html' title='gemuruh'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-160032483642018821</id><published>2007-07-04T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-07-04T12:00:28.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Unfinished Work</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;B&lt;/span&gt;eberapa tahun yang lalu, seorang kawan berkesempatan mengikuti acara penanaman bibit mangrove di pantai utara jakarta. Daerah penanaman merupakan wilayah pantai yang sedang direhabilitasi karena rusak akibat abrasi. Acara tersebut diikuti berbagai kalangan, mulai pejabat setingkat menteri, gubernur hingga aparat pemerintahan di tingkat bawahnya, wartawan, serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Semua terlibat aktif menanam bibit mangrove. Sekian ribu bibit ditebar dan diharapkan kelak akan menjadi hutan mangrove yang mampu mengatasi abrasi pantai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah lewat sekian tahun, kawan tadi mengajak saya untuk "meninjau" kawasan tempat ia menanam dulu. Saya membayangkan bahwa pastilah hutan mangrove sudah ijo royo-royo di sana. Tapi betapa tekejutnya teman saya itu, sebab daerah itu ternyata tak berbeda jauh kondisinya seperti saat dia ke sana kali pertama. Memang ada satu dua mangrove yang tegak, tapi jumlahnya sangat sedikit. Kalau ini memang hutan mangrove, pastilah hutan yang rusak. Lho, mana hutan mangrove yang dulu diharapkan tumbuh dari bibit-bibit yang ditanam para pejabat dulu? Apa yang salah? Setelah tanya sana-sini, ternyata acara penanaman tadi tidak ditindaklanjuti dengan perawatan yang intensif. Setelah tanam, tinggalkan. Begitulah yang terjadi. Maka sia-sia saja seremoni yang menghabiskan biaya tak sedikit itu. Tidak ada keseriusan untuk "mengawal" bibit-bibit hingga hutanmangrove yang diimpikan masih bersemayam di alam mimpi. Hilang disapu gelombang pasang sebelum sempat tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang upaya dari berbagai pihk untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove sudah sering digalakkan, tapi jika hanya sebatas menanam bibit tanpa ada perawatan intensif, maka upaya tadi tak akan memberi hasil maksimal. Harapan bagi tumbuh kembangnya mangrove menjadi omong kosong saja. Berbagai pihak akan bersedia jika diajak ikut menanam bibit bagi terciptanya hutan mangrove, tapi sedikit sekali yang bersedia diajak merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanam bibit untuk hutan mangrove memang upaya yang baik dan patut dihargai, tapi jauh lebih baik jika disertai dengan upaya nyata untuk merawatnya, hingga benar-benar niat tadi bisa terlaksana secara tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita memang terbiasa memulai suatu pekerjaan, tapi lupa untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-160032483642018821?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/160032483642018821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=160032483642018821' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/160032483642018821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/160032483642018821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/07/unfinished-work.html' title='Unfinished Work'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7745203338262879134</id><published>2007-06-15T08:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-27T13:28:20.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>pesanmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtJu6WxQSdI/AAAAAAAAALU/opnxrmiRgDU/s1600-h/Puncak_Semeru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtJu6WxQSdI/AAAAAAAAALU/opnxrmiRgDU/s320/Puncak_Semeru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103263276587829714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RnJerliPvoI/AAAAAAAAAFM/53JbQIq0Zjw/s1600-h/2035.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RnJerliPvoI/AAAAAAAAAFM/53JbQIq0Zjw/s320/2035.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076223832903106178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awan menarikan hatimu,&lt;br /&gt;saling melambai putih di pelataran luas langit biru.&lt;br /&gt;:Secarik pesan dari sudut sepi ruangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguji lintasan lain untuk pulang&lt;br /&gt;tapi kutemukan lagi sejuk tatapmu.&lt;br /&gt;Sementara jarak makin samar menyusun keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Kau panggil aku dalam sayup&lt;br /&gt;menyisipkan petunjuk di sela lipatan waktu.&lt;br /&gt;Seperti tak tega melepas kepergian.&lt;br /&gt;Seperti menyampaikan pesan yang sama di hadapan:&lt;br /&gt;Betapa tak berarti pencarian ini.&lt;br /&gt;Betapa upaya menjauh darimu&lt;br /&gt;hanya kesia-siaan bersahut sepi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7745203338262879134?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7745203338262879134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7745203338262879134' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7745203338262879134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7745203338262879134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/06/pesanmu.html' title='pesanmu'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RtJu6WxQSdI/AAAAAAAAALU/opnxrmiRgDU/s72-c/Puncak_Semeru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-6694734245350474367</id><published>2007-06-05T16:34:00.000+07:00</published><updated>2007-06-06T08:13:43.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Peluru yang Tersemat di Dada</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;elesai membaca buku &lt;a href="http://www.101airborneww2.com/bandofbrothers.html" target="_blank"&gt;Band of Brothers&lt;/a&gt; (versi terjemahan Bahasa Indonesia), saya tergoda untuk menonton lagi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Band_of_Brothers" target="_blank"&gt;film&lt;/a&gt; dengan judul yang sama tentang &lt;a href="http://www.menofeasycompany.com/home/index.php" targer="_blank"&gt;Easy Company&lt;/a&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di film yang pernah diputar sebagai serial di jaringan televisi &lt;a href="http://www.hbo.com/band/landing/we_stand_alone_together.html" target="_blank"&gt;HBO&lt;/a&gt; itu ada satu episode ketika Lettu Winter, pimpinan komandan salah satu peleton dari Kompi E (Easy Company), tertembak betisnya. Peluru memang tidak datang langsung, melainkan pantulan dari tanah setelah seorang sniper Jerman mengincarnya di jalanan pedesaan Perancis yang berdebu di musim panas. Lalu malam harinya, operasi kecil dilakukan untuk mencungkil serpihan timah itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Episode itu biasa saja. Tak lebih istimewa dibandingkan episode lainnya. Namun operasi kecil itu membuat saya tercenung. Bukan karena ketegaran Lettu Winter menahan pedih atau kepiawaian tentara medis yang mampu bekerja dalam kondisi terbatas, melainkan karena saya tiba-tiba teringat dengan Choirul Anwar bin Sutrisno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurnya 3 tahun, dan apa yang Anda bayangkan untuk bisa diderita ketika Anda berusia 3 tahun? Sakit