Monday, July 23, 2007

Taman Bacaan Aisyah

Belum pernah dengar kan? Nah, kemarin teman-teman di Serpong membuat taman bacaan khusus untuk anak-anak. Namanya Aisyah. Nama itu dipilih sebab Aisyah dalam sejarah Islam dikenal sebagai sosok yang mewakili Muslimah yang cerdas dan berwawasan luas. Diharapkan hal-hal positif dari Aisyah bisa menular pada anak-anak yang mengunjungi taman bacaan tersebut. Kenapa bukan tokoh cerdas yang lain atau kenapa harus sosok wanita dan bukannya pria? Sebab yang punya gagasan memang dari kelompok pengajian ibu-ibu dan remaja putri. Sengaja diambil nama dari masa lalu supaya tidak dianggap politis. (bayangin aja, kalau namanya diambil dari nama ibu tien suharto atau nama mpok nori, wah, pasti omongan yang muncul akan macam-macam).

Launching taman bacaan ini dilakukan hari Ahad, 22, Juli 2007. Itu bertepatan dengan perayaan hari anak nasional. Jangan membayangkan tempatnya seperti perpustakaan yang besar dan megah. Ini cuma taman kecil saja. Lokasinya dipilih di wilayah kelurahan Cilenggang, Serpong, Tangerang, tepatnya di halaman rumah milik keluarga teman saya (buat Yayan: Jazakallah khoir). Di kelurahan itu memang banyak terdapat anak-anak dari keluarga kurang mampu. Jangankan beli buku, beli baju saja setahun sekali. Padahal, setiap anak harusnya mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi pintar dan cerdas serta berwawasan luas. Makanya dipilihlah taman bacaan dan bukannya wahana permainan untuk didirikan di sana. (nggak jauh dari sana, ada sebuah tempat wisata air yang sangat megah, dikenal dengan Ocean Park, yang tiket masuknya bisa buat beli beberapa buah buku bacaan anak-anak dengan kualitas cukup baik)

Masalahnya cuma satu, koleksi bukunya masih sedikit sekali.... Saya sendiri (*mode TOA on*) sudah nyumbang beberapa buku. Sekarang juga masih menyortir, kira-kira buku mana saja yang bisa dikeluarkan dari rak buku saya untuk dipindahkan ke dalam koleksi taman bacaan. Soal antusias anak-anak, pastilah besar, sebab anak-anak memang punya dunia yang menakjubkan dan sulit ditebak oleh orang dewasa seperti saya (meskipun saya ini kekanak-kanakan... lho?!). Saya sendiri sudah mengusulkan pada pengurusnya (pengajian ibu-ibu) untuk membuat semacam permohonan kepada pihak-pihak yang memang sering mendistribusikan buku-buku ke taman bacaan (misalnya komunitas 1001 buku, atau penerbit-penerbit buku anak-anak). Tapi siapa tahu dari pembaca blog saya ini ada yang sedang bingung karena pingin ngilo-in koleksi buku tua di gudangnya tapi tukang loak nggak lewat-lewat juga di depan rumah. Nah, dari pada dikiloin, mending dioper aja ke sana. Prioritasnya siy, dari kawasan sekitar taman bacaan (BSD City), sebab malu juga kalau ada orang jauh bela-belain nyumbang buku, sementara warga di sekitarnya nggak berbuat apa-apa.

Kekhawatiran saya juga ada, yaitu program yang terhenti hanya sebatas membuat dan mendirikan, tapi tidak punya program yang berkesinambungan untuk tetap menggairahkan minat baca dan mewujudkan generasi yang berwawasan luas di masa mendatang. Untuk membuat taman bacaan, bukan hal yang sulit. Tapi membuatnya menjadi sentra berkumpul dan belajarnya anak-anak lewat buku secara permanen, adalah hal lain. Ini harus digarap serius. Saingannya jelas: televisi dan video game. Maka program-program lanjutan untuk memupuk minat baca anak-anak harus digarap secara serius. Contoh kasus cukup banyak, ketika taman bacaan tidak digarap secara serius semakin lama semakin sepi dari pengunjung. Ini sama seperti menanam mangrove di kawasan pantai yang rusak. Sangat mudah dan murah untuk menanamnya, tapi tidak mudah untuk mewujudkannya menjadi hutan mangrove, sebab diperlukan perawatan yang bersungguh-sungguh untuk menghidupi bibit-bibit mangrove tersebut. Mudah-mudahan niat baik pengurusnya mendapat RidloNya dan dimudahkan untuk mewujudkannya.

Allahu'alam

12 comments:

Fatah said...

Lapor Pak ! kami disini juga baru melaunching "Rumah Pelanggi", Taman Bacaan untuk anak2x juga :)

angin-berbisik said...

wah salut euy sama si bapak ini...

wieda said...

tja...bisa terima buku2 cerita anak dalam bhs inggris ga
kaya buku disney gitu.......Insya Allah saya bisa ngirim dikit....alamatnya dimana

artja said...

eh, nanti kalau mau nyumbang saya minta alamat lengkapnya. saya tahu tempatnya, tapi gak tau alamatnya. hihihi....

@fatah :
Wow, semoga Rumah Pelangginya sukses.

@tia-bisik-bisik :
alhamdulillah... saya cuma petugas pelapor

wieda :
Wah, senang sekali. Pasti diterima. Soale ada program belajar bahasa inggris melalui komik juga siy.

alamat menyusul, besok deh.

NiLA Obsidian said...

hebat Om....
apa yg bisa aku bantu?

email aku ya..
nheela28@gmail.com

Dew said...

Hebad!
Keren!
Semoga sukses, amin! :)

Vie said...

Tja, hebat kamu ya. Salut aku! Angkat topi!
Memang anak2 klo tdk dipupuk minat bacanya sedari dini, pasti gak bakalan suka mbaca nantinya.

Mudah2an akan banyak Artja-Artja yg lainnya!

ratih putri said...

subhanallah, keren.para calon penerus bangsa harus diselamatkan!

mw usul:utk mempertahankan semangat anak2 disana, harus ada sosok idealnya yg asli orang sana.mungkin bisa kita kader, mulai dari semangat baca,dll.jadi kyk menanam semangat n motivator utk anak2 itu.jd, even kita dah g disana lagi, mereka punya org to count on.

ganbatte!!

Hannie said...

iya yah, perlu banget tuh yang ginian. supaya anak indonesia pintar2 hehehe... amin buat semua doanya deh :)

DenaDena said...

sungguh mulia... mengharukan.. semoga berhasil.. Saya cuma punya cita2 aja ngga pernah berusaha mewujudkan..:P
sibuk ngeblog, ga mutu lagi :D

CempLuk said...

selamat y mas atas terbentuk nya taman baca ini..

aroengbinang said...

niat baik emang sering gak mencukupi..., smoga bisa bertahan dan tambah baik lagi.

banyak perpustakaan yg bukunya berdebu kelamaan gak ada pengunjung dan gak dibaca