Monday, July 16, 2007

Merah Putih

Ini oleh-oleh dari Senayan, sewaktu saya (bertujuh) menjadi saksi patriot-patriot Indonesia yang berjuang dengan sangat heroik. Meski mereka "dikalahkan", saya tetap bangga pada mereka.
Ayo Indonesia !!!










PR: 6 Point Weird Thing about Me

Kemarin dapet PR dari Ira. Agak bingung juga, sebab menurut saya sih, nggak ada yang aneh pada diri saya (eh, ini keanehan juga ya?) Tapi setelah bekerja sama dengan isteri saya, ternyata banyak juga keanehan yang bisa dicatat. Bahkan bisa sepuluh lebih... Nah, karena disuruhnya cuma enam, maka saya tulis aja enam hal itu.

1. Duduk melihat langit di tengah malam.
Ngapain? Ya cuma liat bintang-bintang aja. Tentu saja kalau hari tidak hujan. Kadang mikirin juga, gimana caranya orang dulu bisa membedakan bintang dengan planet-planet (yang juga bersinar dan kadang berkelip-kelip mirip bintang), atau menentukan bahwa bumi yang mengelilingi matahari dan bukan kebalikannya, hanya dengan mengamati gerakan-gerakan benda langit. . ... Nah, aku dah nyoba, nggambar letak bintang-bintang, tapi tidak mudah mengenali benda langit mana saja yang gerakannya "tidak biasa". O iya, planet itu dalam bahasa aslinya berarti "pengembara." Mungkin karena gerakannya aneh dan tidak serempak mengikuti benda-benda langit lain seperti bintang pada umumnya. Nah, hari gini siapa yang keluar malem-malem terus duduk atau tiduran sambil ngeliatin langit?

2. Takut ke dokter gigi.
Ini, semata karena tahu bahwa saya pasti akan dimarahi oleh dokter gigi. Pasti akan diminta agar benar-benar serius merawat gigi: gosok gigi sebelum tidur, atau sesudah makan. Padahal, itu selalu saya lakukan. Memang dasarnya aja gigi saya ini agak rapuh, makanya banyak yang bolong-bolong. Itu juga yang menyebabkan saya nggak bisa masuk akabri saat lulus SMA dulu.

3. Makan dengan porsi sedikit.
Kalau saya perempuan, mungkin nggak aneh kalau makannya dikit. Tapi saya kan laki-laki, makanya banyakk yang bilang, "Kamu makannya kok dikit sih? Aneh, biasanya laki-laki kalau makan sebakul." Tapi saya cuek aja, lha wong makan dikit aja udah kenyang, masa mau dipaksaain makan banyak?

4. Menunda penggunaan barang yang baru dibeli.
Contohnya, saat beli sepatu atau tas baru, maka saya tidak akan menggunakannya sebelum lewat beberapa minggu. Sampai isteri saya ngomel, "Kemarin buru-buru pengen beli baru, pas udah beli, eh... malah nggak dipake." Nggak tau, ya. Kayaknya sayang aja kalau barang yang baru beli jadi kotor karena dipake. Hehehe.

5. Masih seneng baca komik.
Aneh ngga siy, kalau segede saya ini masih suka baca komik? Kata sepupu saya yang SMU sih, aneh banget. Mungkin karena dia nggak tau kalau dalam hal membaca, saya ini termasuk pelahap segala rupa. Bahkan koran bekas pembungkus cabe atau sayuran aja saya baca dulu sebelum dibuang. Oh iya, kalau soal nulis, bagi yang mau nulis skenario, maka mengadaptasi dari komik bisa jadi bahan latihan yang bagus (ini kata temen sma saya yang setelah lulus dari UGM malah milih profesi penulis skenario...dan ternyata dia sukses).

6. Senang melakukan sesuatu mendekati Batas Waktu
Makanya saya sering ketinggalan kereta. Udah tau kereta berangkat jam sekian, eh... datengnya mepet... Tak jarang setelah berlari-lari naik turun tangga stasiun, saya mendapati kenyataan bahwa kereta sudah berlalu meninggalkan debu-debu beterbangan di hadapan... Yah, itu masih berlaku sampai sekarang. Kalau mau berangkat kantor, saya tiba di setasiun saat petugas sudah mengumumkan kereta akan segera berangkat. Padahal, lebih enak kalau datang lebih awal ya? Tapi mungkin karena saya terlalu betah di rumah dan nggak mau buru-buru pisah dengan isteri saya...hihihi... Tapi mungkin juga saya senang melakukan hal-hal yang mendebarkan, seperti "nyaris ketinggalan kereta."