cacar air? Atau mungkin demam berdarah? Atau patah kaki setelah jatuh karena tak mengindahkan larangan ortu untuk tidak manjat-manjat lemari buku? Atau kepala yang bocor terkena batu yang kita lempar sendiri ke langit dengan harapan batu itu akan berubah menjadi burung yang terbang tinggi? Mungkin banyak kejadian yang bisa dialami oleh bocah di usia itu. Tapi mungkin Anda tak pernah membayangkan bahwa saat berumur 3 tahun, Anda akan memiliki sebutir peluru di dalam tubuh Anda. Iya, sebutir peluru dari timah, yang saat ditembakkan akan sedikit lumer karena panas hingga bisa menembus lapisan kulit dan jaringan, bahkan membuat remuk tulang Anda. Peluru itu didapatkannya saat ia berada dalam pelukan ibunya yang telah tewas tertembak bersama beberapa warga desa Alas Tlogo, Pasuruan, pada tanggal 30 Mei 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choirul, seperti juga saya atau Anda saat usia seperti itu, mungkin sering bermain perang-perangan, atau dokter-dokteran dengan teman sebayanya. Tapi, entah apa salah bocah yang tampak kurus dan kurang gizi itu, sehingga harus merasakan sendiri peluru yang bahkan tentara pun tak semua pernah merasakannya, meski sudah berulang kali maju ke medan perang. Apa yang menari dalam pikiran dan angannya ketika ia harus berbaring sebagai pasien sungguhan dan harus diperiksa dokter sungguhan pula, bukan lagi main dokter-dokteran seperti kebiasaan kita di masa kecil. Maka ketika anak-anak lain seusianya sedang asyik menonton SpongeBob &amp; SquarePant atau Sesame Street, dia harus menyaksikan darah segar muncrat dari tubuhnya. Bahkan ibunya pun tewas tersambar peluru, ketika ibu-ibu lainnya mungkin sedang menemani anak-anak mereka ke playgroups, atau menemani menonton film tentang dunia tumbuhan atau dunia ikan air tawar dengan DVD player dan home theater. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coirul, meski mengerang kesakitan, memang belum menemui ajalnya. Tapi siapa yang tega mengatakan padanya bahwa ibunya sudah tak bisa lagi mengajaknya ke pasar, atau membawanya saat panen jagung yang karena kondisi tanah di Alas Tlogo hanya bisa ditanan setiap Januari samapi April sebelum digantikan singkong dan ubi jalar. Siapa dokter yang akan tega merobek dadanya yang tipis dengan pisau bedah lalu mencungkil sisa proyektil yang tertinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali jalan hidup kita tak bisa sama satu sama lain, tapi tentu saja Lettu Winter tertembak di Medan Perang Dunia II setelah ia memilih untuk berada di sana. Setelah menyiapkan bekal berupa mental dan fisik yang terbina sejak ia mendaftar sebagai personil pasukan terjun payung yang gagah perwira. Winter tentu tak ingin tertembak, tapi ia telah secara sadar dan sengaja memilih karir sebagai tentara yang salah satu resikonya memang tertembak. Sedangkan Choirul? Dia bahkan belum tahu cita-cita selain sebagai insinyur pertanian, atau dokter, atau presiden, atau menteri, atau bahkan tentara yang penampilannya gagah perkasa. Tapi jelas, dia tidak pernah sengaja untuk berada dalam kondisi yang punya resiko tertembak. Memang jalan hidup tak sepenuhnya ada di telapak tangan kita, tapi setiap pilihan punya resiko. Masalahnya, Choirul bahkan belum memilih. Bahkan dia belum sadar bahwa dalam hidupnya kelak, dia harus menentukan pilihan-pilihan. Lalu, apa rencana Tuhan terhadap dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggugat Tuhan memang pilihan yang berat, tapi kalau pilihan lain berarti berhadapan dengan barisan tentara berpeluru tajam atau teror yang harus dirasakan seumur hidup, maka pilihan menggugat Tuhan akan terasa ringan. Dan kebanyakan rakyat Indonesia, yang tak pernah memilih atau meminta menjadi rakyat indonesia saat lahirnya, memang hanya punya satu pilihan: mengadu pada Tuhan, saat pihak pengayom dan pelindung ternyata menjelma jadi ancaman mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lettu Winter hanya mengerang sedikit sambil mengumpat sniper Jerman saat tanah di depannya mengepulkan debu sebelum kakinya terkena pantulan peluru yang menyelinap di sela daging betisnya. Maka adakah yang akan mengerang untuk choirul atau membujuknya untuk diam dan menahan sakit tubuhnya? Peluru itu hingga hari ini belum diakeluarkan. Dan mungkin saja akan dibiarkan tertinggal di sana, selama tak mengganggu organ penting seperti jantung atau paru-paru. Namun tak ada yang bisa menjamin bahwa peluru itu tak akan meletus atau meledak lagi, karena selain peluru itu, mungkin ada hal lain yang tersemat di dadanya. Sesuatu yang mungkin sudah tertanam dalam banyak dada rakyat Indonesia lainnya. Dendam pada ketidakadilan, barangkali, tapi mungkin juga kepasrahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-6694734245350474367?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/6694734245350474367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=6694734245350474367' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6694734245350474367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/6694734245350474367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/06/peluru-yang-tersemat-di-dada.html' title='Peluru yang Tersemat di Dada'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-4134825432448411837</id><published>2007-06-04T16:45:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T20:25:33.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Di Hulu Cimahi</title><content type='html'>Sungai ini&lt;br /&gt;mengalirkan semacam tanya&lt;br /&gt;untukmu: Adakah ia akan tiba&lt;br /&gt;di muara, yang berbatas lautan luas&lt;br /&gt;di hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai ini&lt;br /&gt;menyampaikan semacam rindu&lt;br /&gt;buatmu: Adakah Kau sadari deras alirannya&lt;br /&gt;yang bergegas, saat menatap genangan telaga&lt;br /&gt;pada jernih matamu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai ini&lt;br /&gt;menghanyutkan semacam ragu&lt;br /&gt;karenamu: Adakah harus ia ingkari&lt;br /&gt;ketika pencariannya selalu kembali&lt;br /&gt;ke laut biru, pantulan langit tinggi&lt;br /&gt;di hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;catatan:&lt;br /&gt;Cimahi adalah sebuah sungai yang ada di sebelah barat gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-4134825432448411837?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/4134825432448411837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=4134825432448411837' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4134825432448411837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/4134825432448411837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/06/di-hulu-cimahi.html' title='Di Hulu Cimahi'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5919085693607888054</id><published>2007-05-29T16:41:00.000+07:00</published><updated>2007-05-30T08:08:26.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Jerman = Bir ?