Tuesday, December 02, 2008

Belajar Ikhlas

Kecewa bisa datang pada siapa saja. Kita semua pernah merasakannya. Kita kecewa karena ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, atau keinginan kita, atau target-target yang telah kita susun ternyata meleset. Hal-hal seperti ini ternyata bisa membuat kita kecewa.

Tapi sebenarnya kekecewaan ini bisa dihindari. Ini hanya soal mengatur niat saja. Niat saat hendak melakukan sesuatu. Sebagai contoh, ketika saya memberikan sesuatu kepada seseorang. Jika niat tersebut bertujuan agar saya bisa mendapatkan ucapan terima kasih, maka saya pasti akan kecewa kalau orang tersebut menganggap pemberian saya biasa-biasa saja, dan tidak merasa perlu untuk mengucapkan terimakasih.

Contoh lain, kalau saya melakukan pekerjaan semata diniatkan hanya untuk memperoleh gaji saja, maka saya akan kecewa kalau ternyata dalam melakukan pekerjaan (meskipun tetap mendapat gaji utuh), saya berkali-kali disalahkan atasan. Kenapa? karena niat tadi tidak saya atur dengan baik.

Agar tidak datang kekecewaan, maka niatkanlah segala sesuatu untuk mendapatkan Keridloan Allah SWT. Tidak boleh ada niat lain, selain ibadah tersebut. Ini bukan saja akan menjaga kita dari kekecewaan, tetapi akan tetap menjaga kita agar terus berada di jalan yang benar. (Bagaimana mungkin kita mencuri dengan niat mendapatkan Ridlo-Nya?) Ini bukan hanya dalam pekerjaan ritual ibadah saja, tetapi mencakup semua hal yang dilakukan (termasuk nge-blog). Nah, konon, itu salah satu bentuk keikhlasan, hanya mencari keridloan Allah SWT.

Saya sih, masih belajar untuk ikhlas... masih jauh dari orang dengan status ikhlas.

3 comments:

haryadi said...

Hidup ini indah jalani dengan penuh keikhlasan...past Tuhan Maha Tahu apa yang kita perbuat.

Anang said...

saya juga masih belajar untuk ikhlas...

Adek Aidi said...

Betul mas,,
konsisten "menjaga hati" itu yang tersulit,,terkadang terlena dan baru tersadar kemudian klo ternyata sudah tak ikhlas,,