Oh iya, PR ini saya limpahkan lagi kepada enam orang di bawah ini:
1. Vie
2. Uthie
3. Hannie
4. Meiy
5. Anang
6. Ade Journey

Naaaa... bagi yang namanya saya tuliskan, harap kerjakan PRnya ya. Kalau udah pernah dapet PR kayak gini, ya kerjain aja lagi, siapa tahu ada keanehan yang baru terdeteksi.

Dan jangan lupa:
In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don't forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.

Friday, July 13, 2007

Musim Liburan Anak Sekolahan

Musim liburan anak sekolah. Artinya, tempat wisata seperti TIJA (Taman Impian Jaya Ancol), Dufan, ataupun TMII, pasti penuh sesak dengan pengunjung. Begitu juga dengan angkutan umum antar kota pasti akan penuh terisi penumpang. Coba saja naik kereta dari Jakarta ke Jogja, pasti gerbong-gerbongnya akan penuh penumpang, melebihi hari-hari biasa.


Walaupun bukan anak sekolahan lagi, tapi saya selalu senang menyambut musim liburan. Sebab, rumah pasti ramai. Iya, keponakan dan adik dari Bandung pada dateng. Suasana rumah riuh oleh suara-suara dan canda ria. Komputer di kamar juga dibajak: jadi mesin buat tembak-tembakan di game perang. Hehehe... Udah gitu, pasti pada beli film buat nonton rame-rame seperti Transformer (jangan salah dengan film transmorfer...! Ada lho, film dengan judul itu).

Yang lebih mengasyikkan, tentu saja acara bakar ikan. Pagi-pagi sekali ke pasar untuk membeli ikan segar. Favoritku siy, sebenarnya ikan kerapu atau baronang, tapi ikan batok juga ga papa. Lalu malamnya menyiapkan panggangan. Bakarnya di halaman saja, sebab kalau di dalam kamar, ntar apinya nyamber ke kasur...tidur di mana dunk? Soal bumbunya nggak usah bingung. Bahkan tanpa bumbupun nggak papa. Yang penting: sambalnya dibuat istimewa. Biasanya kalau bakar ikan, sambalnya ada tiga pilihan:
1. sambal tomat. Tomat dibakar, terus diahancurkan dan dicampur rajangan cabe rawit. ikannya dicemplungin aja ke dalam mangkuk sambal, dan dimakan seperti makan sup
2. sambal mangga. Mangga muda diparut, terus dicocol ikan bakar
3. sambal jahe. Jahe diparut dan dikecapin. ini favorit saya, uenak tenan. Kalau udah gitu, maka nggak makan nasi juga kenyang.

Sebenarnya, saya mau pingin banget ngajak mereka kemping. Nggak jauh-jauh, ke Cisarua aja. Bukan di Taman Safaria, tapi di hutan yang ada di belakangnya. Hutannya nggak jauh dari lokasi wisata tsb., jadi buat yang belom pernah masuk hutan, nggak akan terlalu takut sebab kalau ada kondisi darurat, evakuasi nggak akan sulit. Tapi jangan salah, meskipun mudah dicapai, tapi jarang orang-orang yang masuk ke hutan itu selain penduduk kampung. Makanya, senang sekali berada di hutan kaki gunung Pangrango itu. Dan (ssstt... ini rahasia: ) ada air terjun yang cantik. Indah. Menghanyutkan. Tidak sebesar Niagara, tapi cuup tinggi (sekitar 20 meter) dengan air deras yang membuat kabut air bisa menyegarkan pikiran yang sumpek. Jalan ke sana memang jalan setapak hutan, jadi jangan kaget kalau masih ada pacet. Tapi percayalah, air terjun ini layak untuk dinikmati. Sayangnya, mereka (keponakan saya) nggak lama liburannya, dan kayaknya mereka lebih senang nongkrongin komputer daripada jalan-jalan ke hutan.