</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;eorang teman, yang lama tidak bertemu, mengajak untuk bertemu di sebuah kedai (cafe) di Jakarta. "Sekalian saya ingin nyicipi bir Jerman di kafe itu," ujarnya seraya menyebutkan sebuah restoran yang namanya menggunakan bahasa Jerman. Biasanya, dia berkesempatan mengkonsumsi makanan atau minuman Jerman di Indonesia saat berlangsungnya Festival Oktober yang kerap digelar hotel-hotel ternama di Jakarta. Tapi sejak adanya restoran yang memproklamirkan diri sebagai pengusung masakan Bavaria itu, dia tak perlu menunggu bulan Oktober untuk menikmati  Jumbo Currywurst, Bratkartoffeln, Kartoffelknodel Puree, pommes frites, Semmel Knoedel, (keempat terakhir merupakan makanan pendamping atau yang biasa disebut beilagen), Wiswurst, atau Bockwurst. Tapi kenapa dia menyebut Bir Jerman? &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rlv6SRRZ_FI/AAAAAAAAAE4/SIzGdDxs_u8/s1600-h/_41748134_wcbeers_ap416.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rlv6SRRZ_FI/AAAAAAAAAE4/SIzGdDxs_u8/s320/_41748134_wcbeers_ap416.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069920997316623442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bir Jerman? Erdinger, ujarnya menambahkan. Mungkin itu nama salah satu merk bir atau jenisnya, tapi saya 'kan bukan peminum bir. Meskipun kawan saya bilang, ada bir tanpa alkohol. Sebab, salah satu pantangan bagi seorang muslim, adalah minum khamr, yaitu sesuatu yang memabukkan dan membuat kesadaran diri hilang. Salah satu khamr ini, diantaranya, adalah bir. Meski demikian, saya jadi ingin tahu, kenapa teman saya itu begitu terkesan dengan bir Jerman. Pasti bukan saja karena dia pernah kuliah di sana. Karena dari berbagai jenis masakan, ternyata kawan saya hanya mengatakan, "Sekalian saya ingin nyicipi bir Jerman di kafe itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di dunia ini, bangsa yang terkenal gemar mengkonsumsi bir adalah Jerman. Bayangkan saja, di sana ada 6.000 lebih merk bir dan 1.200 pabrik pembuatnya. Belum lagi bir-bir buatan industri rumahan dalam skala kecil. Konsumsi bir di sana pada tahun 2005 rata-rata 111,6 liter per kepala, atau setara dengan 82 juta warga Jerman minum 0,31 liter bir setiap harinya. Harga bir di gelas ukuran setengah liter hanya tiga euro (sekitar Rp36 ribu). Dibandingkan negara Eropa lainnya, itu murah banget. Juga banyak terdapat tempat berupa taman-taman yang digunakan untuk kongkow-kongkow sambil minum bir bergelas-gelas (ukuran minumnya sampai literan!). Maka hanya di sanalah ada istilah "Bier Garten" (taman untuk minum bir). Mungkin konsumsi bir di Jerman sana sama halnya dengan konsumsi air putih bagi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rlv60xRZ_GI/AAAAAAAAAFA/_rcRZEG8JJY/s1600-h/viktualienmarkt_munich_01_large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rlv60xRZ_GI/AAAAAAAAAFA/_rcRZEG8JJY/s320/viktualienmarkt_munich_01_large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069921590022110306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Industri pembuatan bir di Jerman sudah memiliki tradisi panjang. Berbagai produsen, mulai dari industri skala besar hingga skala rumahan, tumbuh menjamur di mana-mana sejak lama. Tak heran jika di sana banyak bermunculan brauhaus atau rumah minum khas Jerman yang menggabungkan lokasi pembuatan bir (brewery) dan kedai di satu tempat yang sama. Di tempat semacam itu juga dapat dengan mudah ditemui ruangan berdinding cekung berisi segala peralatan pembuat bir yang memiliki dwifungsi: sebagai alat penghasil "liquid food"-nya orang Jerman alias bir, juga sebagai hiasan ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asal Usul Bir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jelas benar dari mana kata bir berasal. Namun proses pembuatannya sendiri sudah ditemukan sejak lama. Sebuah prasasti yang ditemukan di delta subur antara sungai Eufrat dan sungai Trigis di kawasan Mesopotamia (sekarang kawasan irak) dan diperkirakan berasal dari masa sekitar 6.000 SM, sudah memuat gambaran tentang proses pembuatan bir. Sebuah relief yang terdapat di makam kuno di Mesir dari masa sekitar 2.400 SM juga menggambarkan proses pembuatan bir dengan bahan  "barley" (barli), yaitu semacam rumput yang bijinya bisa diolah menjadi bir. Sejarah selanjutnya menapak pada tahun 2.000 SM ketika Raja Hammurabi dari Babylonia merilis resep tentang cara pembuatan dan penyajian bir. Di Mesir sendiri, sang Fir'aun (pharaoh) juga terkenal sebagai ahli pembuat minuman hasil fermentasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ensiklopedi Britanica, seorang sejarawan asal Romawi bernama Pliny dan Tacticus mencatat bahwa bangsa dari suku Saxon, Celt, Nordic dan Germanic sudah menkonsumsi sejenis bir tak berwarna (disebut ale). Istilah ini juga berkembang diantara istilah-istilah lain di kalangan bangsa Anglo-Saxon seperti istilah Malt, Mash, dan Wort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 15, pembuatan bir di Jerman menggunakan teknik fermetasi yang berbeda. Prosesnya dilakukan dengan proses fermentasi dasar, bukan fermentasi di atas bahan bakunya. Bir yang dihasilkan disebut dengan lager (dari bahasa Jerman: Lagern = menyimpan) karena bir pada masa itu dibuat pada musim dingin dan membutuhkan es untuk menyimpannya pada musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan bir kemudian berkembang dengan adanya kontrol yang baik menggunakan termometer dan sakarimeter yang bis amengukur kadar gula. Dengan paduan teknologi pembuatan es dan sistem pedinginan, pembuatan bir bisa dilakukan pada musim panas. Tapi cita rasa bir masih juga tak bisa ditentukan, sebab sangat dipengaruhi proses berubahnya gula menjadi alkohol oleh sel ragi. Lalu muncullah Louis Pasteur yang berargumen bahwa walaupun semua jenis sel ragi bisa dimanfaatkan untuk fermentasi, namun tidak semua sel ini cocok bagi proses pembuatan bir. Sel-sel yang tertentu saja yang akan menghasilkan cita rasa bir yang tinggi. Proses Pasteurisasi yang ditemukannya juga mampu membuat bir menjadi lebih tahan lama, setelah memanaskan bir hingga 70 derajat celcius agar mikroorganisma tidak aktif. Berbagai teknologi yang kemudian ditemukan juga membuat bir yang dihasilkan menjadi seperti yang kita kenal saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses Pembuatan Bir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan bir sebenarnya sederhana saja. Prinsip yang digunakan sama seperti pembuatan minuman keras buatan lokal Indonesia, atau seperti pembuatan tape ketan, yaitu dengan memanfaatkan proses fermentasi. Bulir gandum (atau sejenisnya) dibiarkan tumbuh berkecambah, kemudian dikeringkan. Proses penumbuhan kecambah ini akan menghasilkan yang mengandung enzim amilase (yang mampu mengubah karbohidrat menjadi gula, seperti air liur di dalam mulut kita) yang terdiri dari alpha amilase dan beta amilase. Kemudian, Malt ini (bulir gandum berkecambah) dihancurkan dan dicampur dengan air panas atau direbus selama 1 - 2 jam. Setelah menjadi cairan gula, ditambahkan dengan buah hop (yang memberikan rasa pahit). Setelah itu ditambahkan ragi. Di sinilah proses fermentasi dimulai dengan mendiamkannya selama satu hingga tiga minggu. Gula akan menjadi alkohol dan gas karbondioksida. Setelah itu didinginkan, diperas dan disaring. Maka jadilah bir. Itu sebabnya, bir terkadang disebut sebagai roti cair, sebab bahan