Thursday, October 12, 2006

Hasrat

Aku hanya ingin tiba di titik senyap
yang membuatmu utuh dalam gerak.
Aku pun hanya ingin sampai di tengah sunyi
hingga sapamu larut menjernih hati.

Di lembar malam tanpa lampu, aku
masih mencari binar matamu.
Di langkah senja tanpa bunyi, aku
tetap berharap kau menemani.

Kalau suatu saat aku putuskan untuk berangkat,
mendaki puncak gunung tinggi,
menembus belantara hutan lebat,
atau menelusuri pantai sepi,
maka, aku hanya sedang mencoba menemukan sesuatu
yang mampu menghadirkan ingatan kepadamu
dan bisa kujadikan alasan
rindu.

2003

4 comments:

Dewie Sekar said...
This comment has been removed by the author.
In Repair said...

Gw suka puisi ini.
Walo rada risi bayanginnya, hehehe.
--> mudheng bangeeeeeed!

Teteup aja bisa bikin gw nangis...

hilang ombak said...

waduh...apalagi neh.

artja said...

...