Friday, January 04, 2008

Keliru

Katakan aku keliru
saat merapikan berkas di meja kerjaku
kemarin sore.
Benarkah itu bukan mimpimu,
yang terbawa dalam saku jaketku?
Sebab setiap kita bertemu
tiba-tiba dunia senyap
dan waktu seolah patung batu
dengan kaki lumpuh yang diikat rantai.
Seperti ada lembar foto terselip di halaman buku harian
dan ada seseorang yang tak sengaja menemukan.

Maka aku memangkas dongeng
yang tumbuh subur diantara ilalang
dan bisikan lembutmu.
Hei, kemanakah sembunyi si tukang kebun, yang pandai
menyulap padang gersang ini, jadi taman rindang

dalam ingatanku. Sekarang rumput liarpun tumbuh di sana
bukan salah siapa-siapa
karena terkadang aku merasa menemukanmu
merasuk dalam batang-batang hijau lainnya.

15 comments:

ichal said...

apakah sebuah kekeliruan tidak termaafkan???

dan rasanya indah juga memangkas dongeng yang tumbuh diantara ilalang, sambari menikmati dan menghayati sebelum dongeng itu mati!!!

helehhhh apa-apan nih gw!! hehehe

RoSa said...

inilah kelebihan puisi2 laki-laki dibandingkan puisi perempuan...

sangat sulit untuk menerka kedalaman hatinya dan makna sejati yang tersirat...

GHATEL said...

saya suka puisi seperti ini...

amethys said...

hehehehe...selamat ber keliru lagi....jadi tercipta kata2 puitis

artja said...

@ichal:
iya neh, apa-apaan siy, si ichal ini.
huehehe...

@rosa:
lha... memangnya puisi dari penulis perempuan nggak mbingungi? saya malah suka pusing kalau mbaca puisi dari penulis perempuan, mbak... :)

@ghatel:
ah... jadi malu neh...

@amethys:
mudah-mudahan yang mbaca nggak ikutan keliru

Cempluk said...

ya sebaiknya jika ada kekeliruan diantara manusia, please tell it !!!

brandalan said...

tutur katanya indah....love it..

artja said...

@cempluk:
betul, mas... tell it..

@brandalan:
thank's... cuma belajar nulis aja kok.

Eucalyptus said...

Hmmmm, puisinya romantis banget, pasti buat seseorang yang sangat istimewa ya......

Nurul said...

ngomong apaa...an yahhh ngomong anatomi tumbuhan kali yah.. daun22 dahan2 ranting..
Moantapppp.. isi hatiyah
maunya dilampirkan.. inspirasi dari mana gitu.. salam persaudaraan yah Mat TAHUN BARU HIJRIAH

geLLy said...

putis bngt ternyata mas atja,ciyeee...ttp cemangttt ^^::^^

senyumlah pada dunia said...

asl..
ni yaang kadang setengah hati untuk membaca karya yang dilatar belakangi kejadian...KELIRU, kita tau bahwa keliru, tapi g tahu jelas apa detail masalahnya.. huehuehue(padahal saya juga sering begitu kok ms)
jadinya kan absurd, kita ingin mengetahui dan akhirnya meraba kekeliruan itu..oo indahnya karya sastra

A'Unk~en~Lxmw said...

puisi oh puisi
sejak dulu sampai kini
ku selalu bingung kalo baca puisi
aku tak pandai memahami makna puisi

akan tetapi
pas baca komentarnya baru ngerti
hihi.. :D

mel@ said...

nah loh... ngomongin apalagi niiyy...
jelasin dengan arti sejelas-jelasnya dong mas... halah... hehehe...

Ghatel said...

Puisinya mantaff mas.. :D