dasar pembuatnya memang berasal dari bahan yang sama, yaitu bulir gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di Jerman yang konsumsi birnya sangat tinggi, saat ini sedang ada kerisauan di kalangan produsen bir. Hal ini karena adanya kebijakan tentang biodiesel. Seperti kita mafhum, biodiesel dikembangkan untuk membuat bahan bakar yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pemerintah Jerman sangat giat mengembangkan jenis bhan bakar nabati ini. Termasuk dengan memberikan subsidi bagi petani yang mau menanam tumbuhan yang bis amenjadi biodiesel. Akibatnya, tanaman gandum, seperti barli, makin berkurang di tanah-tanah pertanian jerman. Dari 12 juta hektar lahan pertanian, 2 juta diantaranya sudah berubah menjadi lahan untuk tanaman biodiesel ini. Ini tidak saja berdampak pada produksi bir, melainkan juga pada produksi roti. Maka rakyat Jerman pun mengeluh dan menuduh Pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan energi daripada ketahanan pangan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, Jens Redemacher, kepala divisi biji-bijian FPJ (Federasi Petani Jerman), mengemukakan produsen bir juga punya andil atas keadaan itu. "Mereka selama ini meminta harga barli (biji gandum) tetap rendah sehingga petani tidak menanamnya lagi karena tidak menguntungkan. Bahan bakar nabati bukan satu-satunya biang keladi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jerman tanpa bir, seperti Arab tanpah jubah," begitu kata teman saya. Tapi dia kan cuma pernah sekolah di Jerman, bukan bangsa Jerman atau orang yang lahir dan dibesarkan di Jerman? Entahlah, mungkin dia lupa bahwa bersekolah di Jerman bukan berarti harus serba Jerman di segala hal, termasuk gaya hidup. Kalau saya, masih lebih senang Bajigur atau Bandrek Abah dari Tjiwidej, Bandung. Setiap Minggu sore, saya juga punya tradisi minum sekoteng berdua dengan istri saya. Bir? aduh, saya nggak tega meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://newsimg.bbc.co.uk/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.pps.org/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5919085693607888054?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5919085693607888054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5919085693607888054' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5919085693607888054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5919085693607888054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/jerman-bir.html' title='Jerman = Bir ?'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rlv6SRRZ_FI/AAAAAAAAAE4/SIzGdDxs_u8/s72-c/_41748134_wcbeers_ap416.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2085062714497907393</id><published>2007-05-23T16:42:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T16:42:18.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelusuran'/><title type='text'>Sanggabuana,  Ciremai, Jawa barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RlavWhRZ_EI/AAAAAAAAAEw/q5BrpdI_irA/s1600-h/ciremai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RlavWhRZ_EI/AAAAAAAAAEw/q5BrpdI_irA/s320/ciremai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068431232075430978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam empat pagi aku sudah berdiri di sini. Sanggabuana, begitu orang-orang menyebutnya. Jaraknya sekitar tigapuluh menit menjelang puncak Ciremai. Sebuah tempat yang relatif datar meski tak terlalu luas. Seolah disediakan untuk menjadi teras bagi tempat istirahat pendaki di tengah terjalnya jalur pendakian menuju puncak gunung Ciremai. Meski tak luas, tapi masih cukup untuk mendirikan tenda kapasitas empat orang. Di sekitar, semak Cantigi dan Edelweis Jawa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anaphalis_javanica" target="_blank"&gt;(Anaphalis javanica)&lt;/a&gt; rapat memagar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang sudah bergerak menuju puncak. Lainnya masih ada dalam perjalanan menuju tempatku berdiri. Tapi sebentar lagi pagi, dan mereka mungkin akan terus menuju puncak untuk merasakan sensasi matahari terbit di sana. Jarang sekali yang sengaja berdiri di sini, di sanggabuana, untuk menunggu matahari terbit. Kebanyakan orang akan lebih senang melihatnya di puncak. Kecuali terpaksa, entah karena tak bisa mencapai puncak sebelum matahari terbit, atau memang tak kuat lagi melanjutkan pendakian ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berger?" tanya itu mengajakku bergerak ke puncak. Aku hanya menggeleng. Maka kawanku itu berlalu perlahan. Tapak-tapaknya diiringi debu-debu yang beterbangan. Dalam kegelapan dini hari, tubuhnya seolah bayang-bayang hitam yang sedang membelah tipisnya udara di ketinggian tempat ini. Bayangan yang tampak makin jauh dan tinggi, pertanda lereng sudah mulai dirambah dan undakan telah mulai didaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu yang lain segera menyusul, melewatiku yang masih berdiri di tepi jalan setapak yang menghadap langsung ke jurang. Ajakan dan teguran kutanggapi seadanya saja. Biarlah aku diam di sini, di Sangga buwana yang sepi.  Mungkin akan ke puncak dan bibir kawah setelah agak terang nanti.Lagipula aku sudah beberapa kali menjejakkan kaki di puncak Ciremai dan menyaksikan kelahiran hari baru di sana. Saat ini aku ingin merasakan sensasi melihat terbitnya matahari dari Sanggabuana. Senter telah lama kumatikan. Aku duduk di tepi jurang, menatap lurus ke arah Timur.  Suara angin terdengar memainkan daun-daun, mengajaknya menari menyambut matahari, barangkali. Dalam gelap dan sepi begini, suara-suara alam terdengar lain dari yang biasanya, terdengar lebih kaya dan menyusup dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku sengaja memilih tempat ini untuk mengintip matahari terbit. Pemandangannya lebih dramatis, setidaknya menurutku, karena ada sebuah pohon yang tumbuh menyendiri dan tampak menonjol di area ini. Keberadaannya bisa menjadi bingkai alami saat Kau membuat foto. Sedangkan di puncak, meski dengan pandangan yang lebih luas, sulit sekali mencari subjek pengiring bagi matahari kemerahan yang sedang terbit. Tentu pemandangannya tetap indah. Ah, tapi apakah keindahan itu? Sesuatu yang membuat hati senang saat kita melihatnya? Ataukah sesuatu yang bisa diabadikan dalam foto lalu mengisi daftar stock foto yang bisa dijual atau disewakan lalu uangnya dihabiskan untuk memuaskan hasrat diri akan kesenangan? Ataukah sesuatu yang bisa dikenang bersamamu, ketika hari-hari sibuk seolah tak memberi kesempatan bagi kita untuk sekadar merenungkan kebesaran sang Pencipta dan mengingatkan kita lagi bahwa kelak segalanya akan kembali padaNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang cahaya di cakrawala Timur yang gelap mulai berubah warna. Semula biru gelap, seperti warna pakaian satpam di Blok M Mall Jakarta. Lalu biru gelap tadi seolah naik ke atas, berganti ungu, lalu merah, dan menjadi jingga terang. Ah, Kaukah itu, yang menitipkan senyum pada mentari, merajut tirai jingga di jendela langit pagi, ketika angin merangkai udara, dan resah membingkai rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atraksi memukau itu kunikmati