+ kok tiba-tiba jadi pendiam?
+ kenapa jadi sepi begini?
+ biasanya kamu antusias
+ lho, tumben bisa teriak
+ eh, kenapa senyam-senyum sendirian?
+ waduh, puitis banget sih...
lalu kita seperti tersadar akan adanya perubahan emosi pada diri kita. Biasanya sih, itu terjadi karena kita ada di suatu tempat yang menimbulkan kesan sangat kuat pada diri kita. Makanya terus temen-temen kita akan bilang bahwa kita terbawa suasana.
Apa iya suasana (lingkungan sekitar) bisa mempengaruhi perilaku atau emosi seseorang? Yang biasanya kasar, tiba-tiba jadi lembut. Yang biasanya teriak-teriak tiba-tiba jadi pendiam, dsb. Apa bisa gitu? Secara impulsif, mungkin saja. tapi tidak bisa berlaku selamanya. Kalau suasana sudah berganti, maka perilaku juga akan mengikuti perubahan. Tapi ada kalanya efeknya berlaku permanen. Bukan berarti terus-terusan terbawa suasana, tapi akibat dari terbawa suasana tadi akan membuat seseorang berada dalam suatu kondisi dalam jangka waktu yang panjang. Kalau begini, maka suasana tadi menjadi pemicu bagi kondisi lain.
Bingung...? saya aja binun...jadi abaikan aja kalimat tadi. Tapi yang jelas, suasana memang bisa menghanyutkan seseorang hingga ia berada dalam kondisi emosi tertentu. Bisa positif, bisa pula negatif.
Nah, kalau saat bangun tidur di tengah hutan di atas gunung, kemudian membuka mata Anda, lalu pemandangan yang terlihat untuk kali pertama adalah pemandangan seperti foto di bawah ini, maka kira-kira emosi apa yang bisa timbul?

Kalau saya, jawabnya jelas.....