sendiri, di tengah sepi yang mengepung dan semak cantigi yang mengurung. Bola api raksasa bernama matahari itu terus bergeser, menguak kegelapan diantara bayangan gunung Slamet yang bagaikan lipatan roti tawar persegi di atas cake besar bernama bumi. Itu matahari yang sama seperti yang terbenam petang kemarin. Bukankah begitu? Meski kita tak tahu, apakah itu benar-benar matahari yang kemarin. Mungkinkah ketika malam, matahari itu bertukar tempat dengan matahari yang lain, lalu pagi ini matahari yang terbit bukanlah matahari yang terbenam kemarin? Tapi tidak, itu memang matahari yang kemarin terbenam. Dan ia akan terbenam lagi sore nanti, utnuk terbit lagi esok pagi. Begitu seterusnya. Berapa lamakah kita harus hidup, untuk memahami betapa masa selalu berganti dan manusia hanya sekadar kilasan dalam lintasan waktu yang amat panjang? Sejarah manusia tak lebih tua dari debu yang mengotori sepatu, tapi seringkali manusia berpolah seolah-olah ialah yang paling berkuasa di alam raya ini. Padahal sejarah cantigi merah hijau lebih punya arti dalam masa dibandingkan umur manusia yang tak sebebrapa ini. Apalagi dibandingkan dengan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RlQNThRZ_DI/AAAAAAAAAEg/nQM2xpBqhcc/s1600-h/2055.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RlQNThRZ_DI/AAAAAAAAAEg/nQM2xpBqhcc/s320/2055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067690109698702386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kini tanah mulai terang. Daun-daun cantigi yang semula terlihat serupa semua di dalam gelap, kini mulai jelas perbedaan warnanya: hijau, kuning, dan merah. Lapisan kapas putih bunga-bunga Edelweis Jawa mulai tampak, menyelimuti batang-batang kecoklatannya. Rumput-rumput dan ujung daun-daun mulai berkilauan, melahirkan pantulan cahaya matahari yang lahir dari rahim ribuan embun. Ah, kapankah embun itu singgah di pucuk-pucuk dedaunan itu? Pasti dia tiba diam-diam di tengah malam, mengajarkan pada semua manusia yang melihatnya bahwa sebagai bagian dari alam, dia tak melakukan apa-apa selain menjalankan apa yang sudah digariskan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti juga di puncak argopuro, maka di sini&lt;br /&gt;di ketinggian tempat ini&lt;br /&gt;aku hanyalah sebutir embun&lt;br /&gt;yang sedang mencari&lt;br /&gt;setangkai puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam hidup ini, apakah puisi itu? Barangkali hidup kita inilah puisi itu sendiri, yang hanya setangkai dibandingkan pohon besar peradaban manusia. Hidup yang hanya seranting dalam taman besar ciptaan tuhan. Hidup yang tak akan menjadi puisi, ketika kita tak mampu menyadari asal-usul kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2085062714497907393?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2085062714497907393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2085062714497907393' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2085062714497907393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2085062714497907393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/sanggabuana-ciremai-jawa-barat.html' title='Sanggabuana,  Ciremai, Jawa barat'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RlavWhRZ_EI/AAAAAAAAAEw/q5BrpdI_irA/s72-c/ciremai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-7463713503264900140</id><published>2007-05-14T16:31:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T08:54:11.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Gunung - Sawah - Jalan - Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rkk-bpbgotI/AAAAAAAAAEY/3p-t4n0ARc0/s1600-h/2053+copy+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rkk-bpbgotI/AAAAAAAAAEY/3p-t4n0ARc0/s320/2053+copy+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064647900653462226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali diminta menggambar dengan tema bebas, maka yang kemudian tercipta di atas kertas/buku gambarku adalah gunung biru sebagai latar belakang, sawah hijau membentang yang dibelah jalan dengan deretan tiang-tiang di tepi jalan, rumah milik petani, serta terkadang hewan ternak sedang membajak sawah. Entah sudah berapa kali aku menggambar hal seperti itu. Begitu saja, tanpa ada variasi apa-apa. Mungkin kreatifitasku memang pendek, atau memang nggak bakat jadi pelukis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat itu aku masih duduk di bangku TK atau SD dan banyak yang mengira hal-hal itu hanya akan lahir dari khayalan ketika aku masih anak kecil saja. Seiring bertambahnya umur, kreatifitas - konon katanya - akan berkembang, dan khayalan yang bisa dituang ke media seni akan menjadi lebih beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, setelah dewasa (aku dah dewasa apa belum ya...), subyek-subyek itu tetap saja hadir. Meski tidak pernah lagi menggambar, tapi aku sering membuat foto dengan subyek pemandangan alam. Dan ternyata, khayalan masa kecilku itu hadir lagi ke dalam bentuk foto. Iya, gambar dengan gunung biru sebagai latar belakang, sawah hijau membentang yang dibelah jalan dengan deretan tiang-tiang di tepi jalan, rumah milik petani, serta terkadang hewan ternak sedang membajak sawah. Memang tidak persisi sama. Tapi coba saja perhatikan foto berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RkguH5bgoqI/AAAAAAAAAEA/9PlLtrPl7l0/s1600-h/2053.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RkguH5bgoqI/AAAAAAAAAEA/9PlLtrPl7l0/s400/2053.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064348494188290722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, iya kan? ternyata nggak banyak berubah, biarpun sudah dewasa. Apa berarti kreatifitasku memang segitu-gitu saja? Apa itu berarti aku tidak berkembang? Kenapa masih sawah-sawah itu saja, atau gunung-gunung itu saja yang menarik perhatian sehingga aku memilihnya untuk kurekam dalam foto? Memang, tidak selalu begitu. Tapi setiap melihat pemandangan itu, aku selalu gatal untuk mengabadikannya dalam foto. Mungkin karena aku - tanpa sadar - ingin memperbaiki kualitas gambar-gambarku dulu yang nggak karu-karuan dengan cara merekamnya dalam kenyataan yang lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga aku kembali ke tema-tema itu, karena itulah cerminan impianku: ingin hidup tentram di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-7463713503264900140?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/7463713503264900140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=7463713503264900140' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7463713503264900140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/7463713503264900140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/gunung-sawah-jalan-rumah.html' title='Gunung - Sawah - Jalan - Rumah'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/Rkk-bpbgotI/AAAAAAAAAEY/3p-t4n0ARc0/s72-c/2053+copy+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-5311291486342293202</id><published>2007-05-10T16:48:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T08:54:52.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Seberapa Jauhkah Kita Telah Melangkah</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;K&lt;/span&gt;akek dan nenek saya pernah bercerita, bahwa dulu setidaknya 35 hari sekali, mereka akan pergi ke kota Yogyakarta dengan berjalan kaki. Itu berarti lebih dari 60 km jauhnya. Mereka menempuh perjalanan sejauh itu untuk menjual hasil sawah dan ladang, ke pasar yang ada di Yogyakarta. Ya, itu adalah kesempatan setiap 35 hari sekali, ketika pasar begitu ramai dengan jenis dagangan tertentu saja. 35 hari adalah waktu pengulangan terdekat bagi kombinasi hari antara sistem penangalan nasional (tujuh hari seminggu) dengan sistem penanggalan jawa (lima hari sepekan). 35 hari adalah kelipatan persekutuan terkecil dari angka 5 dan 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka memilih berjalan kaki bukan karena sok kuat atau sedang menjalankan semacam tirakat, melainkan karena tak ada pilihan lain. Mobil? Motor? Jaman kakek nenek saya, hal semacam itu hanya dipakai oleh pejabat negara. Sepeda? itu pun hanya dimiliki orang-orang kaya. Tapi itu kan dulu, semestinya, setelah sekian puluh tahun merdeka, bangsa kita tentunya tak lagi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi cerita orang yang harus berjalan kaki sejauh 60 km hanya untuk menjual kelapa hasil kebunnya dan kemudian uangnya dipakai untuk membeli gula. Alat transportasi sudah begitu banyak dan mudah untuk dimiliki. Jangankan sepeda, untuk memperoleh sepeda motor kreditan pun, hanya diperlukan fotokopi ktp atau buku rekening bank, atau kuitansi pembayaran tagihan listrik bulanan, dan hal-hal yang tak terlalu menyulitkan lainnya. Pasarpun ada di mana-mana, tak perlu jalan kaki jauh hanya untuk memutar roda perekonomian keluarga. Segalanya mudah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata saya keliru. Pagi tadi, di dalam KRL tujuan Depok, saya mendengar tiga orang penumpang yang bercerita tentang pekerjaan mereka. Salah seorang diantaranya ternyata menyewakan sebuah Music Box, untuk menyebut sebuah kotak ukuran 20 cm x 20 cm x 30 cm yang terdiri dari sebuah speaker dan pemutar kaset. Kotak tersebut disewakan kepada siapa saja yang mau menggunakannya sebagai alat mencari nafkah. Dua orang diantaranya adalah kedua orang yang duduk di samping pemilik music box tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang penyewa bercerita, bahwa ia hanya sempat berjalan tiga rit (tiga kali perjalanan bolak-balik) KRL tujuan Kota - Bogor setiap harinya (kira-kira tiga jam tiap tripnya). Dan dari hasil tiga kali berjalan di atas kereta antara Stasiun Jakarta Kota - Bogor itu, dia hanya menenteng music box yang memutar lagu-lagu Rhoma Irama khusus untuk karaoke (tanpa suara vocalis, hanya musik). Selama tiga trip itu, ternyata penghasilannya tidak terlalu membuatku terkejut. Uang itu pun harus dipotong biaya sewa kotak, jasa keamanan KRL (baca: uang preman), sarapan dan makan siang serta rokok, dan juga uang jasa angkut kepada kondektur yang kadang-kadang juga meminta jatah. Sisanya, ternyata tak lebih dari Rp. 30.000. Tak perlu kita hitung berapa penghasilan per jamnya untuk sekadar mengetahui ada di tingkat kemakmuran yang mana dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu, di jaman revolusi fisik, kakek dan nenek saya harus berjalan enampuluh kilometer untuk menjual hasil sawah dan ladang yang tiap hari di cumbui sejak subuh hingga sore hari, lalu seorang penjual suara harus berjalan selama sembilan jam dalam kereta listrik Jakarta - Bogor hanya untuk mengantongi tigapuluhribu rupiah setiap harinya, maka sebenarnya, setelah puluhan tahun Republik Indonesia ini berdiri, seberapa jauhkah kita telah melangkah? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-5311291486342293202?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/5311291486342293202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=5311291486342293202' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5311291486342293202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/5311291486342293202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/k-akek-dan-nenek-saya-pernah-bercerita.html' title='Seberapa Jauhkah Kita Telah Melangkah'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-3530891886778648378</id><published>2007-05-08T09:34:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T08:54:52.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>Read More, buat Mas Komandan</title><content type='html'>Cara membuat READ MORE dalam postingan blog ini, sebenarnya sudah banyak diulas dalam tutorial yang terdapat di berbagai blog, seperti punya &lt;a href="http://jrputra.blogspot.com" target="_blank" alt="Inspiring Imagination"&gt;mas joni&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://afsyuhud.blogspot.com" target="_blank" alt=" Blogger Indonesia A. Fatih Syuhud Weblog"&gt; Blogger Indonesia A. Fatih Syuhud Weblog&lt;/a&gt;. Tapi karena &lt;a href="http://maskomandan.blogspot.com/" target="_blank" alt=" Mas Komandan"&gt;Mas Komandan&lt;/a&gt; meminta saya menuliskannya, maka saya kutip saja postingan yang ada di blog &lt;a href="http://kolom-mario.blogspot.com" target="_blank" alt="Blog Tutorial"&gt;Refleksi dan Blog Tutorial&lt;/a&gt; dan menuliskannya mentah-mentah di bawah ini. Mudah-mudahan Mas Komandan berkenan dan bisa menikmatinya.&lt;br /&gt;Untuk mas Joni dan mas AF Syuhud, terimakasih banyak ya... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut prosesnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buka template --&gt; edit HTML&lt;br /&gt;2. Kasih tanda tik/cek menu "expand widget template"&lt;br /&gt;3. Cari kode berikut di TEMPLATE blog Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class='post-header-line-1'/&amp;gt; &amp;lt;div class='post-body'&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalau sudah ketemu, letakkan kode berikut DI BAWAH kode html di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == "item"'&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;style&amp;gt;.fullpost{display:inline;}&amp;lt;/style&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;style&amp;gt;.fullpost{display:none;}&amp;lt;/style&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di Bawah kode di atas ada kode html sbb:&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div style='clear: both;'/&amp;gt; &amp;lt;!-- clear for photos floats --&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nah, di antara kode &lt;code&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/code&gt; dan kode &lt;code&gt;&amp;lt;div style='clear: both;'/&amp;gt; &amp;lt;!-- clear for photos floats --&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasang kode html ini: &lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;a expr:href='data:post.url'&amp;gt;Read More......&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jadi, susunan kode html di template setelah ditambah dg kode READ MORE akan menjadi seperti ini (yg warna biru adalah kode tambahan untuk READ MORE, sedang kode warna hitam adalah kode asli template):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre class="code"&gt;&lt;br /&gt;    &amp;lt;div class='post-header-line-1'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &amp;lt;div class='post-body'&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;      &amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == "item"'&amp;gt;&lt;br /&gt;         &amp;lt;style&amp;gt;.fullpost{display:inline;}&amp;lt;/style&amp;gt;&lt;br /&gt;         &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;      &amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;br /&gt;         &amp;lt;style&amp;gt;.fullpost{display:none;}&amp;lt;/style&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;         &amp;lt;a expr:href='data:post.url'&amp;gt;Read More......&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;      &amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &amp;lt;div style='clear: both;'/&amp;gt; &amp;lt;!-- clear for photos floats --&amp;gt;&lt;br /&gt;    &amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Klik SETTINGS, terus klik FORMATTING. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu POST TEMPLATE. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa klik SAVE apabila sudah dipasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Klik SAVE. Selesai.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMPOSTING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memposting, klik EDIT HTML. Maka, secara otomatis akan tampak kode&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan posting yg akan ditampilkan di halaman muka di atas kode sementara sisanya (yakni keseluruhan entry), letakkan di antara kode&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;/code&gt; dan &lt;code&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;/code&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan Penting:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A) Artikel yg diposting sebelum pemasangan kode READ MORE di atas akan tetap tampil penuh di halaman muka, Anda bisa mengeditnya dg cara sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik menu EDIT POSTS&lt;br /&gt;2. Klik EDIT di artikel yg akan diedit.&lt;br /&gt;3. Pasang kode &lt;code&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;di bawah paragraf yg akan ditampilkan. Dan pasang kode &lt;code&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;di akhir artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kode hanya ada SATU kode &lt;code&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;/code&gt; dan &lt;code&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;/code&gt;. Apabila terdapat lebih dari satu, dan biasanya numpuk di bagian paling bawah artikel, maka dibuang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(B) Bagi pengguna &lt;a href="http://kolom-mario.blogspot.com/2007/01/blogger-beta-dg-template-lama.html" target="new"&gt;blogger beta/baru tapi memakai template klasik/lama&lt;/a&gt;, maka sistem READ MORE memakai sistem panduan yg lama, lihat &lt;a href="http://kolom-mario.blogspot.com/2005/12/post-summary-abstraksi-posting-di.html" target="new"&gt;tutorialnya di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Update 7/2/07]: Read more di blogger beta tidak perlu pasang kode di antara [style] dan [/style]. Ini berbeda dg READ MORE di blogger lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati Blogger Baru dg READ MORE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-3530891886778648378?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/3530891886778648378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=3530891886778648378' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3530891886778648378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/3530891886778648378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/read-more-buat-mas-komandan.html' title='Read More, buat Mas Komandan'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-2494010181558273291</id><published>2007-05-01T15:48:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T13:58:00.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelusuran'/><title type='text'>Sabang, Pulau Weh</title><content type='html'>Postingan berikut ini untuk memenuhi permintaan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mbak W&lt;/span&gt; (dah lama nggak liat senyummu...). maaf ya, nggak bisa banyak-banyak, soale darurat sih. Lagipula, foto-fotonya nggak layak tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;Ini foto sunset di salah satu pantai di Sabang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcDfJbgolI/AAAAAAAAADY/EsP5zxixxOY/s1600-h/sabang_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcDfJbgolI/AAAAAAAAADY/EsP5zxixxOY/s400/sabang_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059516540016173650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang ini, kapal cepat Baruna Duta 3 (yang pertama dan keduanya mana ya?):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcEDpbgomI/AAAAAAAAADg/eSj-218zKMs/s1600-h/sabang_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcEDpbgomI/AAAAAAAAADg/eSj-218zKMs/s400/sabang_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059517167081398882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini pelabuhan Balohan, Kota Sabang:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcFhJbgooI/AAAAAAAAADw/efCTk0xqiQ0/s1600-h/sabang_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcFhJbgooI/AAAAAAAAADw/efCTk0xqiQ0/s400/sabang_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059518773399167618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini diambil dari mobil, ketika menyusuri jalan di tepi pantai:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcE_pbgonI/AAAAAAAAADo/41GIUVZ1sss/s1600-h/sabang_4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcE_pbgonI/AAAAAAAAADo/41GIUVZ1sss/s400/sabang_4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059518197873549938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini salah satu sudut dari pantai Gapang:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcGh5bgopI/AAAAAAAAAD4/a4vwjtBjP5k/s1600-h/sabang_5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcGh5bgopI/AAAAAAAAAD4/a4vwjtBjP5k/s400/sabang_5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059519885795697298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-2494010181558273291?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/2494010181558273291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=2494010181558273291' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2494010181558273291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/2494010181558273291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/05/sabang-pulau-weh.html' title='Sabang, Pulau Weh'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Al5nJB-lV0M/RjcDfJbgolI/AAAAAAAAADY/EsP5zxixxOY/s72-c/sabang_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890148.post-1624349761236319663</id><published>2007-04-30T13:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-30T13:42:39.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rupa-rupa'/><title type='text'>WEB BLIND</title><content type='html'>&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;da beberapa teman yang bertanya, kenapa blog ini tidak diupdate lagi sejak posting terakhir (tanggal 2 April 2007). Memang benar, saya lama tidak buka blog ini, apalagi update posting baru. Sebab sejak tanggal 3 April saya tidak berada dalam posisi yang mudah untuk mengakses internet. Selama dua minggu, saya ada di pelosok kabupaten Nagan Raya, propinsi Nangro Aceh Darussalam (bukan buat panen ganja lho!), yang jangankan untuk memperoleh akses internet, sinyal telpon selular saja "senin - kemis". Maka selama itu pula, saya seperti orang yang ketinggalan jaman, tak tahu kabar berita di dunia ini. Ini saya jalani, karena saya memang masih menjadi orang gajian yang harus siap disuruh pergi bertugas ke ujung dunia sekalipun. Selesai dari Nagan Raya, saya pergi lagi ke kota Sabang, Pulau Weh, samapi tanggal 27 April. Barulah di Sabang ini saya bisa mendapat akses internet. Tapi itupun terbatas, sebab di biro Sabang, kantornya tak punya akses internet yang tetap. Maka internet hanya bisa dimasuki dengan menggunakan fasilitas telkomnet instan (yang line telponnya hanya satu) atau lewat jalur GPRS dengan memanfaatkan ponsel saya sebagai modem (yang ternyata menguras habis pulsa ponsel saya).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama dua minggu mengalami "web blind" (hidup tanpa akses internet), saya hanya bisa mendapat informasi melalui televisi yang salurannya juga terbatas.  Bahkan kalau cuaca buruk, televisi sama sekali tak menampilkan gambar apa-apa! Hari-hari saya lalui dengan "aneh". Ini karena biasanya, saya browsing di internet minimal dua jam sehari. Mulai dari baca berita, baca email, chatting, dan tentu saja blogwalking. Karena tak ada akses internet, maka waktu senggang saya gunakan untuk membaca buku (hobi utama saya). Sayangnya, untuk perjalanan kali ini, saya hanya menyiapkan membaca dua buku, yaitu Lord of The Ring serta Kisah 47 Ronin. Dua buku itu saya lahap dengan rakus, karena memang banyak waktu luang dan sedikit sarana hiburan lainnya. Akibatnya, dalam beberapa hari saja, buku itu sudah selesai terbaca. Lalu hari-hari selanjutnya saya lalui dengan resiko kejenuhan yang sangat besar: Tantangan kerja tak lagi menarik untuk dihadapi; informasi dunia luar tertutup sama sekali; dan hubungan telpon dengan dunia luar terputus tanpa ampun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pernakah Anda mengalami kebutaan informasi dalam jangka waktu panjang, lebih dari dua minggu? Kalau hanya tiga atau empat hari, saya juga sering mengalami, karena setiap pergi ke gunung, saya tak mungkin bawa laptop (bukan karena apa-apa, melainkan karena nggak punya laptop). Tapi itupun tidak benar-benar tertutup, karena biasanya handphone saya masih bisa dipakai, meski di lokasi tertentu saja semacam puncak gunung atau di desa di kaki gunung. Paling-paling hambatannya hanya low bat HP saja. Ternyata hal yang demikian membuat saya terkejut juga pada awalnya. Bingung karena tak bisa menghubungi keluarga (terutama isteri tercinta, hehehe) baik lewat HP maupun lewat internet. Meskipun lama kelamaan terbiasa juga (hitung-hitung memupuk rasa rindu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya coba merenungkan soal ketersediaan informasi dan kaitannya dengan kebahagian hidup ini. Apakah akses informasi yang terbatas bisa membuat manusia menjadi tidak bahagia? Apakah orang yang kaya akan akses informasi akan lebih bahagia dibandingkan orang yang tak punya akses informasi apapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya mencoba mengenali lagi para orang tua saya, yaitu bapak, ibu, serta kakek-kakek dan nenek-nenek saya. Mereka sama sekali tak pernah mengakses internet (bahkan samapi sekarang). Orangtua saya juga hanya memakai ponsel sewaktu-waktu saja, itupun pinjaman dari anak-anaknya yang kadang dipakai untuk menghubungi famili lainnya. Apa lantas mereka mengalami kebingungan seperti saya? Rasa-rasanya sih tidak. Meski tanpa internet dan ponsel, mereka tetap terlihat bahagia. Memang mereka tetap butuh sarana komunikasi untuk saling berkirim kabar, dan itu biasanya dilakukan menggunakan surat (atau telegram kalau ada kabar penting dan mendesak) dan sebelum rumah kami dipasang telpon, sempat juga meminjam telpon tetangga untuk menerima kabar penting dari kampung, tapi itu benar-benar untuk kondisi darurat. Selebihnya, mereka tak menggunakan telpon, apalagi internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau orang-orang tua kita bisa hidup nyaman dan bahagia tanpa internet atau ponsel, kenapa saya tidak bisa? Kenapa saya merasa bingung dan nggak tau mesti berbuat apa ketika akses informasi sama sekali terhenti? Barangkali karena kita (atau hanya saya saja?) memang manja. Terbiasa dibuai oleh melimpahnya fasilitas akses informasi tanpa batas, sehingga lupa bahwa kita tetap manusia yang saat dilahirkan dari rahim ibu, adalah manusia telanjang tanpa bekal fasilitas apa-apa. Kelupaan ini membuat kita menuntut ketersediaan fasilitas yang biasa kita nikmati, dan ketiadaan fasilitas tersebut membuat kita merasa tidak nyaman. Bukan saja tidak nyaman, bagi sebagian orang, ini membuat mereka tak bisa bekerja, bahkan merasa tersiksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tak merasa tersiksa tanpa adanya sinyal ponsel dan sambungan internet, tapi saya memang sempat merasa "gamang". Tak tahu harus berbuat apa. Nonton televisi membosankan, baca buku sudah khatam, tidur-tiduran juga bikin badan terasa nggak enak. Untunglah hobi-hobi lain semacam jalan-jalan masih bisa saya lakukan. Maka alternatif itulah yang menjadi pilihan. Ini membuat ketergantungan saya sedikit terlupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya masih tak bisa menghitung, seberapa besar ketergantungan kita terhadap ketersediaan akses komunikasi dan informasi ini serta apakah ketergantungan ini tergantikan? Parameter ini pasti tak sama untuk setiap orang, apalagi dalam hal ketersediaan akses internet. Buat saya, jelas ketergantungan ini bisa digantikan, karena akses internet memang bukan kebutuhan primer buat saya. Tapi bagi sebagian orang, internet sudah seperti makanan yang harus ada setiap hari. Kalau ini yang terjadi, maka kita harus mempertanyakan lagi, untuk apakah teknologi dikreasi oleh manusia? Seharusnya, teknologi dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran, dan meningkatnya kualitas kehidupan manusia. Kalau ketiadaan taknologi membuat seorang manusia tak bisa "hidup", tentu saja ada yang salah dalam hidup orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890148-1624349761236319663?l=pantaikeempat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/feeds/1624349761236319663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890148&amp;postID=1624349761236319663' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1624349761236319663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890148/posts/default/1624349761236319663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pantaikeempat.blogspot.com/2007/04/web-blind.html' title='WEB BLIND'/><author><name>artja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06682750998674801272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
